Awal

MUNAS 2010

TGL 27 – 30 Mei 2010 Di Balikpapan, Telah terukir sejarah kebangkitan profesi keperawatan Indonesia, PPNI telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional VII 2010 yang merupakan agenda Akbar dan paling banyak pesertanya sebanyak 1500 orang yang mewakili perawat dari seluruh Indonesia……..dan telah menghasilkan Kepemimpinan baru dan juga Harapan baru bagi kemajuan perawat Indonesia……..Rame-demokratis, tegang, haru dan juga semangat…..diacara tersebut.

SELAMAT BAGI SEMUA PESERTA MUNAS VII BALIKPAPAN DAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KETUA UMUM PPNI BARU IBU DEWI IRAWATY, Ph.D SEMOGA DAPAT MEMBAWA PERAWAT INDONESIA MENJADI TENAGA KESEHATAN TERDEPAN DI INDONESIA….AMIN

 

25 November 2009 – RUU Keperawatan menjadi salah satu Prioritas dalam pembahasan 2010

Khabar baik dari tetangga seberang bahwa RUU Keperawatan menjadi salah satu prioritas yang akan dibahas dan diselesaikan dalam tahun 2010 oleh pemerintah, semoga benar kondisi ini benar dan benar-benar terrealisasi dan yang penting bagi semua perawat Indonesia adalah mengawl dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendorng dan mendukung lahirnya UU Keperawatan dan juga mempersiapkan semua yang berkaitan dengan implementasi UU Keperawatan kedepan, sehingga setelah disyahkan UU Keperawatan dapat cepat diImplementasikan dan ejowantahkan…sehingga mempunyai dampak yang lebih baik……..disamping itu implementasi akan berdampak terhadap anggotanya yang kurang mengenakan, sehingga perlu dibuat suatu metode transisi keperawatan Indonesia yang dapat mengakomodir semua kepentingan diluar keperawatan dan anggota profesi keperawatan sendiri

terakhir semoga semua dapat terealisasi UU Keperawatan Indonesia……Amin

 

22 Juni 2009 Perjuangan tidak pernah berhenti

BIar saja orang ataupun profesi lain banyak berkomentar negatif terhadap perawat……..mari-,mari dan terus berlari menerjang keangkuhan tembok tebal… para pengambil kebijakan, Negeri ini harus bangkit bangun termasuk profesi perawat……..Sudah lama perawat Indonesia dimarginalkan, diinjak, disepelekan, seakan perawat Indonesia tidak punya peran apa-apa…..banyak yang tidak peduli, peduli perawat bila ada tujuan saja…….Mari singsingkan lengan baju, rapatkan barisan, saling berpegangan erat….kita wujudkan perawat indonesia yang mandiri dan bermartabat, dan profesional, kita tidak rela profesi perawat dibilang tidak ada apa-apanya……..BUKTIKAN teman-teman dalam rencana aksi yang lebih besar yaitu dengan MOGOK PERAWAT NAsional…….menyeluruh di wilayah indonesia, kita buktikan kalau pelayanan-pelayanan kesehatan tidak ada perawat , jangankan sehari ,1-2 jam saja ….kemungkinan akan menjadi kacau, dan untuk menjaga keutuhan aksi mari semua mengikuti kaedah-kaedah profesional yang ada pada perawat……….IKUTI TERUS PERKEMBANGANYA melalui koordinasi dari PPNI PUSAT dan wilayah masing-masing……….Perawat didekati bila dibutuhkan tenaganya, dicaci bila salah bekerja, dimaki saat menyuarakan HAK-HAKnya, diacuhkan dan dikianati saat tidak diperlukan…….

Sudah 60 tahun lebih negara kita merdeka tetapi profesi perawat masih terbelenggu oleh kesewenangan, ketidak adilan dan perlakukan tidak seharusnya sebagai salah satu profesi kesehatan Indonesia………………………..INGAT Teman sejawat perawat semua KITA BELUM MERDEKA

SEKALI LAGI MARI KITA DUKUNG RENCANA AKSI PPNI UNTUK MELAKUKAN MOGOK NASIONAL DISELURUH WILAYAH INDONESIA………………..BERJUANG UNTUK PROFESI BERJUANG UNTUK NEGERI

Salam Juang Perawat Indonesia – Nardi

 BERKAITAN DENGAN RENCANA MOGOK PERAWAT NASIONAL INDONESIA, KAMI SAMPAIKAN BERITA TERKINI DARI PPNI PUSAT

HASIL RAKERNAS LUAR BIASA PPNI (JAKARTA, 22 JUNI 2009)

1. Apresiasi terhadap DPR RI yang telah merespon tuntutan PPNI sehingga mogok nasional belum dilaksanakan

2. Aksi Mogok Nasional akan dilakukan, apabila:

a. SAmpai dengan tgl 4 Juli 2009 tidak dilakukan pembahasan RUU keperawatan

b. Undang-undang Keperawatan tidak disayahkan pada periode DPR RI 2004-2009

c. Pelaksanaan Mogok NAsional ditentukan oleh Pengurus Pusat PPNI

3. Perawat yang tidak mengitkuti aksi mogok, akan diberikan sangsi organisasi

4. Pengurus Propinsi PPNI siap menyuarakan rencana mogok Nasional

5. Pengurus Pusat Wajib mengirim surat kepada Presiden RI, ditembuskan kepada Ketua DPR, MPR, Menkes, Ka.POLRI, Gubernur Indonesia, PERSI, YLKI, ICN dan stakeholder lainnya.

Demikian kami sampaikan hasil RAKERNAS LUAR BIASA PPNI

 

Kegiatan Aksi Simpatik PPNI – DPR

 

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARAM 1430 H

DAN TAHUN BARU 1 JANUARI 2OO9 MASEHI

SEMOGA TAHUN INI AKAN LEBIHBAIK DARI TAHUN SEBELUMNYA

HANYA MENGINGATKAN KITA SEMUA PERAWAT

INDONESIA DAN ORGANISASI KEPERAWATAN

PERJUANGAN TAK PERNAH USAI

VIDIO DEMO PERAWAT INDONESIA DAN PPNI 20 mei 2008

<object width=”425″ height=”344″><param name=”movie” value=”name=”allowFullScreen” value=”true”></param><embed src=”http://www.youtube.com/v/ONsFs7ORCRM&hl=en&fs=1” type=”application/x-shockwave-flash” allowfullscreen=”true” width=”425″ height=”344″></embed></object>http://www.youtube.com/v/ONsFs7ORCRM&hl=en&fs=1″></param><param

 SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI

Foto dengan rektor

Foto dengan rektor

Keinginan memang akan membuat web-site yang cangih gitu…..tetapi belum sempat-sempat …..mudah-mudahan pada bulan-bulan ini sempat ya…..doakan deh……dan saya berharap semoga web yang saya buah ini akan berguna bagi semua terutama teman-teman sejawat profesi saya PERAWAT……Memang saat ini profesi kita sangat termarginalkan dan diinjak-injak….tetapi saya percaya dan semua setuju suatu saat PERAWAT INDONESIA Akan maju dan berkembang mengikuti perawat negara

lainnya yang lebih maju duluan…..karena dukungan pemerintahnya yang mendukung ilmu keperawatan…..Bravo terus maju jangan mundur walaupun kita digempUUUUUUUUUURRRRRRRRR

Satu Hal yang harus kita perawat semua percaya, bahwa bagaimanapun dan kapanpun suatu profesi dimarginalkan tetap saja Profesi adalah profesi yang mempunyai dasar ilmu Body of knowlege yang jelas….walapun diapaun juga profesi perawat akan tetap ada dan suatu saat

percayalah bahwa semua pejabat dan orang Indonesia akan menyadari bahwa perawat adalah MULIA…………..Amin

Sebagai bentuk keprihatinan saya buat weblog ini semoga weblog ini bermanfaat dan siapapun dapat belajar dan mengambil beberapa pelajaran dari weblog ini, terakhir kami ucapkan semalt bagi semua perawat Indonesia yang masih sabar menunggu atas kemajuan perawat Indonesia …… walaupun ada organisasi profesi perawat (PPNI) tetapi sampai saat ini tidak pernah melihat perkembangan yang berarti selalu dibawah pengawah beberapa segelintir kekuasaan orang yang belum mampu bagaimana dapat memajukan perawat Indonesia, Permintaan kami tidak banyak untuk perawat Indonesia yang penting kesejahteraan kami diperhatikan…dan bagaimana perawat mempunyai standar kompetensi yang jelas sehingga perawat dapat berkompetisi dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat………..

DOA KAmi semoga kita semua menemukan seoran pemimpin keperawatan Indonesia yang benar-benar memikirkan anggotanya dan kemajuan perawat Indonesia baik pendidikan, pelayanan, karir dan kejelasan kesejahteraan Perawat Indonesia…..AMIN 100000000000x….

TUNJUKKAN BAHWA KITA BISA (23-2-2008)

SEMAKIN LAMA DUNIA KEPERAWATAN DI INDONESIA SEMAKIN BERKEMBANG BAIK JUMLAH DAN MUTU LULUSAN, DISAMPING ITU JUGA ADA YANG DIBAWAH STANDAR…..TETAPI KITA PATUT BERSYUKUR, KITA DAPAT MAJU WALUPUN JALAN TERTATIH-TATIH…..TERSEOK’

WALAUPUN DEMIKIAN PASTIKAN BAHWA PROFESI PERAWAT TIDAK BISA DIPANDANG SEBELAH MATA……BAIK OLEH PENGAMBIL KEBIJAKAN DI PEMERINTAHAN INI…..COBA SAJA KALAU PERAWAT 6 JAM SAJA TIDAK MELAYANI PASIEN ….APAKAH PELAYANAN KESEHATAN AKAN BERJALAN SEPERTI SAAT INI…….

BAYANGKAN KALAU PERAWAT DEMO…MOGOK…….BAGAIMANA JADINNYA………..??????

MAKA LIHATLAH KAMI SEBAGAI PROFESI YANG MANDIRI, PUNYA ILMU, KEMAMPUAN YANG TIDAK BERBEDA DENGAN PROFESI LAIN DIINDONESIA ATAU DINEGARA LAIN….MAKA SAYA MEMBERI SARAN PADA PEMERINTAH DALAM HAL INI DEPKES JANGANLAH MEMAKSAKAN KEHENDAKNNYA UNTUK MENEKAN PERAN PERAWAT, MEMANDANG KECIL PROFESI PERAWAT, TIDAK MENGHARGAI PERAWAT, PERAWAT DIANGGAP SEBAGAI PROFESI YANG MARGINAL……….SUATU SAAT AKAN TERBUKTI PERAN PERAWAT SAMA DENGAN PERAN PROFESI KESEHATAN LAINNYA……….RENUNGKAN ……………………………..Foto diri

HARI KEPERAWATAN INTERNASIONAL 12 MEI 2008

Tanggal 12 Mei 2008 adalah hari bersejarah bagi perawat dunia, ditanggal ini telah dicanangkan secara internasional merupakan hari keperawatan dunia……banyak perkembangan keperawatan pada tingkat dunia, kalau diIndonesia memang kurang atau bahkan terabaikan karena kita sendiri perawat banyak tidak tahu hari tersebut…….bagaimana bisa tahu kerja…terus tidak boleh berfikir kritis…..berusaha berfikir kritis sedikit saja dimusuhi, tidak seperti perawat-perawat dinegara-negara lain hidupnya dan kesejahteraannya sangat diperhatikan, perawat Indonesia jangan mengurus organisasi atau mengurus kepentingan lai bagaimana mencari makan saja susah ……….bagaimana ya……..mari sama-sama renungkan itu.

Tetapi Okelah mari kita bersama-sama merenungkan keberadaan kita, peran kita dan apayang telah kita perbuat terhadap negara tentunya sesuai bidang kita keperawatan, mungkin kita telah merasa berbuat banyak untuk negara ini, kita menolong orang-orang yang sakit baik diPuskesmas, RS dan tempat-tempat lainnya……secara sadar maupun tidak sadar mudah-mudahan apa yang kita lakukan mendapat berkah dan bermanfaat terhadap sesama.

Walaupn masi banyak nada miring dan sumbang berkaitan dengan keberadaan kita, perawat Indonesia dibilang masih jelek semua kualitasnya, mut rendah dan acak-acakan biarkan saja mereka bicara demikian karena mungkin kita juga punya kekurangan dan mereka tidak tahu apa itu keperawaan. keperawatan adalah pekerjaan/Profesi mulia dan mari kita perteguh kemuliaan itu seperti halnya pendiri-pendiri dan ilmuan keperawatan dunia.

Pada tanggal 12 Mei 2008 ini juga ada gerakan perawat seluruh Indonesia yang tujuannya adalah percepat RUU tentang keperawatan menjadi Undang-Undang…..intginya adalah bagaimana keberadaan kita diakuai secra penuh tidak setengah-setengah, kebijakan yang berkaitan dengan keperawatan dan kesehatan kita selalu diajak untuk partisipasi tidak seperti sekarang selalu dimarginalkan…………………………………….

Tuntutan intinya adalah kesejahteraan dan pengakuan dan penghargaan dari Profesi keperawatan sehingga dalam setiap kebijakan perawat dapat dilibatkan dan profesi perawat dapat berkembang dan menentukan nasibnya untuk yang lebih baik……….Terakhir…. Selamat berjuang dan mari bersama-sama sukseskan GERAKAN 12 MEI 2008 GOL-KAN RUU Menjadi UNDANG-UNDANG KEPERAWATAN, Pesan Untuk PPNI Pikirkanlah kesejahteran dan pengakuan sejawat perawat Indonesia terutama bagi mereka yang ada di PELAYANAN agar dapat bekerja dengan baik………………..dan pengabdiannya tidak SIA_SIA 

TANGGAPAN ATAS KOMENTAR-KOMENTAR

Assalamu’aikum, selamat pagi, siang, sore, malam

Selamat bagi semuannya…….terima kasih atas semua komentar-komentarnya baik dari teman-teman sejawat dari profesi perawat dan juga bagi teman-teman dari profesi lain……..Saya sangat berterima kasish atas komentar, saran dan juga hujatan bagi saya dan juga bagi teman-teman perawat.

Diantara komentar-komentar tersebut ada yang sangat memojokkan, merendahkan cacimaki…..tetapi ada juga yang berespon baik. Apapun bentuk komentar yang anda sampaikan saya terima dengan baik dan lapang dada…..tetapi sekali lagi tetap menjadi kaidah kesopanan dan aklak mulai. Kami perawat terutama saya sendiri tidak pernah sedikitpun mencaci-memaki dan juga merendahkan profesi lain, tetapi kenapa anda berkomentar seakan-akan profesi anda yang paling hebat, yang paling benar…..ingat kebenaran ada pada Allah dan manusia hanya melaksanakan kehendaknya.

Profesi perawat sesuai yang saya pelajari dari SPK sampai Jenjang Spesialis Perawat saat ini, merupakan tugas mulai dan penuh dedikasi, bila ada perawat yang tidak baik, tidak berkenan prilakunya terhadap pasien itu bukan kesalahan dari profesi perawat tetapi hanya sifat manusiannya, seperti juga profesi anda tidak semua orang yang menjadi dalam profesi anda baik, dalam profesi anda ada juga yang judes, mengabaikan pasien dan hanya menuntut ongkosnya saja…….jadi apapun profesinya dapat saja melakukan penyelewengan dan juga prilaku tidak baik tetapi jangan rendahkan dan jangan salahkan profesinya karena semua itu merupakan watak dari manusiannya.

Saya sampai saat ini sudah terhitung 12 tahun mempelajari ilmu keperawatan dan semakin saya pelajari …semakin dalam semakin saya tidak tahu apa ilmu keperawatan yang sebenarnya…..jadi kalau anda tidak pernah membaca maupun mempelajari ilmu keperawatan bgaimana anda bisa mengatakan ilmu keperawatan itu rendah dan tidak ada hargannya………..bila anda pernah keluar negeri anda pasti terkejut penerimaan dan keilmuan keperawatan disana sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia……asal anda tahu hanya Indonesia yang tidak mempunyai badan regulasi untuk perawatnya yaitu (Council Ners), Jadi jangan juga perawatnya yang dijadikan kambing hitam dan disalahkan atas carut marutnya keperawatan diIndonesia, bagaiamana tidak bahwa badan regulasi saja tidak punya padahal hal itu pening untuk mengontrol dan memberikan pelayanan kepadan masyarakat……..artinya diIndonesia tidak ada badan regulasi yang mengatur keberadaan, kewenangan, kompeensi, pelayanan perwatan. padahal tenaga perawat sangat banyak dan besar diseluruh INDONESIA.

Memang saat ini regulasi menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Depkes…….tetapi bisa anda lihat diskriminasi, kewenang-wenangan da mengabaikan kesejahteraan perawat sangat besar dan berlangsung sangat lama sampai saat ini, jadi bila mana saat ini pendidikan perawat berkembang sampai jenjang S-2 dan Spesialis hal ini hanya semata-mata untuk memperbaiki dan meningkatkan tenaga perawat. Tetapi bila masih ada kekurangan hal ini menjadi hal yang lumrah dan biasa…oleh karena perlu diberikan kejelasan dan kemandirian dalam perawat mengatur sendiri perawat jangan dicampur adukan dan selalu diintervensi.

Bagi yang berkomentar tentang praktek klinik keperawatan saya……..anda tidak perlu kwatir bahwa kami perawat mengambil hak atau kewenangan saudara……..saya dengan sadar dan jelas bahwa saya perawat spesialis maka saya akan lakukan kegiatan yang hanya berhubungan dengan dunia keperawatan………yang notabene sudah berlimpah kegiatannya, diklinik yang saya coba dirikan adalah praktek keperawatan yang diperkuat oleh ahli akupuntur, herbalis dan semua mereka sudah mempunyai sertifikat sesuai dengan keahlian masing-masing. Anda juga perlu tahu bahwa sampai saat ini semenjak klinik saya dirikan tidak ada pasien yang datang matai atai komplain atas apa yang dilakukan diklinik saya. Saat ini tidak ada satupun profesi kesehatan yang lebih hebat dari profesi kesehatan lainnya, semuannya sudah pada koridor masing-masing…..Jadi jangan anda kuatir lahan saudara diambil perawat, pekerjaan perawat banyak. Coba anda lihat di RS pekerjaan apa yang tidak bisa dilakukan oleh perawat, semuannya bisa dilakukan oleh perawat tetapi teman-teman profesi lain menutup mata atas semua itu. Saya contohkan siapa yang merawat pasien di RS, siapa yang mengurus makan di RS, Siapa yang menunggu pasien 24 jam, Siapa yang perduli terhadap pengendalian infeksi, siapa yang melakukan management ruangan……….ini hanya sebagian pertanyaan yang boleh anda tanyakan di RS, apa pekerjaan yang dilakukan perawat ??????????????????????????

Walaupun saat ini perawat hanya menerima perintah, tetapi bahwa perawat yang melakukan semua pekerjan itu….jadi jangan menutup mata atas semua itu……………..

Pengalaman saya saat residensi….kami berhubungan dan berkolaborasi, bekerjasama dengan dokter-dokter residen dan juga para chip yang ada di peminatan kami dan mereka sangat welcome dan juga apresiasi pada kami………..tidak ada yang merendahkan seperti komentar-komentar anda, karena mereka tahu bahawa perawat merupakan patner bagi semua profesi yang sedang ada di RS dan juga komunitas, hanya saja Indonesia sampai saat ini tidak mempunyai perangkat hukum yang memadai untuk mengangkat martabat perawat yang lebih tinggi.

JADI SEKALI LAGI SILAHKAN ANDA  KOMENTAR PADA BLOK INI TETAPI TETAP MEJAGA KESOPANAN DAN AKLAK MULIA.

 

SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1429 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, SEMOGA KEMBALI KEPADA HATI YANG FITROH, AMIN

KEPADA SEMUA REKAN-REKAN ALUMNI SP.KMB FIK  UI TAHUN 2008, SEMOGA DENGAN MAAF KITA KEMBALI KEPADA KEMENANGAN HATI DAN SUCI, SEMOGA MAL IBADAH SELAMA KITA BERKUMPUL DAPAT DITERIMA DISISINYA DAN DIAMPUNI SEGALA KESALAHANNYA …..AMIN

Responses

  1. ass. wr. wb.
    selamat pak atas websitenya, semoga akan memotivasi teman sejawat yang lain untuk terus berpartisipasi untuk memajukan keperawatan. good luck semoga bermanfaat.
    wass. wr. wb

  2. Terima kasih Commentnya…..semoga bermanfaat

  3. assalamu’alaikum…
    pak Nardi fikui ya pak?
    be blogger … sama pak sy juga sedang belajar buat blog & website nursing yg ok, mudah2an
    hmmmmm….selamat berjuang…;D

  4. Assalamu’alaikum pak nardi…,saya mau nanya :
    1. Apa standar kompetensi keperawatan medikal bedah ?
    2. Apakah tindakan pak nardi memberikan pelayanan pengobatan akupuntur dan herbal di kliniknya sudah sesuai dan sangat berkompetensi dengan spesialisasinya sebagai SpKMB ?
    3. Apakah tindakan tersebut bisa dikategorikan ‘malpraktek’ mengingat bapak itu lebih berkompetensi dalam tindakan keperawatan ketimbang tindakan pengobatan yg harusnya kompetensinya seorang dokter ?
    Terima Kasih

  5. selamat telah menjadi salah satu penyemangat perawat, yang apinya sedang redup…. semogga dengan semakin banyaknnya blogger2 keperawatan semakin meningkatkan pengetahuan masyarakat akan dunia keperawatan… yang selama ini agak tersisihkan………

    kalo mau masukin hasil-hasil penelitian teman-teman boleh? bgm caranya? sy ada beberapa hasil penelitian teman-teman spKmb

  6. sekedar refreshing buat teman sejawat bahwa :
    KEWENANGAN PERAWAT :
    1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
    2. Merumuskan diagnosis keperawatan
    3. Menyusun rencana tindakan keperawatan
    4. Melaksanakan tindakan keperawatan
    5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan
    6. Mendokumentasikan hasil keperawatan
    7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan
    kepada sistem klien
    8. Melaksanakan tindakan medis sebagai
    pendelegasian berdasarkan kemampuannya
    9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam
    kondisi darurat yang mengancam nyawa
    sesuai ketentuan yang berlaku (Standing
    Order) di sarana kesehatan
    10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada
    tenaga yang kompeten, perawat berwenang
    melaksanakan tindakan kesehatan diluar
    kewenangannya
    jadi intinya wewenang perawat itu bukan memberikan pengobatan layaknya seorang dokter yang praktek di klinik 24 jam atau balai pengobatan maupun praktek swasta
    Trims

  7. saya pengen tahu peran perawat diruang anak rumah sakit

  8. KEWENANGAN PERAWAT :
    1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
    2. Merumuskan diagnosis keperawatan
    3. Menyusun rencana tindakan keperawatan
    4. Melaksanakan tindakan keperawatan
    5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan
    6. Mendokumentasikan hasil keperawatan
    7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan
    kepada sistem klien
    8. Melaksanakan tindakan medis sebagai
    pendelegasian berdasarkan kemampuannya
    9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam
    kondisi darurat yang mengancam nyawa
    sesuai ketentuan yang berlaku (Standing
    Order) di sarana kesehatan
    10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada
    tenaga yang kompeten, perawat berwenang
    melaksanakan tindakan kesehatan diluar
    kewenangannya

    Kalau kita sudah tahu hak dan kewajiban sebagai perawat kenapa kita merasa diinjak2…?

    Maunya anda,perawat itu gimana kerjanya ?
    Buka praktek seperti layaknya seorang dokter ?
    Apa sudah ada standar profesi bagi kita perawat mau seperti itu ?

    Trims

  9. perawat sekarang kwalitasnya buruk semua…..!!!

    • Jgn trlalu memandang sblh mata pada perawat.tanpa perawat dokter2… ???

    • Semoga anda sehat selalu sehingga tidak memerlukan dirawat di rumah sakit yang pada akhirnya akan bertemu kami perawat yang anda anggap kualitasnya buruk semua. Allah saja maha Pemaaf, kami perawat sudah memaafkan anda.

  10. Camkan iya…
    KUHP Pasal 361
    Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan, maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya.
    Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain :
    1. Perawatan luka
    2. Monitoring cairan infus
    3. Monitoring pemberian O2
    4. Pemberian injeksi
    5. Memasang sonde
    6. Fixasi / pengikatan
    7. Memberikan pengobatan tanpa kolaborasi
    8. Memberikan terapi tidak sesuai dengan
    kompetensi sebagai perawat
    Ingat, anda sangat tidak berkompetensi memberikan terapi nebulizer pada penderita asma di tempat klinik saudara tanpa kolaborasi dengan dokter ahli yang berkompeten dalam hal ini internist, pulmonologist dan paedriatrician
    Anda juga sebagai perawat tidak layak melayani terapi akupuntur di tempat klinik keperawatan lagi
    Jangan ngambil ladang orang lain dong….
    Dan bila terjadi segala sesuatu terhadap pasien maka anda dapat dihukum sesuai dengan KUHP Pasal 361 dan KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    Semoga bermanfaat bagi yang lainnya

  11. INGAT NARDI ! JANGAN MENIPU MASYARAKAT
    DAN BAHWA DALAM :
    KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    BAB IV
    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :
    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter
    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.
    Anda GA MALU apa sebagai perawat SpKMB namun buka praktek akupuntur
    Apa iya saudara dapat izin dari depkes dan PPNI tentang praktek akupuntur ? masak sih….
    Apa saudara dapat kuliah akupuntur selama ngambil SpKMB ?
    Praktek-lah sesuai dengan ijazah dan jangan ngambil lahan seorang fisioterapist, akupuntur atau pengobatan tradisional…
    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha
    OK

  12. INGAT NARDI ! JANGAN MENIPU MASYARAKAT
    DAN BAHWA DALAM :
    KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    BAB IV
    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :
    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter
    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.
    Anda GA MALU apa sebagai perawat SpKMB namun buka praktek akupuntur
    Apa iya saudara dapat izin dari depkes dan PPNI tentang praktek akupuntur ? masak sih….
    Apa saudara dapat kuliah akupuntur selama ngambil SpKMB ?
    Praktek-lah sesuai dengan ijazah dan jangan ngambil lahan seorang fisioterapist, akupuntur atau pengobatan tradisional…
    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha
    OK

    • saya sebagai salah seorang perawat ingin meluruskan kepada saudara bahwa memang ada kewenangan kami sebagai perawat untuk melakukan tindakan yang tersebut diatas yang disebut dengan tindakan keperawatan komplementer. tindakan keperawatan komplementer antara lain : AROMATHERAPY, MASSAGE, REFLEXOLOGY, HIPNOTHERAPY, SHIATSU, BACH FLOWER REMEDIES, ALEXANDER TECHNIQUE
      ACUPUNCTURE, HERBAL MEDICINE *. dan itu semua masuk kedalam kurikulum pembelajaran kami di dunia pendidikan dan praktek keperawatan.
      Disini kami tidak bermaksud mengambil lahan orang lain, tetapi itu merupakan salah satu tugas dan kewenangan kami. maaf,,,,rejeki itu Allah yang mengatur. Bukan dengan mencaci maki jalan keluarnya tetapi saling intropeksi diri saja

  13. selamat berjuang buat pak nardi… pengalaman di neuro tidak akan terlupakan insya allah
    mudah2n se3tiap jalan yang kita tempuh dicatat sebagai amal dihari nanti…
    btw jenggot barunya oke juga ne….:) lebih keren… hidup sunnah…

  14. pie kabare kang, jangan sibuk nyari duit aja, mo dikemanaien, dah merid belum, semoga kami dikirim khabar…ok boss selamat berjuang…

  15. To…..faisal on April 27, 2008
    at 5:35 pm

    Menanggapi pernyataan anda terhadap saudara Nardi itu kok sy jengkel ya? anda profesinya apa? weh…beberapa dokter umum dikalimantan melakukan praktek akupuntur, apa di fak.kedokteran ada belajar mata kuliah akupuntur juga? kalau saran saya pak…jangan begitulah ya?

    ada suatu sistem yang mungkin belum banyak ditanggapi semua kalangan…saya pernah bertugas disebuah desa sangat terpencil diKalimantan Timur,akses jalan darat pada waktu itu masih mengandalkan jalan setapak ditempuh dengan roda dua selama 4 jam dari kota kecamatan sedangkan kota kecamatannya saja jaraknya 150 km dari kota kabupaten, saat itu saya bertugas seorang diri…setahun kemudian sy dipindahtugaskan kedesa terpencil lainnya dan seterusnya sampai sekarang sdh pindah sebanyak 4 kali dan lagi2 terpencil

    Pak Faisal… selama itu pula tdk ada dokter,bidan,ahli akupuntur,sarjana fisiotherapy,farmasi,ahli gizi dll….. adanya cuma saya + dukun 2 + dukun beranak 1 org…. nah sekarang sy tanya keanda : APA YANG SEHARUSNYA SAYA LAKUKAN?????? kalau anda tidak paham juga berarti anda itu goblok!!!!!cuma tahu protes saja!!!!

    saya hanya mengingatkan kepada anda bahwa PERAWAT KESEHATAN adalah sebuah profesi yang mempunyai kode etik,standar dan mencapainya harus melalui pendidikan Keperawatan minimal 3 tahun yang ditunjang oleh teori dan praktek serta membentuk pola prilaku yang baik

    disamping itu salah satu ciri profesi adalah mempunyai batang tubuh keilmuan (Body of knowledge)….jadi mengapa perawat selalu bisa menjadi siapa saja? bisa menjadi ahli gizi, bidan,ahli obat,ahli komputer, dokter bila terdesak, jadi dukun bahkan dukun beranak dan bahkan menjadi politisi,juru kampanye dllsbg banyak lagi kebolehan seorang perawat… termasuk tukang pijat , apalagi cuma akupuntur

    anda bisa jawab? nih sy beritahu jawabannya : BATANG TUBUH KEILMUAN KEPERAWATAN adalah merupakan ILMU TERAPAN atau gabungan dari berbagai macam Ilmu……. ANATOMI,FISIOLOGI,FARMAKOLOGI,SOSIOLOGI, PSIKOLOGI, BAHASA, SASTRA, KOMUNIKASI, MANAJEMEN, dll sbg berarti Perawat bisa jadi apa saj dong…. lah..iya toh!!!!!

    Sekian dari saya…saya hanya tidak senang dengan penghinaan terhadap profesi ini, termasuk penghinaan terhadap teman sy sesama Perawat.

    Wassalam… DAENGK

  16. PERHATIAN
    kalian disini semua perawat ataukah fisioterapist ?
    atau kalian ini sinshe ? herbalist ?
    ataukah nutrisionist ?
    ataukah akupunturist ?
    ataukah dukun ?
    ataukah ahli ilmu kebathinan ?
    jika anda perawat jadilah perawat yg profesional berdasarkan keahlian kalian sbg perawat ter-registrasi
    Jika anda masih perawat spk, upgrade donk ilmunya ?
    andaikan anda masih perawat akper, udah ketinggalan mas…
    lalu jika anda perawat Skep, kenapa malu dikritik ? ngaca dulu dech…..
    jaman gini ga mau dikritik en dikasih saran…..
    keep a professional nursing !!! don’t be ambivalence like a nurse sometime like a fisiotherapist sometime akupunturist sometime nutrisionist or sometimes a doctor…..!!!!

    • terima kasih atas kritiknya terhadap kami, saya sebagai salah seorang perawat ingin meluruskan kepada saudara bahwa memang ada kewenangan kami sebagai perawat untuk melakukan tindakan yang tersebut diatas yang disebut dengan tindakan keperawatan komplementer. tindakan keperawatan komplementer antara lain : AROMATHERAPY, MASSAGE, REFLEXOLOGY, HIPNOTHERAPY, SHIATSU, BACH FLOWER REMEDIES, ALEXANDER TECHNIQUE
      ACUPUNCTURE, HERBAL MEDICINE *. dan itu semua masuk kedalam kurikulum pembelajaran kami di dunia pendidikan dan praktek keperawatan.
      Disini kami tidak bermaksud mengambil lahan orang lain, tetapi itu merupakan salah satu tugas dan kewenangan kami. maaf,,,,rejeki itu Allah yang mengatur. Bukan dengan mencaci maki jalan keluarnya tetapi saling intropeksi diri saja

  17. Hai Boss masih ingat aku khan? Penjaga RSUD Manna, igat? Aku gembira elo masih eksis di dunia perawat ntar jg aku mau bljr bikin web site, ajari aku au…

  18. Tn. Daeng.
    saya mau nanya dlm RUU Keperawatan (draft 19), BAB III,pasal 4d tentang Lingkup Praktek Keperawatan dikatakan bhw: “Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep”:
    1. Tindakan medis apa yg boleh perawat lakukan dan yg tidak boleh dilakukan ?
    2. Apakah perawat mampu memberikan pertolongan persalinan normal ?
    3. Apakah perawat bisa menulis resep obat ?
    Contoh kasus begini :
    Seorang ibu hamil primipara aterm 9 bln datang ke tempat praktek perawat mandiri dgn keluhan sakit perut hebat dan muntah2 setelah makan ikan laut.
    Bagaimana kita perawat mau melaksanakan ilmu keperawatan terhadap kasus tersebut ?
    -tindakan medis apa yg bisa perawat lakukan ?
    -seandainya ibu tersebut mau melahirkan apakah boleh kita lakukan persalinan yg kita sendiri blm yakin ini mau melahirkan atau keracunan
    -andaikan kita anggap keracunan, apakah kita boleh memberikan resep obat pd ibu tersebut ? terus obatnya apa yg mau kita resepkan ?
    -Kesimpulannya apa yg sebenarnya perawat bisa lakukan terhadap ibu tersebut bila datang ke tempat praktek perawat mandiri ?
    Terakhir,apakah kita perawat sudah siap buka praktek ? seperti sudahkah kita perawat trampil dan cekatan melakukan persalinan normal ? apakah kita perawat sudah mampu memberikan obat via resep yg kita tulis ?
    apakah semua perawat sudah mampu melakukan pengkajian fisik dan menyimpulkannya secara tepat dlm diagnosa keperawatan kita ?
    Dan andaikan kita perawat tidak cekatan dlm melakukan persalinan normal yg menyebabkan bayinya meninggal, kita kena tuntut ga’ ?
    Dan andaikan kita salah memberikan obat yg mengakibatkan ibunya pingsan atau bayi dlm perutnya meninggal,bisa dituntut ga’ kita perawat yg praktek itu ?
    Anda itu bener2 perawat yg goblok dan bloon, kalo anda ngerti sejarah pada tahun 1908 dimana banyak dokter yg tamat dari belanda dimanakah perawat saat itu ? Nah seiring dg waktu dan pertambahan dokter maka sejumlah anak bangsa di-didik oleh para dokter menjadi asisten dokter yg sekarang ini dinamakan perawat dan satu lagi akupuntur ada dalam kurikulum Fak. Kedokteran masuk dalam kuliah rehabilitasi medik. Anda Faham. Lalu sekarang coba:
    Tolong pak daeng gimana pendapatnya terhadap kasus diatas….!!!!

  19. Kalau anda tidak senang profesi perawat dihina maka jangan ngambil lahan profesi lain ya….
    Ingat, kami ini dari tim LSM Kesehatan dan anda pun termasuk kami monitor gerak-gerik praktek anda dan kami siap membela rakyat korban malpraktek perawat. Saran saya anda harus banyak belajar terutama hukum kesehatan agar pikiran anda tidak picik dan egoisme profesi alias rakus bin tamak bin serakah.

  20. Perawat tahun 70 berbeda dg tahun 80, 90,2000 dan 2008,terutama skillnya. Pada tahun 70, seorang perawat itu skillnya banyak dan hebat serta menguasai hampir semua bidang,namun perawat tamatan 1990-2008 skillnya minim sekali cuma bisa nyuntik,ganti perban dan kadang2 pasang infus. Perawat tamatan D3 skillnya beda dg S1 reguler dari SMA soal ketrampilan kliniknya, namun ilmu-nya juga kurang walaupun sudah sarjana, sedangkan perawat itu tidak dilihat degree-nya tapi skillnya, karena itu wajar kalau orang memandang rendah perawat, apanya yg mau dipuji atau dikasih honor ? Makin tinggi skill perawat tentu makin tinggi jasanya bukan ilmunya dan contohnya perawat di LN, mereka tidak ada istilah sarjana keperawatan tapi konsil keperawatan atas reward skill yg dimilikkinya. Jadi buat pak daenk anda itu termasuk perawat yg dusun semua dikerjakan dg terpaksa bukan anda itu perawat yg ahli terus dikatakan pintar juga tidak,dikatakan punya skill juga tidak, sebab masalahnya di dusun itu sumber daya manusianya minim tidak mengerti dg kesehatan apalagi hukum, nah kalau anda dikota,jangan coba2 hanya dg perawat bisa melakukan tindakan sirkumsisi karena ada hukumnya dan anda bisa dituntut bila terjadi kesalahan oleh karena dikota besar tindakan sirkumsisi tidak bisa dilakukan oleh perawat, saran saya anda banyak2 baca dan ikut pelatihan2 buat input neurokorteks anda agar skill dan ilmu anda sebagai ‘perawat dusun’ tidak ketinggalan informasi dan jangan gunakan korteks mamalia dan reptil anda dalam praktek perawat, karena objek perawat itu adalah MANUSIA sama dengan anda dan bukan BINATANG yg semau anda saja perlakukan sebagai uji coba ilmu perawat anda.

  21. Saya setuju bahwa nilai jual perawat itu terletak pada ketrampilan kliniknya atau skill dan bukan degreenya seperti sarjana keperawatan atau profesi ners, karena mereka lebih banyak teori daripada praktek skill di lapangan sehingga wajar saja kalau negara ini sedikit yg menerima perawat berdasarkan degree (Ners,Skep) menjadi PNS. Demikian juga pihak rumah sakit swasta yg tidak banyak menerima perawat ners. Oleh karena nilai jual ners,skep tidak tinggi,karena dianggap tidak mempunyai ketrampilan klinik alias skill yang lebih, toh masyarakat tidak butuh perawat yg banyak teori namun masyarakat butuh skill yang banyak dan hebat sehingga profesi perawat itu menjadi terhormat oleh karena skillnya.
    Sepertinya tuan daenk ini termasuk perawat yg banyak teori karena tidak bisa eksis di kota dan bertahan di desa sebab orang desa tidak tahu apakah tindakan pak daenk itu sudah benar atau tidak bila ada kesalahan yg fatal.
    Wassalam.

  22. Anda itu bener2 perawat yg goblok dan bloon, kalo anda ngerti sejarah pada tahun 1908 dimana banyak dokter yg tamat dari belanda dimanakah perawat saat itu ? Nah seiring dg waktu dan pertambahan dokter maka sejumlah anak bangsa di-didik oleh para dokter menjadi asisten dokter yg sekarang ini dinamakan perawat dan satu lagi akupuntur ada dalam kurikulum Fak. Kedokteran masuk dalam kuliah rehabilitasi medik. Anda Faham.
    Pertanyaan saya:
    Siapa yg ngajar ANATOMI,FISIOLOGI,FARMAKOLOGI ? apa ada perawat yg ahli anatomi,fisiologi atau farmakologi…dasar perawat dungu….

  23. Satu lagi, di FKUI ada PPDS Akupuntur jadi gelarnya dokter spesialis Akupuntur, nah anda itu harus tahu wilayah kerja profesi masing2, jangan ngambil wilayah kerja profesi lain, zaman sekarang ini banyak S2 Gizi, S2 akupuntur, makanya banyak bergaul dg orang kota biar melek informasi,jangan tahunya cuma dusun doank….cape deh….

  24. buat tuan daenk di dusun terpencil
    Perawat tahun 70 berbeda dg tahun 80, 90,2000 dan 2008,terutama skillnya. Pada tahun 70, seorang perawat itu skillnya banyak dan hebat serta menguasai hampir semua bidang,namun perawat tamatan 1990-2008 skillnya minim sekali cuma bisa nyuntik,ganti perban dan kadang2 pasang infus. Perawat tamatan D3 skillnya beda dg S1 reguler dari SMA soal ketrampilan kliniknya, namun ilmu-nya juga kurang walaupun sudah sarjana, sedangkan perawat itu tidak dilihat degree-nya tapi skillnya, karena itu wajar kalau orang memandang rendah perawat, apanya yg mau dipuji atau dikasih honor ? Makin tinggi skill perawat tentu makin tinggi jasanya bukan ilmunya dan contohnya perawat di LN, mereka tidak ada istilah sarjana keperawatan tapi konsil keperawatan atas reward skill yg dimilikkinya. Jadi buat pak daenk anda itu termasuk perawat yg dusun semua dikerjakan dg terpaksa bukan anda itu perawat yg ahli terus dikatakan pintar juga tidak,dikatakan punya skill juga tidak, sebab masalahnya di dusun itu sumber daya manusianya minim tidak mengerti dg kesehatan apalagi hukum, nah kalau anda dikota,jangan coba2 hanya dg perawat bisa melakukan tindakan sirkumsisi karena ada hukumnya dan anda bisa dituntut bila terjadi kesalahan oleh karena dikota besar tindakan sirkumsisi tidak bisa dilakukan oleh perawat, saran saya anda banyak2 baca dan ikut pelatihan2 buat input neurokorteks anda agar skill dan ilmu anda sebagai ‘perawat dusun’ tidak ketinggalan informasi dan jangan gunakan korteks mamalia dan reptil anda dalam praktek perawat, karena objek perawat itu adalah MANUSIA sama dengan anda dan bukan BINATANG yg semau anda saja perlakukan sebagai uji coba ilmu perawat anda.

  25. Dunia perawat carut marut dan hal tersebut berkaitan dg banyaknya jumlah S1 keperawatan yang tugasnya banyak menjadi dosen ketimbang tenaga kesehatan di rumah sakit. Hal inilah yang menurunkan citra dunia keperawatan oleh karena kebanyakan para skep tersebut tidak saja terlalu banyak berteori namun juga banyak tuntutan. Kita tahu bahwa perawat itu suatu profesi yang sangat memerlukan ketrampilan klinik ketimbang menabung ‘teori’. Sehingga banyaknya tenaga skep menurunkan “SKILL” perawat yang terjun ke dunia klinik. Dan fakta ini sangat erat sekali dengan banyaknya tenaga skep yang tidak mau terjun menjadi perawat yg mau belajar untuk menambah ketrampilan kliniknya. Banyak mereka yg skep maunya kalau kerja menjadi BOS tidak mau terjun ke bawah dan bisanya cuma cuap2 alias ber-teori saja. Inilah yg menurunkan martabat perawat dimata masyarakat bahwa perawat S1 itu banyak yg tidak bisa apa2 selain banyak tuntutan

  26. buat mr.daenk di samarinda (http://abdullahramli.blogspot.com/):
    Perawat tahun 70 berbeda dg tahun 80, 90,2000 dan 2008,terutama skillnya. Pada tahun 70, seorang perawat itu skillnya banyak dan hebat serta menguasai hampir semua bidang,namun perawat tamatan 1990-2008 skillnya minim sekali cuma bisa nyuntik,ganti perban dan kadang2 pasang infus. Perawat tamatan D3 skillnya beda dg S1 reguler dari SMA soal ketrampilan kliniknya, namun ilmu-nya juga kurang walaupun sudah sarjana, sedangkan perawat itu tidak dilihat degree-nya tapi skillnya, karena itu wajar kalau orang memandang rendah perawat, apanya yg mau dipuji atau dikasih honor ? Makin tinggi skill perawat tentu makin tinggi jasanya bukan ilmunya dan contohnya perawat di LN, mereka tidak ada istilah sarjana keperawatan tapi konsil keperawatan atas reward skill yg dimilikkinya. Jadi buat pak daenk anda itu termasuk perawat yg dusun semua dikerjakan dg terpaksa bukan anda itu perawat yg ahli terus dikatakan pintar juga tidak,dikatakan punya skill juga tidak, sebab masalahnya di dusun itu sumber daya manusianya minim tidak mengerti dg kesehatan apalagi hukum, nah kalau anda dikota,jangan coba2 hanya dg perawat bisa melakukan tindakan sirkumsisi karena ada hukumnya dan anda bisa dituntut bila terjadi kesalahan oleh karena dikota besar tindakan sirkumsisi tidak bisa dilakukan oleh perawat, saran saya anda banyak2 baca dan ikut pelatihan2 buat input neurokorteks anda agar skill dan ilmu anda sebagai ‘perawat dusun’ tidak ketinggalan informasi dan jangan gunakan korteks mamalia dan reptil anda dalam praktek perawat, karena objek perawat itu adalah MANUSIA sama dengan anda dan bukan BINATANG yg semau anda saja perlakukan sebagai uji coba ilmu perawat anda.

  27. Dunia perawat carut marut dan hal tersebut berkaitan dg banyaknya jumlah S1 keperawatan yang tugasnya banyak menjadi dosen ketimbang tenaga kesehatan di rumah sakit. Hal inilah yang menurunkan citra dunia keperawatan oleh karena kebanyakan para skep tersebut tidak saja terlalu banyak berteori namun juga banyak tuntutan. Kita tahu bahwa perawat itu suatu profesi yang sangat memerlukan ketrampilan klinik ketimbang menabung ‘teori’. Sehingga banyaknya tenaga skep menurunkan “SKILL” perawat yang terjun ke dunia klinik. Dan fakta ini sangat erat sekali dengan banyaknya tenaga skep yang tidak mau terjun menjadi perawat yg mau belajar untuk menambah ketrampilan kliniknya. Banyak mereka yg skep maunya kalau kerja menjadi BOS tidak mau terjun ke bawah dan bisanya cuma cuap2 alias ber-teori saja. Inilah yg menurunkan martabat perawat dimata masyarakat bahwa perawat S1 itu banyak yg tidak bisa apa2 selain banyak tuntutan,karena itulah maka pemerintah membuka D4 yg difokuskan kepada ketrampilan klinik alias SKILL dan bukan membuka lowongan kerja PNS buat perawat yg S2 dan S3 dan hal itu sudah sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap perawat yang sangat terampil dan cekatan serta tidak butuh perawat yg terlalu banyak TEORI.

  28. Mr. daenk
    Sebagai perawat senior,prestasi apa yang telah anda lakukan sehingga mendapat pengakuan di dunia keperawatan ? Apakah anda hanya bangga cuma bisa nyuntik,ganti perban,ngasih obat amoksisilin dan parasetamol di desa ? atau sudah besar kepala cuma bisa sirkumsisi juga di desa ? Segitukah kemampuan anda sebagai perawat dusun ? Anda lupa bahwa yang anda sebutkan itu adalah masa lalu anda dimana andalah satu2nya perawat sebagai mantri di dusun dan tapi ingat hal itu telah diberikan izin dan atas sepengetahuan pihak dinas kesehatan dan ITU MASA LALU, coba tengok sekarang,apakah anda masih berani SIRKUMSISI ? Jika iya, itu berarti anda tidak tahu apa2 soal hukum kesehatan ? Segitukah cuma kerja anda sebagai perawat ? Coba anda buktikan apa dan bagaimana fondasi ilmu keperawatan itu ketika anda dituntut dimuka pengadilan oleh Pak Jaksa akibat melakukan sirkumsisi dan telah memberikan obat amoksisilin pada anak yang menjadi kejang2 setelah anda sunat ?

  29. mantaaaaap

  30. UU Kesehatan Tak Pojokkan Perawat

    Menanggapi tulisan dan komentar2 Sdr Nardi tentang “UU Kesehatan Pojokkan Perawat” tanpa mengurangi penghargaan saya, ada beberapa hal yang perlu dikritisi. Sepengetahuan saya UU Kesehatan No 23 Tahun 1992.
    UU tersebut banyak menguntungkan profesi keperawatan. Contoh pengakuan secara akademis terhadap profesi ini terdapat pada Pasal 32.

    Hanya saja dalam UU tersebut menurut saya, belum memenuhi asas keadilan karena tidak memberikan tempat bagi perawat untuk praktik perorangan (Pasal 56). Namun pemerintah telah merespon dengan menerbitkan Kepmenkes 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat.

    Karena itu saya setuju Pasal 56 UU disempurnakan. Bila Sdr mengatakan perawat tidak boleh praktik, perlu dipahami lebih dulu dalam konteks apa.

    Kalau yang dimaksud praktik pengobatan atau medical treatment, memang bukan wilayah perawat. Namun perawat tetap bisa praktik mandiri dengan ilmu dan teknik keperawatan, baik secara individu maupun kelompok. Bukankah Sdr mengatakan, perawat sudah punya area yang jelas.

    Sdr juga mengatakan, seseorang yang tidak mengikuti prosedur dianggap malpraktek. Bahwa seseorang tidak dapat dikatakan malpraktek bila belum ada kerugian yang diderita oleh pasien baik material maupun immaterial.

    Saya kurang setuju bila Sdr mengajak memberantas terapi alternatif. Justru perlu memahami terapi alternatif karena saat ini banyak yang telah diakui keilmuan berikut hasil penelitiannya.

    Terapi alternatif bahkan baik bila dipadukan dengan konsep medis atau keperawatan.

    Terima Kasih

  31. to faisal yang LSM, tau gak lo kepanjangan LSM ? Lembaga Suka Malak !!!!

  32. BUAT dflsm :
    HUKUM DIBUAT UNTUK MELINDUNGI RAKYAT DAN MASYARAKAT DARI PIHAK YG TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB termasuk kalian perawat yg tidak ngerti hukum dan tidak mau bertanggung-jawab mau seenaknya saja buka praktek berkedok sok pelayanan kesehatan namun sesungguhnya mau cari DUIT-kan namun tidak ada back up hukum & UU-nya, karena itu LSM dibuat dan dibentuk untuk melindungi mereka yg menjadi korban akibat perbuatan orang2 yg tidak bertanggung jawab termasuk perawat !!!

  33. buat yang sewot……
    g usah ngancam2 lah, kalo emang ada dugaan malpraktik ya tinggal usut aja g usah ngomong2 g jelas, sok2 LSM lah, apalah.
    akupunturist, herbalist, bekam dsb itu kan pengobatan tradisional, dan itu ada pengsturannyya, jadi siapun bisa melkukann ya g harus dokter atau tenaga kesehatan.
    buat pak nardi maju terus lah, biasa lah “tetangga” sebelah kalo sewot mah.

  34. satu lagi yang koment negatif sama pa nardi kalo berani kasih juga dong e-mail atow alamat web-nya jadi kan komunikasinya g cuma 1 arah, jangn cuma bisa mgritik doang bos

  35. Buat dimas yg BUTA HUKUM:
    Coba anda renungkan kembali pada papan praktek sdr. nardi tertulis :
    KLINIK KEPERAWATAN ‘MANDIRI CARE’
    Mari kita kaji secara hukum melalui Keputusan Walikota dlm PERDA bahwa maknanya adalah :
    A. Ketentuan Kewajiban
    1. Sudahkah sesuai dengan izin praktek keperawatan dari Dinkes Kodya (Keputusan Walikota),Depkes dan PPNI ?
    2. Memenuhikah persyaratan permohonan izin praktik keperawatan ?
    3. Memberikan tindakan keperawatan yang akan dilakukan sesuai izin permohonan (namun faktanya apa ? faktanya terapi herbal bukan ?

    B. Ketentuan Larangan :
    1. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan standar profesi
    2. Menjalankan Praktik diluar ketentuan yang ada di dalam izin Praktik
    3. Memberikan atau meracik obat/suplemen
    4. Menjalankan Praktik dalam keadaan sakit dan mental terganggu

    C. Ketentuan Pencabutan SIPP
    1. Atas dasar keputusan Majelis Kehormatan Keperawatan
    2. Melakukan tindakan pidana

    Pertanyaannya :
    1. Apakah anda telah menjalankan praktik keperawatan sesuai dengan izin permohonan saudara kepada pihak yg terkait seperti Dinkes Kodya (Keputusan Walikota) ?
    Jawabnya :TIDAK SESUAI
    2. Apakah anda menjalankan praktik keperawatan sesuai dengan standar profesi perawat ?
    Jawabnya : TIDAK SESUAI
    3. Apakah terapi herbal sudah legal dan masuk dalam standar profesi perawat serta diakui oleh PPNI ?
    Jawabnya : BELUM LEGAL dan BELUM DIAKUI OLEH PPNI

    Jawabnya sangat tergantung dengan KEJUJURAN hati nurani anda sebagai perawat yg tentunya berakhlak mulia (???) serta dibutuhkan sikap gentlemen dari saudara bilamana praktek anda ada unsur menyimpang dari ketentuan yg ada dan bersedia untuk bertanggung jawab.

    Jadi sebaiknya anda SEKALIAN itu bekerja sebagai perawat yg profesional dan bukan menuruti nafsu anda untuk praktek yg bukan wilayah profesi anda apalagi sebagai perawat spesialis KMB

    Yang perlu digaris bawahi bahwa praktek herbal belum ada dlm standar profesi perawat.

    Dan izin praktek harus memenuhi PERDA WALIKOTA

    Sehingga tampak bahwa anda sangat tidak konsisten dg permohonan IZIN PERAWAT sebagai perawat namun pelaksanaannya sebagai HERBALIST

    Apakah profesi perawat telah kehilangan IDENTITAS ?

    apalagi yg buka praktek adalah seorang perawat yg sudah spesialis KMB pula….??????

  36. ass wr wb
    pha kabar kawan ? selamat puasa aja dulu. aku baru buka blogmu tak sengaja buka2 RSUD Manna, baguslah blogmu… salam buat ny…!! Kapan2 mainlah ke Manna ?

  37. Hallo apa khabar fikri……Bagaimana Khabanya RSUD Manna …Yang pasti tempatnya masih di Bengkulu selatan………Apa kegiatan saat ini…..
    Kalau kontak saya ke e-mail saja langsung….lebih yohud……Ok Thank

  38. salam perawat…
    sudah berkunjung ke perawatonline.com??

    kalau sudah jangan lupa untuk daftar di perawat.web.id yang merupakan weblog komunitas bagi para perawat yang doyan ngeblog…

    HIDUP perawat Indonesia…

  39. haduh2…
    saya bingung dengan orang yang ‘sok’ kontra dengan terobosannya pak Nardi…
    pada nyimak tulisannya pak Nardi gak sih??
    disitu dibilang dia hanya melakukan prakteknya sebagai perawat, sedangkan masalah akupuntur dilakukan oleh akupunturis (bukan Pak Nardi)…
    masalah menjadi herbalis, semua orang juga bisa (tukang tempe, tukang obat, tukang becak, atau tukang2 lain yang tidak bisa disebut satu persatu di sini), asal melalui mekanisme pelatihan terlebih dahulu oleh badan resminya, dan akhirnya orang tersebut memiliki sertifikat, jadi kenapa perawat yang notabene-nya bergerak di bidang kesehatan malah gak boleh??…
    untuk para oknum dari profesi lain,(inget loh saya bilang OKNUM, jadi jangan men-generalisasi ke salah satu profesi), kalo anda gak bisa bikin terobosan yang bermanfaat baik bagi masyarakat banyak sebaiknya anda introspeksi diri lagi, bukannya malah kasih komen yang sepertinya bukan dari orang berpendidikan kayak gitu…
    udah cukuplah masyarakat awam ngeliat petinggi pemerintahan gontok2an, anda2 sebagai tenaga kesehatan gak usah ikut2an, di mana hati nurani kalian??

    btw,pak Nardi masih inget saya?? hayo tebak…hehe…

  40. Ok….Trims Suportnya….MAri berjuang untuk kemaslahatan umat……Thank tahulah KITO….Wong palembang…..

  41. wah bapak salah orang nih….
    ini saya doni reguler 2005, waktu itu pernah diajarin lab KDM sama bapak… waktu itu bapak bertugas gantiin bu Roro yang super sibuk….

    udah main ke perawatonline.com?? kasih komen yah disana…
    makasih pak

  42. buat faisal yang anggota LSM… ngakunya orang berpendidikan tapi kok ngomongnya katro buanget sih…. kayak preman aja… gak pantes dibaca orang

    kalo anda memang orang berpendiidkan pasti dapat memberikan kritik yang membangun dengan tutur kata dan bahasa yang sopan… tapi wajar aja, jangan-jangan ini LSM gadungan…. maklum aja jaman sekarang banyak orang mengaku LSM yang akan melindungi rakyat. tapi nyatanya hanya kedok yang hanya mencari keuntungan sendiri…. apakah anda termasuk didalamnya?????? (hanya hati nurani anda yang bisa jawab)
    yang SOPAN…
    buat pak nardi… maju terus pantang mundur… orang sirik mah biasa…

  43. Ditujukan pada doni sebagai kritik atas komentarnya on September 18, 2008
    at 6:59 am
    Peran perawat sebagai advokat klien dan manajer kasus harus terlebih dahulu diuji material apakah perawat itu memang benar2 mampu sbg Perawat kontemporer yg dpt menjalankan fungsi dalam kaitannya dengan berbagai peran pemberi perawatan, pembuat keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator, komunikator dan pendidik. Karena semua itu secara teoritis yg cuma ada dalam textbook. Untuk kompetensi ners dan ners spesialis juga perlu dievaluasi keahliannya dan ketrampilan kliniknya melalui uji kompetensi karena begitu tamat tidak semua ners maupun ners.sp langsung bisa mempraktekkan ilmunya serta memberikan pelayanan kesehatan dg keahlian tertentu, mengingat selama pendidikannya banyak mengerjakan tugas-tugas ketimbang merawat klien/pasien langsung sehingga jam terbangnya sangat diragukan. Contoh ners dan ners.sp yg barusan tamat ditempatkan diruangan intensive care dan emergensi harus menjalani pelatihan skill intensive care dan emergensi terlebih dulu dan setelah lulus uji kompetensi di bidang intensive care dan emergensi barulah bisa diberikan tanggung jawab menjabat sebagai manajer kasus.
    nah kembali lagi apakah menurut sdr. doni bahwasannya pak nardi sudah lulus uji kompetensi sebagai ners spesialis dlm memberikan pengobatan herbal ?

  44. Pak Nardi and rekan sejawat Ytc
    Bagaimana jika issues penting sebagai pro dan kontra didiskusikan dalam forum ini dengan bahasa yang santun dan dilandasi keinginan mendapatkan solusi yang tepat.
    Saya percaya temen2 perawat yang muda dan berprestasi ingin berkontribusi dalam menyehatkan bangsa ini.

    Komentar yang sehat mencerminkan memiliki kepedulian, tanggapan sebagai masukkan yang berarti menggambarkan kebesaran hati
    Maju terus Keperawatan

  45. OK……saya berterima kasih kepada semuannya baik pro-kontra, kasar halus……caki-maki, dukungan dlll

    semuanya menjadi masukan berharga, saya setju dengan pendapat pipin_farida@yahoo.co.id, masukan sangat baik dan ok setuju banget……

  46. Kritik yg membangun sangat diperlukan khususnya bagi profesi perawat, dan kritik yg disampaikan itu walaupun pedas dan emosional lah yg bisa memberikan cambuk yg sangat keras agar kita terus berjuang jadi biarkan saja komentar itu berkembang entah pro-kontra, kasar-halus dan caci-maki,sehingga yg punya blog tidak terlena dg komentar yg isinya penuh pujian dan sanjungan yg dpt menjerumuskannya ke dalam jurang kesombongan.
    Dan sangat relatif sekali batasan mengenai komentar yg sehat dan sakit karena itu sangat subjektif sekali tergantung latarbelakang sipemberi komentar namun tolong di baca dan dihargai saja.

    Trims

  47. @ yoke
    emang sebagai herbalis perlu uji kompetensi sebagai ners spesialis yah??

    tolong kasih tau referrnsi yang menyatakan itu donk, mungkin saya yang kurang ilmu…

  48. apa iya terapi herbal termasuk wilayah perawat spesialis KMB ?
    apa saja area kompetensi untuk ners spesialis KMB ? apa termasuk praktek herbal ?
    kalau tidak ada uji kompetensinya, iya itu semua diambil dan dijadikan lahan padahal itu bukan wilayahnya, nah sebaiknya kalau mau buka praktek herbal jangan menggunakan jatidiri sebagai ners spesialis, jadi buka saja papan prakteknya seperti ini : “PRAKTEK HERBAL” tanpa ada unsur Klinik Keperawatan
    Tentang referensi anda minta sama PPNI sudah ada belum dikeluarkan buku kompetensi buat ners spesialis KMB ?
    iya bukan anda saja yg kurang ilmu tapi semua ners spesialis yg kurang faham atau pura-pura tidak tahu ?

    • memang ada kewenangan kami sebagai perawat untuk melakukan tindakan yang tersebut diatas yang disebut dengan tindakan keperawatan komplementer. tindakan keperawatan komplementer antara lain : AROMATHERAPY, MASSAGE, REFLEXOLOGY, HIPNOTHERAPY, SHIATSU, BACH FLOWER REMEDIES, ALEXANDER TECHNIQUE
      ACUPUNCTURE, HERBAL MEDICINE *. dan itu semua masuk kedalam kurikulum pembelajaran kami di dunia pendidikan dan praktek keperawatan.

  49. buat DONI,ada PR buat anda !
    1. Apakah sdr.doni menilai bahwa praktek herbal itu adalah bagian dari pelayanan kesehatan yg diberikan oleh ners spesialis KMB ?
    2. Sampai saat ini semua masyarakat awam tidak merasakan perbedaan pelayanan kesehatan yg diberikan oleh perawat vokasional (D3), ners dan ners spesialis apalagi yg doktor ners ???
    3. Ada anggapan umum di kalangan masyarakat awam bahwa semua pelayanan kesehatan yg diberikan oleh perawat vokasional (D3), ners dan ners spesialis apalagi yg doktor ners adalah SAMA yaitu sebagai TENAGA TERAMPIL dan bukan sebagai TENAGA AHLI
    Pertanyaan saya buat sdr.DONI,mas NARDI dan mbak faridakmb :
    Apakah “praktek herbal” yg dilakoni oleh sdr.nardi adalah mencerminkan keahlian dari ners spesialis KMB sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yg diberikannya kepada semua lapisan masyarakat dan sudah sesuai dengan kompetensi pendidikan KMB saat dibangku kuliah ?

  50. kami mencoba membayangkan bagaimana rasanya berobat dengan :
    1. ners spesialis KMB
    2. ners spesialis Komunitas
    3. ners spesialis Maternitas
    4. ners manajer

    Misalnya saja saya perempuan berusia 45 thn datang berobat dgn keluhan pusing dan muntah2 dan sedang hamil 3 bulan anak pertama kira2 dimana ya letak perbedaannya kalau datang ke ners spesialis KMB, ners spesialis Komunitas dan ners spesialis Maternitas… ???? trus charge-nya brp ? Ada yg bisa bantu nih….?

  51. begitu aja ko repot-repot. Perawat tidak bisa mengobat, tapi kok dokter bisa merawat….? Aneh juga yaaaaa. Kata-kata tersebut lebih populer lagi saat menjelang kematian soeharto(mantan Presiden RI), dimana saat-saat itu selalu disorot beritanya dari dokter yang merawatnya bukan dari dokter yang mengobatinya. Jadi wajarlaah kalau satu kata ini(merawat) dari bagian lingkup praktek keperawatan selalu diributkan. Mungkin karena sangking populernyadan luasnya cakupan dalam praktek keperawatan

  52. ah ketauan nih, ternyata ada unsur iri hati disini…
    pernyataan Anda sama saja kayak “apa iya narik ojek termasuk wilayah supir truk ?
    apa saja area kompetensi untuk supir truk ? apa termasuk menegendarai speda motor?”
    padahal gak ada salahnya kan supir truk nyambi narik ojek, karena setelah diperiksa, supir tersebut tidak hanya punya SIM B/B2, tapi juga punya SIM C…
    gitu aja kok repot…

  53. apakah maksud anda bahwa perawat itu karakternya sama dengan tukang ojek yg dan sopir truk yg kerjanya tidak punya aturan gitu ?
    sepertinya wawasan anda sangat sempit sekali, dan terbukti bahwa pendapat anda dan teman2 perawat lainnya seperti kata ibarat katak dibawah tempurung, kasihan de loh……
    Duh doni sungguh Gazebo sekali anda bahwa zaman gini kagak tahu yg namanya area kompetensi profesi, capek deh……..
    Dan kalo gitu, wajah perawat itu berarti sungguh sangat RAPUH bila di dalamnya terdiri anggota seperti mas doni, mas nardi dll…….

  54. don, kalo boleh saya generalisasi bahwa itulah jawaban seorang perawat entah itu ners ataukah ners spesialis dan sangat disayangkan sekali bahwa benar yg diragukan selama ini soal kualifikasi perawat ternyata benar adanya.
    Kalau suatu profesi tidak punya area kompetensi sudah barang tentu sama dengan tidak adanya rambu lalu lintas sehingga tukang ojek, sopir truk dan sopir angkot bakal tabrakan di jalan karena semuanya mau terus bergerak tidak ada yg tahu diri nah seperti itulah bila profesi tidak punya kompetensi, maka jadilah ners spesialis KMB buka praktek herbal, akupuntur, atau jangan2 nanti juga praktek dukun he he……
    Don, banyak2 ikut seminar dan simposium ya ternyata anda tuh gaptek dan kuptek…….

  55. lho..apakah maksud anda bahwa perawat itu karakternya sama dengan tukang ojek dan sopir truk yg kerjanya tidak punya aturan gitu ?
    sepertinya wawasan anda sangat sempit sekali, dan terbukti bahwa pendapat anda dan teman2 perawat lainnya seperti kata ibarat katak dibawah tempurung, kasihan de loh……
    Duh doni sungguh Gazebo sekali anda bahwa zaman gini kagak tahu yg namanya area kompetensi profesi, capek deh……..
    Dan kalo gitu, wajah perawat itu berarti sungguh sangat RAPUH bila di dalamnya terdiri anggota seperti mas doni, mas nardi yg tidak punya aturan atau tidak tahu aturan….???

  56. Kepada Yth Yoke S/………..Terima kasih anda menkritik saya dan mengatakan saya tidak tahu aturan……Justru saya sangat berpegang pada aturan…..untuk memperbanyak wawasan tentang aturan saya buat blok ini……dan asal anda tahu praktek yang saya jalankan saat ini sedang dalam permohonan perijinan…….Yoke anda sepertinya tidak suka dengan perawat spesialis….saya tahu anda ….sepertinya anda juga perawat, buktikan kalau anda mampu memperoleh gelar perawat spesialis…..

    Kita menjadi perawat spesialis karena ada aturan, ijin dan proses yang dijalankan dan itu tidak main-main…….silahkan yang tidak suka dengan perawat spesialis anda buktikan itu dengan bersaing dengan baik……tidak usah ngomong sana-sini…..

    Anda bilang saya tidak tahu aturan atau pura-pura tidak tahu aturan, justru disini…….saya berani menyamp[aikan pada blok ini karena tahu aturan…..jadi bagaimana hal ini bisa direspon dengan perawat lainnya…..tentunya dengan cara baik, TOLONG YOKE SAYA TUNGGU ANDA DITEMPAT PRAKTEK SAYA KITA BERDISKUSI LEBIH BANYAK DAN LEBIH BAIK……KALAU ANDA GENTEL SILAHKAN DATANG………DAN KALAU PERLU ANDA BAWA POLISI…KALAU SAYA MEMANG MELANGGAR ATURAN

    Untuk rekan-rekan sejawat perawat mari kita budayakan berdiskusi dan mengemukakan pendapat dengan cara yang lebih baik, sopan dan asertif.

  57. Mari kita kaji secara ilmiah dan rasional dengan menggunakan hati nurani kita yg mendalam bahwa :
    1. Selama pendidikan keperawatan,kita tidak pernah memberikan asuhan keperawatan berupa terapi herbal terhadap klien kita saat kita sedang masa mahasiswa
    2. Selama pendidikan keperawatan juga, tidak pernah ada advis dokter yg menyarankan obat herbal pada klien kita baik di bangsal anak, bedah, ataupun penyakit dalam
    3. Bahwa anda mendapat pendidikan herbal adalah di luar dari pendidikan keperawatan yg formal dan original
    4. Anda telah menodai ilmu keperawatan dengan mencampurkannya dengan pengobatan herbal sehingga seolah2 terapi herbal adalah bagian dari asuhan keperawatan

    Pertanyaannya adalah apakah anda masih mempunyai hati nurani melaksanakan terapi herbal sebagai ners spesialis ?
    Dan itukah artinya aturan main menurut anda bahwa anda adalah seorang ners spesialis KMB konsultan herbal ? resmikah aturan itu ? kalau resmi mana SK dari PPNI yg menyebutkan bahwa ners spesialis KMB dapat melaksanakan praktek herbal ….?
    Adalah wajar kalau saya menyimpulkan bahwa anda tidak tahu aturan dan tidak mau tahu aturan main yg sesuai dg kaidah keilmuan maupun organisasi.
    Tidak perlu polisi dan berdebat dg anda yg sudah jelas adalah seorang perawat yg sesat…..

  58. Yth Yoke…..Terima kasish anda mengatakan saya sesat, saya tidak tahu aturan, anda juga mengatakan kajian ilmiah mana ilmiah anda…….coba anda baca tentang Complementary Nursing yang tentunya berkaitan dengan perawatan dan pengobatan alternatif, kami memang tidak mendapat pendidikan khusus tentang herbalis, tetapi saya belajar diluar program formal jadi apa salah kita belajar yang lain.

    Dan kalau anda baca Teks-Book baru berkaitan dengan Medical of Nursing (karangan black, sorenson, Brunner dll) anda pasti akan temukan Complementary nursing yang salah satunya membahas tentang pilihan alternatif yang dapat diberikan pada pasien dan pasien berhak memilih beberapa opsi yang ditawarkan dan itu jelas diperbolehkan dan hak bagi pasien. coba anda baca beberapa buku diatas.

    Saya tidak mencampuradukan praktek keperawatan mandiri saya dengan herbal semua sudah ada porsi dan kewenangan masing-masing, dan kalau anda tanya PPNI itu kewajiban PPNI untuk cepat merespon kondisi kompetensi dari perawat saat ini…..apakah anda anggota atau pengurus PPNI…….apa kerjaaan sadara?????

    Anda mengatakan saya tidak profesional padahal sudah perawat spesialis, saya tidak punya hati nurani justru saya mengurus perijinan praktek melalui PPNI daerah….ya kalau mereka acc syukur kalau tidak mari kita berdiskusi antara PPNI, Pendidikan keperawatan, Profesi lainnya…….

    Jadi tolong yang anda katakan terhadap saya saya bisa konter bahwa semua yang anda sampaikan tidak benar…………………………….
    Memang kenapa kalau kita perawat bisa memberikan alternatif solution bagi pasien untuk yang lebih baik…….Anda komplen wong yang kelompok herbalis saja tidak komplen………….?????????

    Memang PPNI atau perawat di Indonesia akan rugi dan turun derajatnya kalau bisa belajar ilmu lain ……coba anda berfikir yang lebih terbuka, demokratis dan MAJJJJJJJJUUUUUUUU……Gito lhoooh

  59. uh jadi makin yakin aja saya…
    kalo perawat itu bener-bener pekerjaan yang mulia…
    kalo keperawatan itu bener-bener butuh orang yang berpikiran maju dan gak hanya terbatas pada sebuah aturan yang simpang siur di negara tercinta kita ini…
    kalo perawat adalah sebuah profesi yang sangat berpotensi untuk maju sehingga banyak yang mencoba untuk menumbangkan kami sebelum berdiri…
    kalo keperawatan sangat-sangat sabar menghadapi semua tantangan, baik internal maupun dari eksternal profesi…

    @ manusia-manusia yang mengkritik saya:
    1. terima kasih kritikannya walaupun tidak membangun sama sekali, at least buat introspeksi diri saya aja supaya gak jadi manusia seperti kalian… simpulkan sndiri aja ya kalian manusia seperti apa…=)
    2. kalo saya dibilang gaptek n kuptek sama surya, tolong anda cari tahu dulu arti gaptek n kuptek, wong situs saya aja rame banget dikunjungi orang, dan semua klien saya puas atas hasil kerja saya di bidang IT…
    3. buat bung yoke, Anda kok kayaknya tau banyak tentang keperawatan, jangan2 Anda perawat yah??kalo iya, berarti Anda sangat frustasi dengan profesi semulia perawat. Kalo bukan, syukurlah orang seperti Anda bukan perawat…

  60. oiya buat Pak Nardi:
    1. Maju Terus pak
    2. akan selalu ada rintangan untuk berbuat baik
    3. daftarin blog-nya di http://aggregator.perawat.web.id biar makin banyak orang yang tau kebesaran profesi perawat
    4. sekalian mau minta supaya bapak nulis artikel seputar keperawatan, boleh mengenai profesi, akademis, maupun opini ke http://www.perawatonline.com
    5. Sukses selalu ya pak, kapan-kapan mau nih ngobrol bareng Pak Nardi, biar gak dibilang “gaptek n kuptek” (istilah yang sangat salah)lagi sama si surya…

  61. perawat mana lg yg praktek herbal selain anda di dunia keperawatan di Indonesia ?
    apa sudah baku bahwa praktek herbal sudah masuk dlm kurikulum pendidikan keperawatan baik Akper maupun STIKES dan FIK di Indonesia ?
    sepertinya itu hanya wacana anda saja yg menginginkan agar praktek herbal yg ada dlm buku ajar dpt diadopsi namun belum ada pengakuan dari PPNI atau institusi pendidikan perawat toh…….
    jadi jangan bawa2 praktek herbal dlm praktek keperawatan kalau belum diakui oleh organisasi PPNI, institusi pendidikan perawat ataupun oleh pemerintah, sebaiknya tugas anda disana harus berjuang dulu agar terapi herbal masuk dlm kurikulum pendidikan perawat dan dapat diajarkan ke semua pendidikan keperawatan di Indonesia agar dpt lisensi praktek perawat sekaligus herbalis dan kalau tidak itu berarti hanya impian anda saja…………..
    @doni
    anda sangat gaptek dan kuptek soal info keperawatan yah,barangkali penyebabnya karena umur anda masih bau kencur untuk dpt dikatakan berpengalaman sebagai perawat ya toh………

  62. sebaiknya coba anda renungkan bahwa :
    perawat mana lg yg praktek herbal selain anda di dunia keperawatan di Indonesia ?
    apa sudah baku bahwa praktek herbal sudah masuk dlm kurikulum pendidikan keperawatan baik Akper maupun STIKES dan FIK di Indonesia ?
    sepertinya itu hanya wacana anda saja yg menginginkan agar praktek herbal yg ada dlm buku ajar dpt diadopsi namun belum ada pengakuan dari PPNI atau institusi pendidikan perawat toh…….
    jadi jangan bawa2 praktek herbal dlm praktek keperawatan kalau belum diakui oleh organisasi PPNI, institusi pendidikan perawat ataupun oleh pemerintah, sebaiknya tugas anda disana harus berjuang dulu agar terapi herbal masuk dlm kurikulum pendidikan perawat dan dapat diajarkan ke semua pendidikan keperawatan di Indonesia agar dpt lisensi praktek perawat sekaligus herbalis dan kalau tidak itu berarti hanya impian anda saja…………..
    @doni
    anda sangat gaptek dan kuptek soal info keperawatan yah,barangkali penyebabnya karena umur anda masih bau kencur untuk dpt dikatakan berpengalaman sebagai perawat ya toh………

  63. @yoke:
    emang saya masih bau kencur,masih imut, masi cerah masa depannya,makanya masih seneng men-support orang2 yg lebih berpengalaman seperti pak Nardi ini, emangnya situ??
    hihihi…. no offense… =p

  64. Kepada YTH Yoke S……Saya tidak tahu apakah anda perawat atau bukan perawat tetapi kayakya anda merasa saya rugikan padahal tidak sama sekali……anda katakan PPNI saja belum melegalkan tentang herbal……….tetapi PPNI juga telah membuka wawasan tentang complementary nursing…..Kalau anda orang PPNI atau Pengurus PPNI tetunya anda tahu Tentang StandarKompetensi yang dikeluarkan oleh PPNI yang sampai saat ini masih menunggu persetujuan BIRO HUKOR Depkes……asal anda tahu dan bila anda membaca tentang standar kompetensi yang terdiri dari Kompetensi Umum, Kompetensi Inti dan Kompetensi lanjutan (Pilihan) dan diantaranya pada Kompetensi lanjutan atau pilihan tertera jelas bahwa :
    Kode KES.PG.03.001.01 – Perawat memfasilitasi pilihan klien untuk menggunakan terapi alternatif
    KOde KES.PG.03.004.01 – Perawat menfasilitasi praktek penyembuhan tradisional yang diyakini oleh individu, keluarga dan komunitas.

    dari kedua kompeensi itu sudah jelas kalau kita bisa berperan pada terapi tradisional salah satunya ya herbal………..baaimana menurut anda..??????? dan hal-hal ini yang harus menjelaskan PPNI, Standar kompetensi ini sudah dibuat sejak tahun 2006 dan sampai saat ini pemerintah belum melegalisasi karena menunggu UU Prakte keperawatan, tetapi pengabdian terhadap rakyat ya harus dimulai kapan lagi……

    saya tidak mengada-ada dan bukan wacana dari saya itu sudah Nasional ada di PPNI…..kalau anda orang PPNI harusnya tahu itu……..
    Saya saat ini hanya memulai sesuatu yang bisa dilakukan perawat, sambil menunggu bagimana realsasi PPNI dalam mengatur tentgang pratek mandiri perawat dan praktek berkelompok….

    Jadi saya gak tahu apa yang anda bilang saya tidak tahu aturan sesat…….padahal anda sendiri tidak memahami apa itu kompetensi perawat Indonesia.

    @ Doni….Thank semua supportnya, perlu diingat support itu bukan saja untuk saya pribadi ..juga berkaitan dengan teman-teman yang lain karena sudah beberapa teman memulai praktek herbal/tradisional……Ok Good luck terus belajar, berjuang tetapi kita jaga Sopan santun, etika dan asertifitas sebagai seorang profesional. BELAJAR TIDAK HANYA DIBANGKU KULIAH TETAPI SEKITAR KITA MERUPAKAN PELAJARAN YANG SANGAT BERHARGA.

    Untuk tulisan Ilmiah yang lain saya suda menyediakan tetapi saya sendiri belum banyak waktu untuk di depan komputer karena sebagai perawat spesialis harus komitmen bahwa disamping mengajar kesibukan saya saat ini adalah di RSCM di Ruang Neurology untuk tetap mengaplikasikan ilmu kita….Jadi benar bahwa perawat spesialis tidak hanya ngajar tetapi harus punya pasien itu yang saya lakuka saat ini, jadi kalau Yoke, Syurya….bilang macam-macam,kritik ya biar saja…….yang penting kita tetap menjaga profesionalisme yang sesungguhnya….Amin..1000000x

  65. To semuanya Herbal saat ini tidak digolongkan sebagai obat..seperti yang dikatakan Yoke S, herbal atau tradisional alternatif saat ini digolongkan sebagai suplemen saat ini kayaknya sudah dibahas, Yoke saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan…dan saya mempelajari tentang herbal secara khusus dengan sertifikasi…..jadi jangan salah sangka herbal yang saya berikan sudah melalui uji klinis dan pada jalur distribusi yang benar……klau masalah tanggung jawab itu pasti saya akan tanggung jawab, don’t worry be happy………dan prinsip penyembuhan alternatif harus dilihat dari beberapa faktor tergantung individu mau apa gak, dan penyembuhan herbal berbeda orientasi dengan medis…..atau dengan obat-obat medis jelas beda, makanya belajar dan baca biar anda juga tahu……tidak kaku…..

    Kompetensi yang saya sampaikan itu sudah jelas ada di PPNI klau anda mau ya datang ke PPNI Pusat……apalagi anda orng PPNI Masa tidak tahu….capek deh….

  66. Anda sebagai perawat spesialis sangat tidak ber-kompetensi melakukan pengobatan herbal dan coba simak peraturan menkes tentang CAM tahun 2007 dibawah ini :
    Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1109/MENKES/PER/IX/2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan pada BAB IV Pasal 10 ayat 4 menyebutkan bahwa Praktik perorangan pengobatan komplementer-alternatif hanya dapat dilakukan oleh dokter atau dokter gigi

    Dan pasal 14 ayat 2 point b: Tenaga kesehatan lainnya mempunyai fungsi untuk membantu dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan pengobatan komplementer-alternatif secara sinergi dan atau terintegrasi di fasilitas pelayanan kesehatan

    Kesalahan anda adalah :

    -Fasilitas pelayanan kesehatan hanya berupa Klinik Keperawatan ini tidak ada dokter yg memilikki SBR-TPKA, ST-TPKA dan SIK-TPKA yg mengawasi praktek pengobatan komplementer-alternatif yg hanya dilakukan sendiri oleh mas nardi sbg ners spesialis
    -Bahwa mas nardi sbg ners spesialis telah melakukan praktek perorangan berupa memberikan pengobatan komplementer-alternatif yang hanya dapat dilakukan oleh dokter atau dokter gigi
    -Bahwa mas nardi sbg ners spesialis ini belum mempunyai registrasi memilikki SBR-TPKA, ST-TPKA dan SIK-TPKA untuk praktek pengobatan komplementer-alternatif berupa Akupuntur, Thibbun nabawi, pengobatan herbal (produk HPA), Becam, Kiropraktik

    Koq Anda berani sekali mengatakan sudah jelas ada di PPNI, apakah PPNI kagak tahu nih dengan permenkes CAM thn 2007 diatas atau anda yg pura2 tutup mata ?

  67. Kalau menurut Kepmenkes tersebut…yan boleh melakukan Komplementary terapi adalah dokter dan dokter gigi bagaimana anada melihat banyaknya praktek-praktek komplementary terapi yang saat ini sudah menjamur dan sudah dilegalitas oleh dinas kesehatan …………kok Tidak konsisten……bagaimana advokasi anda terhadap masyrakat kalu begini, jadi anda mencaci maki saya tetapi anda membiarkan yang lain tetap ada……..Proposionalah anda itu……praktek saya tidak ada yang dirugikan baik individu,masyarakat, pemerintah dll……..anda tidak perlu kwatirkan saya……saya berani tanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Masih banyak tempat praktek kesehatan yang melanggar aturan ……….dan itu anda biarkan.

    Pro dan kontra biasa tetapi tidak perlu anda sampai keluar urat begitu………

    Dan anda asal tahu Komplementary yang saya lakukan saat ini sedang dalam proses perijinan dan kalau bisa ….kenapa anda sibuk….???????

    dan juga asal anda tahu ditempat saya klinik keperawatan just is name dan yang melakukan semua itu sudah ada orangnya masing-masing
    Akupuntur ada sendiri (sertifikasi), HPA saya sudah lisensi…….dari HPA dan sudah pelatihan, mana yang salah saya lakukan…….saya menyadari saya saat ini belum berbuat banyak hanya menunggu ijin…..sambil menunggu boleh dong dipromosikan dan diaplikasikan sementara……tanggung jawab ya kita mas………

    DAn anda tahu thibbun nabawi, becam itu kan cara penyembuhan sejak zaman rosul (nabi muhamad) dan di Islam semua itu dianjurkan untuk dilakukan………………

    Jai saya say kira cukp diskusi dengan anda saya tahu maksud anda………….kalau anda tidak setuju ya sudah jangan buka blog saya…….gitu aja repot

  68. Untuk semuanya akan ditertibkan oleh pihak dinkes kota dan bilamana dalam razia terhadap fasilitas kesehatan yg tidak bisa menunjukkan registrasi memilikki SBR-TPKA, ST-TPKA dan SIK-TPKA untuk praktek pengobatan komplementer-alternatif berupa Akupuntur, Thibbun nabawi, pengobatan herbal (produk HPA), Becam, Kiropraktik akan dberikan sanksi mulai dari sanksi administrasi sampai sanksi pidana, dan dapat dikenakan denda uang sanksi sampai bernilai 100 juta apabila terbukti tidak sesuai dengan permenkes cam 2007, silahkan saja anda buka dan praktek herbal asalkan anda memiliki SBR-TPKA, ST-TPKA dan SIK-TPKA untuk praktek pengobatan komplementer-alternatif

  69. Pernyataan ini saya setuju silahkan di TERTIBKAN……Tidak pandang bulu yidak pilih kasih, semua yang tidak sesuai dengan aturan silahkan ditutup………saya tunggu kerja anda

    Termasuk saya, kalau anda mendapati saya sedang praktek atau melakukan tindakan atau ada laporan dari masyarakat kalau saya melakukan pelanggaran laporkan…………gitu saja kok repot………..

  70. PENGUMUMAN :
    Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi WNI pria dan wanita luusan DIII/DIV/S1/S2 untuk diangkat sebagai CPNS Departemen Kesehatan yang akan ditempatkan di Kantor Pusat dan seluruh Unit Pelaksana Teknis milik Departemen Kesehatan di Daerah.

    Untuk keterangan lebih lengkap klik http://www.ropeg-depkes.or.id/.

  71. Terima Kepada semuannya….Mudah-mudahan ada hal positif yang dapat diambil dari Blog saya ini dan bila ada hal negatif mari kita mencari solusi untuk dapat bekerja sama memperbaikinnya………………..Siapa yang ingin melamar CPNS telah ada informasi yang disampaikan oleh jasmine silahka diaksess

    Terima kasih banyak semoga bermanfaat

  72. Assalamu’alaikum, mas Nardi……kritik apapun itu pada profesi perawatan baik positif atau negatif tentu akan melecut kita sebagai perawat agar lebih berpikiran maju, lebih bijak dalam bersikap, lebih santun dalam bertutur kata dan lebih profesional dalam bertindak. Yang pasti, masih banyak pasien yang memerlukan perawat yang care dan profesional. Jangan pernah pantang menyerah:) Go Nursing..Go Nursing..Go!!

    Wassalam

  73. asslm,pa Nardi
    terima kasih atas informasi tentang keperawatan yg telah membuka mata saya untuk menjadi perawat,walaupun saya baru menapak kan kaki&meraba-raba tentang dinia keperawatan,karena saya masih menimba ilmu&baru tingkat satu,di perguruaan tinggi swasta Bandung,saran saya bagaimana bila dalam Blog pa Nardi terdapat pengetahuan pembelajaran keperawatan,berbagi pengetahuan untuk orang2 seperti saya,terima kasih smoga impian semua perawat tercapai,AMIEN….

    WE CAN DO IT!!!!!!!!
    WASALAM ^_^

  74. jadi perawat jangan kayak kaum bani israil,banyak tanya…tapi pertanyaan itu yang buat perintah allah jadi gk di laksanakan..terus aja berbuat nardinurses.saya gak begitu yakin dengan yang memberi kritikan yang menggebu-gebu itu lebih baik dari mas..salam sejawat dari banjarmasin

  75. Buat ian-sh yang ngerti hukum.
    Tujuan hukum memang demi keadilan dan kepentingan rakyat, tetapi fakta bahwa banyak para penegak hukum yang notabene ngerti hukum, memanfaatkan hukum untuk kepentingan pribadi toh!. Hukum, aturan perundangan kan di buat oleh pemerintah dan DPR yang berasal dari dari kalangan politik, yang jelas2 sekarang banyak terjerat kasus hukum. Yang untung siapa? orang2 yang yang ngerti hukum dan melihat celah hukum toh!

  76. VIDIO DEMO PERAWAT masng code youtube na kok ngitu ya?

  77. Yth Pak Priyanto….

    Ya pak maaf salah setting nanti diperbaiki…yang penting bisa dilihat dulu pak…..soalnya masih perlu bayak belajar….Thank….

  78. Ass…
    isi blog ini seru banggtt apalagi komentar2nya. saya baru saja masuk di akademi keperawatn jadi mohon bimbingan dan masukan dari bpk, yang insya allah nantinya saya menjadi calon perawat.
    Keep spirit n dont’ give up buat pak nardi. Apalagi bpk, presiden aja dikritik.
    Dosen saya bilang kebanyakan penghuni surga adalh seorang perawat (hehehehe…….)
    “SPIRIT FOR NURSING do the best for all exspecially for the patient”

  79. Kepada Vita…..Terima kasih telah berkunjung…ke blok sederhana ini dan saya sampaikan anda menjadi yunior perawat dan akan menjadi perawat…..Mudah-mudahan dapat menjadi perawat yang Cerdas baik science maupun spiritual………dan jangan putus belajar lanjutkan sampai jejang perawat spesialis, saya contohkan saya sendiri saya masuk perawat dari periode SPK, DIII, SI dan sekarang Spesialis…..Maju pantang mundur dan terus mengabdi bagi umat……

  80. MAJU TERUS PERAWAT Q…

  81. Saya mahasiswa akper jayakarta…
    saya sangat salut pada anda, semoga saya bisa seperti anda, AMIEN…
    saya ingin menjadi nurse yang sangat baik dan mempunyai title baik,semoga saja saya bisa.
    mohon bimbingannya ya mas…
    FS saya kodokbuduk@yahoo.com
    mampir ya mas.
    thank’s

  82. Saya mahasiswa akper jayakarta…
    saya sangat salut pada anda, semoga saya bisa seperti anda, AMIEN…
    saya ingin menjadi nurse yang sangat baik dan mempunyai title baik,semoga saja saya bisa.
    mohon bimbingannya
    FS saya kodokbuduk@yahoo.com

    thank’s

  83. Yth Kodokbuduk@yahoo.co.id
    Terima kasih masukannya, sya senang anda mau berkunjung ke blok saya…..mari sama-sama belajar …..belajar dan terus belajar…..Profesi Keperawatan baik-buruk tergantung perawatnya, Profesi keperawatan maju-mundur tergantung kita perawat, jadi mari semuannya berfikir positif, terus belajar dan terus mengabdi untuk negeri…..Amin

  84. sya selaku mahasiswa akper jayakarta, merasa sangat tertantang untuk mengikuti jejak anda….

  85. terima kasih bpk Nardi Nursing’s
    mudah-mudahan saya bisa seperti anda.

    dari hati yang terdalam saya bersedia menjadi perawat. karena saya meyakini inilah profesi saya dan saya senang dengan profesi ini…

    target saya ingin menjadi perawat profesional.
    dan saya mengingin kan itu semua…

    sukses untuk anda, dan terus semangat.

  86. Nardinursing TERUSKAN KLINIK MANDIRINYA.
    DUKUNGGGG TERUS.
    BIAR ANJING ANJING MENGONGGONG, MENCICIT, KAFILAH tetap berlalu.

    ilmu keperawatan seharusnya buka cabang ilmu baru yaitu enterpreuner kesehatan.

  87. saya perawat dengan lulusan spk dan d3 keperawatan , sangat tergugah dengan membaca blog dan komentar dari para pembaca blog yang bisa membuka mata saya tentang keperawtan.

    Terimaksih untuk pak nardi, semoga perawat bisa terus berkembang dan tidak dijadikan penduduk dunia no 2 dalam artian tidak lagi dipandang sebelah mata, terlebih lagi masih ada yang menganggap PROFESI PERAWAT disama ratakan dengan BURUH.

    semangat untuk perawat , maju terus !!!!

  88. Bagi yang berkomentar …sdr.djokosunardi9@gmail.com untuk anda silahkan datang saja kalu anda merasa penasaran……membuka wawasan, berdiskusi itu sudah hukum alam…siapa saja boleh, kenapa anda larang-larang…anda komentar juga boleh, mau datang kepraktek saya silahkan……kita buktikan saja…….keberanian anda itu…tak tunggu ya….

  89. salam kenal, saya senang sekali dengan munculnya beberapa sejawat dengan blog-blog keperawatan.
    semoga keperawatan bisa lebih baik.

  90. Mas Nardi, kami beberapa hari ini sedang berjuang ke DPRD BS karena
    sudah dilecehkan oleh pihak manajemen RS, setiap kebijakan hanya berpihak ke dokter.
    mohon dukungannya. dan kl mau ngirim ole2 dan suport ke fikri.a07@gmail.com

  91. contoh kasusnya dung tentang pelanggaran etik moral sekaligus pemecahannya

  92. saya sangat terharu dengan website bapak ini. ini pertand kita perawat mampu dan sejajar dengan rekan sejawat seperti dokter begitu juga tenaga kesehatan lainnya

  93. Tidak bisa model praktek sdr. nardi ini disejajarkan dg prakteknya dokter,oleh karena dokter itu buka praktek sudah sesuai dengan standar profesi kedokteran dan standar kompetensi yg dikeluarkan oleh konsil dan badan kolegium kedokteran…nah sedang sdr. nardi itu papannya praktek keperawatan namun nuansanya perdukunan dan malah tidak sesuai dengan kaidah yg sesuai dg layaknya seorang perawat spesialis praktek keperawatan yaitu tidak sesuai dg kaidah dari konsil dan kolegium keperawatan…malu dong sbg perawat yg sudah spesialis buka praktek herbal. Apa kata profesi lain bila tahu akan hal ini..??? kesannya seolah2 perawat itu tidak profesional dan tidak mengerti dg standar kompetensi.

  94. memang kemajuan keperawatan tidak lepas dari saran-kritik, salah-benar,maju-mundur,kalah-menang,salah-benar dan sebagainya, karena semua hal diatas perbedaanya sangat tipis dan relatif.

  95. Pa kabar kbr kakak seperguruan… ? Ini kali pertama sy membuka blog ini dan wou..uuw, sy cukup tkgt-kgt membaca isinya.Btw: selamat berjuang yach…. perluas terus wawasan dan tampilkan fakta-fakta, smg dengan demikian akan m’gugah nurani phk yg kontra. Oh, ya… jangan lupa SETENGAH DIEN yach…

  96. Apakabar semuanya??? Blognya sejuk dan bagus semua. Argumennya menarik untuk disimak. Oke selamat berjuang……

  97. Kang Mimid Munajat, SH dan Teh Nyai, AmKeb di Purwakarta simak blog ini baik2. Selamat berjuang dan sukses aja…….

  98. Blog Mas Nardi sangat membuka wawasan khususnya ttg ners spesialis. Ternyata Saya junior mas Nardi. Alhamdulillah, Sy diberi kesempatan tuk menimba ilmu di FIKUI, skrng Semster 1 Sp KMB, mohon bimbingannya. Semangat buat Mas, maju trusss, pantang mundur….
    (rasanya kepengen bgt bersilaturahim ke kliniknya, alamtnya dimana ya mas?, thaks a lot)

  99. perawat memang selalu direndahkan tp perawat lebih mulia dari profesi yang lain,terus berjuang dan sukses selalu…………………….

  100. keep on struggle buat pak Nardi.
    Saya banyak belajar dari blog ini.
    Terima kasih bwt kritikus-kritikus yg kritik blog ini dan profesi keperawatan, toh anda sudah membantu saya belajar sedikit tentang UU praktik keperawatan.
    Buat perawat Indonesia mari kita sambut kritikan tersebut dengan slam hangat, sebagai pelajaran dan bukan sebagai tembok penghalang buat maju, tetapi sebagai motivasi untuk maju dan menjadi Profesional yang lebih baik.

    Di mata manusia, perawat boleh aja dianggap rendah, tp di mata yang Tuhan yang Maha Kuasa tidak, karena dimata Tuhan kita itu sama.

    Mhon bimbingan dari Pak Nardi selaku Dosen saya sekarang di Poltekkes JKt III.

    Trima Kasih.
    God Bless Nurse.

  101. heheheh………tanggapan buat, om nardi ttg profesi perawat rame juga…, ya semuanya itu asam garamnya organisasi. di DPR aja ada pro & kontra. tapi anda semua, yg pinter2 dan jenius….hati – hati lho dalam kasih coment….. ANDA DI SINI BCR TTG HUKUM maka anda sendiri tidak sadar, bhw tullisan anda sangat2 tidak patut. anda bisa di pidanakan lho. INGAT UU I.T.E ( jangan sampai jadi PRITA jilid dua) ………

  102. Maju terus pak nardi jangan takut,anda perawat inspiratif yang menginspirasi saya.

  103. maju terus perawat indonesia………

  104. kalo saya ngikut ajaaaaaaaa…………
    mendukung dari belakang semoga sukses coy…………..

  105. saya sanggat mendukung bila ada yang mau membuat kemajuan jugah perubahan di dunia keperawatn……
    maju terus perawat indonesia….

  106. Assamu’alaikum Wr. Wb.
    Terimakasih Pak Nardi telah menyediakan dan menambah satu lagi rumah baru untuk perawat di dunia maya. paling tidak bisa rumah ini bisa meningkatkan citra baik perawat bagi orang-orang yang memiliki sikap bijak. adapun bagi orang2 yang masih memiliki keterbatasan “bijak”, akan melihat dari sisi yang negatif. tapi itulah dinamika dunia. tak mungkin qta mengharapkan semua orang akan mendukung dan mencintai kita sekalipun itu baik.
    *******
    Memang dunia perawat di indonesia sekarang memasuki masa-masa yang sulit, sebab berada dlm upaya menunjukkan jati dirinya.
    ****
    Dari beberapa komen diatas, saya tdk setuju, ko dibilang perawat itu bodoh, tdk memiliki skill. dalam beberapa event sy menyaksikan bahwa profesi ini bisa berada dilevel yg sama bahkan dlm ilmu dan ketrampilan ini terbukti. misalnya; pada event training ACLS, tidak sedkt profesi ini”bisa mengungguli” profesi lain. bukan berarti kita lebih baik. walaupun demikian tentunya masih banyak yang “perawat” yang belum memiliki kemampuan dlm hal tsb. ini dikarenakan di negara ini pengakuan akan eksistensi profesi ini belum mendapatkan tempat, masih bersifat “sapi perahan”, sehingga membuat kerdil/ketidakpedean/ketakutan beberapa perawat untuk mengeksplor kemampuan mereka.
    ******
    Disisi lain jg saya sangat salut dengan beberapa org dari profesi kesehatan lain yang berani berkata lantang. Saya salut dgn perawat, mereka adalah (walaupun masih) mitra kami bukan pembantu kami. karena mereka menyadari bahwa keberadaan perawat adalah bukan hanya sebagai pelengkap. tapi juga sebagai penentu dan pemberi warna.

  107. …. memang profesi keperawatan terbagi menjadi 2 ‘kubu’ yakni ‘kubu’ praktisi klinis dan ‘kubu’ pendidik di akademis. Namun kedua hal tersebut memang merupakan peran seorang perawat/ners. Nah, banyak anggota profesi keperawatan yang hanya ‘egois’ mempelajari ilmu keperawatan saja.. Jarang yang mau mempelajari ilmu yang lain. Meski tidak linier, namun di beberapa kesempatan, ilmu tersebut dapat memberikan support pada dunia keperawatan. Contoh ilmu dan skill bahasa inggris, ilmu tentang hukum dan perundangan… dan masih banyak lagi… COntoh konkrit, mungkin ada pembaca (perawat/ners) masih ada yang menyamakan arti kubu dan ‘kubu’… Nah, ini contoh kita tidak mau mempelajari ilmu lain yaitu ilmu BAHASA INDONESIA.. Trims.. Selamat berkarya.. IMPROVE OUR HIPGABI .. YES!!

  108. semangat terus
    untuk membantu orang lain yang sakit pak…:)

  109. ah emang seru jadi perawat tuh . . Alhamdulillah banyak yang butuh tapi banyak juga yang mencaci , itu mah hukum alam . . salam kenal pak nardi . . ada beberapa profesi yang diakui oleh PBB dari segi kemanusianya dan tanpa pamrih >>>>> PERAWAT,,, GURU , , PMI,,,,PEMUKA AGAMA…… ternyata kita (perawat) salah satunya

  110. Salam kenal p nardi. saya bergidik membaca koment2 yang sinis dan menghina terhadap profesi perawat. tapi ….ya itulah perawat…makian tidak hanya berasal dari luar profesi perawat tapi juga berasal dari sesama perawat…dan itu semua akarnya adalah “KECEMBURUAN SOSIAL”. P nardi saya membutuhkan sumbangan ilmu dari p Nardi. Apakah perbedaan nyata antara perawat trampil dan perawat ahli? Apa tugas pokok perawat ahli? Terimakasih p Nardi sebelumnya, saya tunggu balasan p Nardi. MAJU TERUS…BESARKAN KLINIK PERAWATAN ANDA!!!

    • Terima kasih atas komentnya diblog ini…walaupun sudah lama saya tidak update…….
      Salam kenal kembali…patut disyukuri bahwa semua wacana, wawasan dan cacian merupakan bagain dari kehidupan profesi..mari kita bersama_sama membangun fondasi profesi keperawtan secara baik dan benar…..
      Atas pertanyaan saudara berkitan dengan istilah Terampil dan Ahli,,,,dalam segi bahasa juga berbeda makna, Terampil artinya hanya cakap dalam melakukan tindakan…Ketrampilan dalam melakukan tindakan, sedangkan Ahli lebih dari terampil…boleh dibilang Ahli disamping terampil dalam melakukan tindakan dia juga harus bisa menganalisa bahwa tindakan yang diberikan sudah sesuai dengan kaedah SPO, Etik legal, dan konsep yang benar atau dalam kata lain,,kalau terampil belum tentu ahli tetapi kalau ahli sudah pasti terampil…oleh karena itu perawat diharapkan tidak hanya terampil skillnya saja tetapi juga Ahli yaitu terampil Skill dan juga Knowlege (Pengetahuannya)……itu mungkin yang bisa saya sampaikan …mudah-mudahan bisa dipahami…kalau tidak mari sama-sama mengkaji dari segi tata bahasa maupun dalam keilmuan keperawatan….salam sukses..TKB

      • Semangat untuk pak Nurdin. Memang banyak hal masih harus dibenahi, termasuk persepsi, kompetensi, legalitas dsb…. namun itu semua adalah proses…tidak bisa langsung semua baik2 saja…. Dan saya salut sekali dg anda yg sudah mengaplikasikan sebuah konsep menjadi sebuah tindakan. Walau saya tahu, semua itu sedang mengarah pada bentuk yang lebih konsisten dari sebuah praktik keperawatan. Sy berharap kita bisa saling email utk membahas hal ini lebih detail.
        Salam kenal (alumni FIK UI angkt 1996).

  111. sssst jangan berisik… Ada yang sakit

  112. tidak perlu terlalu banyak komentar, Ini contoh2 praktik mandiri perawat murni keperawatan yg sudah eksis:

    http://www.perawatluka.com/

    wocare-clinic.co.cc
    greencareaskep.com

    http://www.therapiluka.co.cc/

    http://dharmamuliacare.wordpress.com/dharma-mulia-care-dhalia-care

    omset sudah ada yg mencapai puluhan juta/ bulan.

    so, talkless do more

  113. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. . . .

    Melakukan penilaian
    terhadap orang lain
    bukanlah sesuatu yang
    mudah dilakukan. Sebagai
    seorang yang diberikan
    pikiran, agaknya kita harus
    terlebih dahulu melakukan
    penilaian terhadap diri
    sendiri. maksudnya
    sebelum kita menilai
    orang lain, alangkah lebih
    baiknya apabila kita
    mampu interospeksi
    terhadap diri sendiri.
    Interospeksi diri sangat
    dianjurkan supaya kita
    bisa mengenali diri sendiri.
    Banyak hal yang bisa kita
    lakukan dalam rangka
    interospeksi diri. Evaluasi
    diri, apakah kekurangan
    kita dan bagaimana
    kelebihan kita, bisa
    menjadi sebuah cara
    interospeksi untuk diri
    kita. atau meminta rekan /
    sahabat terdekat kita
    untuk mengamati perilaku
    kita dan memberikan nilai
    objektif kepada kita
    supaya kita mengetahui
    kekurangan dan kelebihan
    kita, bisa juga dijadikan
    sebagai cara untuk
    menginterospeksi diri.
    Jadi sebelum kita menilai
    orang lain, ada baiknya
    kita memeriksa diri dulu.
    Dan ingat-ingat, kita tidak
    diperkenankan untuk
    melakukan penilaian
    terhadap orang lain hanya
    berdasarkan pikiran kita
    saja. Salah seorang trainer
    terkenal menyerukan
    janganlah kita menilai
    sesuatu berdasarkan
    pengalaman yang telah
    dialami sebelumnya, serta
    berdasarkan bayangan
    yang kita ciptakan di alam
    pikiran kita sendiri.
    Semoga bermanfaat. Sumber : kompas.com

    salam ukuwah perawat Indonesia, , ,

  114. I am curious to find out what blog platform you are working
    with? I’m experiencing some small security problems with my latest site and I would like to find something more safeguarded. Do you have any suggestions?

  115. First of all I would like to say fantastic blog!
    I had a quick question which I’d like to ask if you do not mind. I was interested to know how you center yourself and clear your head before writing. I have had a difficult time clearing my thoughts in getting my thoughts out. I do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are generally wasted just trying to figure out how to begin. Any suggestions or tips? Appreciate it!

  116. Hi, you have a great website. If you want to Get Unlimited Supply Of High PR Backlinks And Laser Targeted Traffic From Major Bookmarking Sites… All Done In Minutes On Autopilot! Check out http://bookmarkingdemonx.com/

  117. Sangat informatif pos. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbagi pandangan Anda dengan kami.

  118. Love it!

  119. The dictionary is the only place where success comes before work. Think about this. Let’s say you are promoting a site like this website in various places and you’re trying to attract as much traffic as you can. You are commenting on other blogs, you’re making forum posts in several forums, you are paying for putting banners in other blogs, anything possible to promote your blog. Using this tool, you can automatically convert any keyword in your blog to an affiliate link instantly. You can also cloak your affiliate links, track them and manage them right from your WordPress text editor. There is still much more to this so if you are interested, check it out http://www.ninjaaffiliate.org/

  120. Just a returning visitor browsing for a second and leaving a comment! Top notch web page btw.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: