KLINIK KEPERAWATAN

Selamat datang diKlinik Keperawatan Aku……Klinik ini merupakan bentuk implementasi dari keilmuan keperawatan yang memang banyak sekali ilmunya, tetapi sayang di Indonesia perawat tidak mendapat temapat yang semestinya seperti hal-nya perawat yang ada di Luarrr Negeri….Pemerintah dalam hal ini DepKes sangat dominan mengatur keberadaan perawat di Indonesia sampai-sampai pendidikanpun diatur seakan menjadi proyeknya depkes……….padahal perawat merupakan profesi mandiri yang seperti halnya profesi kesehatan lainnya seperti dokter dll…..tetapi herannya pendidikan dokter ataupun praktek dokter tidak sama sekali diatur-atur seperti perawat…………

Prakek perawatpun diatur sangat sulit padahal diluar negeri….praktek perawat mandiri sangat diberikan keleluasaan dan kebebasan dalam mengaplikasikan ilmunnya tetapi di Indonesia perawat seperti bahan ketawaan mereka…..OKEEELAH biar saja depkes mengurus kesehatan di Indonesia sesuai porsinya…TETAPI HARUS DIingat bahwa kewajiban menciptakan hidup sehat adalah semua warga INdonesia termasuk PERAWAT…….

KLinik Keperawatan ini benar-benar melayani hal-hal yang berhubungan dengan perawatan, konsultasi keperawatan atau hal-hal yang berhubungan dengan komplementary nursing…..alternatif nursing………

Inilah Tempat Praktek Saya….Murni Praktek Keperawatan dan Pengembangan Komplementary Nursing Lho…..

Foto klinik

Praktek Keperawatan Aku melayani Akupuntur,  Herbal dan Pengobatan komplementary nursing, diantaranya menyediakan obat-obat herbal yang sudah jadi dan yang belum dalam bentuk ramuan…….kami juga melayani beberapa deteksi penyakit dan alat dan laboratorium sederhana seperti; Gula darah, HB, Kolesterol dan Trigliserit, kami juga melayani Bekam, Kiropraktik dll……yang jelas KOnsultasi keperawatan termasuk menyediakan perawat untuk Home Care………………… 

Salah SAtu Pasien Kami – Kami melayani bagi pasien sesak nafas, seperti ashma Pelayanan yang diberikan dengan Nebulizer 

pasien1

Beberapa obat tradisional sebagai bentuk pengembangan Komplementary nursing Obat-obat produk HPA

obat1

 

 

 

PEMBERITAHUAN BAGI KHALAYAK (JANGAN SALAH DUGA – INI TIDAK MENIPU RAKYAT)

Seiring dengan adanya komentar-komentar negatif dari praktek ini saya sekali lagi tidak ada yang meniou rakyat dan rakyat tidak ada yang ketepu dengan praktek klinik saya semua dilakukan dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku……jadi teman sejawat dan teman lainnya jangan kuatir saya tidak menyaingi atau bersaing dengan saudara, Klinik Keperawatan adalah nama dan pelayanan didalamnya adalah salah-satunnya

Saya sendiri seorang perawat saya melakukan praktek tentng keperawatan…..dan akan melakukan ASUHAN KEPERAWATAN Yang benar

PRAKTEK YANG DILAKUKAN ADALAH SESUAI DENGAN PROSEDUR

AKUPUNTUR DILAKUKAN OLEH ORANG YANG MEMPUNYAI SERTIFIKAT AKUPUNTUR (Tentunya bukan saya)

HERBAL DILAKUKAN OLEH ORANG YANG SUDAH MEMILIKI SERTIFIKAT HERBALIS dan SAYA SENDIRI SUDAH MEMILIKI SERTIFIKAT HERBALIS YANG DIKELUARKAN OLEH HPA Group dan OBAT HERBAL YANG ADA DI SAYA MERUPAKAN PRODUK HPA dan SAYA SALAH SATU ANGGOTANYA…….JELAS

Terima kasih……………………………………………..

PEMBERITAHUAN – PELATIHAN – SEMINAR

Ikutilah program tahun 2009:

- Program chiropractic tanggal 7 – 8 Februari Narasumber: Odas Tsun Jana _ Biaya 100 ribu

- Program PIC Khusus Stokis Tanggal 14 – 15 Februari Narasumber: Yulyadi S dan Odas Tsun Jana_ Biaya 250 ribu

- Churapuntur Tanggal 8-9 Maret Oleh Helmi Herdianto_ Biaya 150 Ribu

- Foot and Hand Reflexology Tanggal 26 April Oleh Yulyadi_ Biaya 50 ribu

…………………………Informasi lanjut Ke 0811154895

Responses

  1. Dan yang ini jangan dilupakan lho… :
    KUHP Pasal 361
    “Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan, maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya”

    Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain :
    1. Perawatan luka
    2. Monitoring cairan infus
    3. Monitoring pemberian O2
    4. Pemberian injeksi
    5. Memasang sonde
    6. Fixasi / pengikatan
    7. Memberikan obat tanpa kolaborasi
    8. Melakukan tindakan terapi diluar kompetensi
    Mudah-mudahan bermanfaat

    • shin shin kowe ki ngomong upu….
      gj….
      kowe ki hakim po polisi.. umluk tok

    • Saya cuma ingatkan untuk orang – orang yang berpikir tentang pengobatan alami itu salah tolong baca Permenkes no :1076/menkes/2003, semua orang yang memiliki kemampuan untuk menyelengarakan pengobatan alami atau pengobatan tradisional di perbolehkan apa bila mempunyai kemampuan dan sertifikat di dalam pengobatan tradisional. dan sekarang di DEPKES, kuningan Jaksel sudah di bentuk pengurus pengobatan tradisional di bawah BUK dan dipimpin oleh Pegawai DEPKES setara ekselon 2.Dan saya sendiri adalah praktisi Natural Medicine yang sudah mengantongi S3 Ph.D(Acu) dari India dan yang sudah mengintegrasikan pengobatan naturopathy di rumah sakit tempat saya praktek.bisa di lihat di website saya http://www.husadaoriental.com.Thanks
      Regrads
      DR.jimP.M.Ph.D(Acu),MD(Acu),MD(AM),B.Acu,BASM,Bsc(Hom),
      DOM,DMLT
      http://www.husadaoriental.com/ 021-92819177 (Klinik Husada Oriental)

  2. Saya sarankan agar materi kuliah forensik dapat dipelajari oleh perawat agar tahu juga soal hukum dan undang-undang supaya perawat itu jangan semaunya buka praktek akunpuntur, herbal dan kiropraktik
    INGAT :
    KUHP Pasal 361
    Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan, maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya.

    Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain :
    1. Perawatan luka
    2. Monitoring cairan infus
    3. Monitoring pemberian O2
    4. Pemberian injeksi
    5. Memasang sonde
    6. Fixasi / pengikatan
    7. Memberikan pengobatan tanpa kolaborasi

    Ingat, anda tidak berkompetensi memberikan terapi nebulizer pada penderita asma di tempat klinik saudara tanpa kolaborasi dengan dokter ahli yang berkompeten dalam hal ini internist, pulmonologist dan paedriatrician

    Dan bila terjadi segala sesuatu terhadap pasien maka anda dapat dihukum sesuai dengan KUHP Pasal 361 dan KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik

    Semoga bermanfaat bagi yang lainnya

    • Untuk menjawab keraguan saudara tentang perawatan luka yang dilakukan oleh perawat mandiri di pelayanan balai asuhan keperawatan bisa kunjungi FB Klinik Luka Diabetes

    • semua pekerjaan mengandung resiko yg menjadikan orang lain terancam jiwa, tdk hanya perawat & dokter ,bahkan seorang pilot,nahkoda,masinis, sopir bus & ahli bangunan bisa mengorbankan puluhan bahkan ratusan jiwa manusia, itu sdh menjadi resiko, tp bukan berarti hrs ditinggalkan profesi tsb. tentu manfaat yg diharapkan masyarakat akan lebih banyak, coba perhatikan banyak manfaat yg dirasakan masyarakat hasil dari tangan2 trampil & kecerdasan perawat, malah bisa melebihi apa yg bisa dokter kerjakan akibat keterbatasannya. siapa yg memberikan pengobatan masyarakat dipelosok-pelosok desa, berapa bnyak anak2 kecil dpt dikhitan oleh perawat. sungguh amat membantu dlm pelayanan masyarakat yg begitu banyak keterbatasan SDM maupun fasilitas. sudah saatnya perawat mendapat perlindungan hukum & kebijakan wewenang yg adil dari para penguasa ,karena perawat sekarang semakin luas pengetahuannya .tdk sekedar melayani kebutuhan dasar manusia saja. semua ilmu didunia milik Allah AWT, manusia hanya merekayasa aturan & kebijakan saja. trim,s buat pa nardinurse atas inovatif & kretifnya. semoga perawat indonesia semakin dibutuhkan keilmuannya.

  3. KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik

    BAB IV

    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :

    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter

    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.

    Anda mau jadi perawat dengan tujuan komersil atau ikhlas melayani pasien semata

    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha

    OK

    • suc*k alumni almamater gw tercinta FIK UI dijelek2in kaya gini….

      Semangat Pak….!!!!!!!!!!

      hapus aja deh, comment2 dari sucker kaya mereka.
      They tryin’ to make you down…T,T

  4. INGAT NARDI ! JANGAN MENIPU MASYARAKAT !!!
    BAHWA MENURUT
    KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    BAB IV
    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :
    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter
    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.
    Anda ga malu sebagai perawat Sp.KMB tapi buka praktek melayani akupuntur
    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha
    OK

    • saya sebagai salah seorang perawat ingin meluruskan kepada saudara bahwa memang ada kewenangan kami sebagai perawat untuk melakukan tindakan yang tersebut diatas yang disebut dengan tindakan keperawatan komplementer. tindakan keperawatan komplementer antara lain : AROMATHERAPY, MASSAGE, REFLEXOLOGY, HIPNOTHERAPY, SHIATSU, BACH FLOWER REMEDIES, ALEXANDER TECHNIQUE
      ACUPUNCTURE, HERBAL MEDICINE *. dan itu semua masuk kedalam kurikulum pembelajaran kami di dunia pendidikan dan praktek keperawatan.
      Disini kami tidak bermaksud mengambil lahan orang lain, tetapi itu merupakan salah satu tugas dan kewenangan kami. maaf,,,,rejeki itu Allah yang mengatur. Bukan dengan mencaci maki jalan keluarnya tetapi saling intropeksi diri saja

    • SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HATI YANG TENANG BUAT MBA DEWI… ANDA BERBICARA SEPERTI ITU MENUNJUKKAN SIAPA ANDA SEBENARNYA, DAN SEPERTINYA ANDA BELUM PAHAM SEPERTI APA PORSI MASING-MASING, MAKANYA ANDA BERBICARA SEPERTI ITU… CARI TAHU SEBELUM BERBICARA MUNGKIN LEBIH BAIK BUAT ANDA MBA DEWI AGAR ANDA TIDAK MALU HATI..KOMPETENSI PERAWAT ITU SEPERTI APA..TERUTAMA UNTUK SPESIALIS… BILA ANDA SENANG DAN PUAS ATAS KOMEN ANDA SEPERTI ITU YA NDAK OPO-OPO……LANJUTKAN AJA BILA ITU MENGUNTUNGKAN DIRI ANDA…. TETAP SEMANGAT BUAT KLINIK KEPERAWATAN…!!!

  5. INGAT NARDI ! JANGAN MENIPU MASYARAKAT
    DAN BAHWA DALAM :
    KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    BAB IV
    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :
    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter
    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.
    Anda GA MALU apa sebagai perawar SpKMB namun buka praktek akupuntur
    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha
    OK

  6. INGAT NARDI ! JANGAN MENIPU MASYARAKAT
    DAN BAHWA DALAM :
    KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    BAB IV
    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :
    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter
    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.
    Anda GA MALU apa sebagai perawar SpKMB namun buka praktek akupuntur
    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha
    OK

  7. mas boleh bagi2 ilmunya g?saya juga berencana membuka layanan homecare di daerah saya (subang), tapi masih binun nih gimana persayratannya, apa langsung bikin aja atow hrs ke PPNI dulu, trs kalo nyari pasien yang khusus keperawatan mas gimana nyarinya, apa kerjasama sama dokter/gimana?kalo mas berkenan menjawab, itu sangat berarti buat saya
    atas perhatiannya terima kasih yamas :-), kalo berkenan juga mau g mas kirimnya ke e-mail saya al_fatih3@yahoo.com, makasih ya mas

    • PT. Rumah Perawatan Indonesia memeberikan pelatihan perawatan luka untuk perawat yang mau menjadi interpreuner atau kunjungi kami di akun FB Klinik Luka Diabetes

  8. Buat adimas,ini contoh SIK Keperawatan dpt download juga dari blog temen, menurutku apa iya pasien mau datang ke tempat homecare kita tanpa kerja sama dengan profesi lainnya
    CONTOH : …………..PERMOHONAN SIK ……………………………..

    Perihal : Permohonan Surat Ijin Kerja Kepada Yth.
    Bp. Kepala Dinas Kesehatan
    Kabupaten
    Di

    Dengan hormat,
    Yang bertanda tangan di bawah ini :
    Nama : ……….., S. Kep. Ners
    Tempat Tanggal Lahir : Kota, 11 Maret 1969
    Jenis Kelamin : Laki-laki
    Lulusan : S 1 keperawatan (PSIK) Univeritas ……
    Nomor SIP : 111.6/13/SIP/211/05554/XI/06
    Tempat Kerja : Staf Dosen ……………..
    Alamat Rumah :

    Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Kerja (SIK) pada Dinas Kesehatan Lumajang sesuai keputusan Menteri Kesehatan RI. Nomor 1239 / MENKES / SK/ XI /2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat.

    Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan :
    1. Foto Kopi SIP yang masih berlaku (2 lembar)
    2. Surat Keterangan Sehat dari Dokter
    3. Pas foto warna 4 x 6 sebanyak (3 lembar)
    4. Surat keterangan dari pimpinan sarana kesehatan
    5. Rekomendasi dari organisasi profesi (PPNI)
    6. Foto kopi transkrip nilai (2 lembar)
    7. Foto copi Ijazah terakhir (2 lembar)
    Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih
    Kota, 14 Juni 2007

    Yang memohon
    …………, S. Kep.Ners

  9. buat pa nardi, apa ada kurikulumnya SpKMB itu belajar teori dan praktek akupuntur ? Apa iya juga saudara diajari teori dan praktek pengobatan herbal ? Kalau anda mau praktek akupuntur, anda harus sekolah akupuntur minimal kursus itu pun anda harus di tes dulu dan melewati persyaratan administrasi jadi jangan ngerasa SpKMB anda berarti boleh praktek akupuntur, praktek aja sesuai dengan kompetensi saudara dibidang keperawatan medikal bedah, OKEEYY

  10. untuk pa nardi, apa ada kurikulumnya SpKMB itu belajar teori dan praktek akupuntur ? Apa iya juga saudara diajari teori dan praktek pengobatan herbal ? Kalau anda mau praktek akupuntur, anda harus sekolah akupuntur minimal kursus itu pun anda harus di tes dulu dan melewati persyaratan administrasi jadi jangan ngerasa SpKMB anda berarti boleh praktek akupuntur, praktek aja sesuai dengan kompetensi saudara dibidang keperawatan medikal bedah, OKEEYY

  11. INGAT NARDI ! JANGAN MENIPU MASYARAKAT
    DAN BAHWA DALAM :
    KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
    BAB IV
    Pasal 15
    Perawat dalam melaksanakan praktik
    keperawatan berwenang untuk :
    1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
    2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
    3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
    4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter
    Hal ini sudah jelas dan agar dapat difahami oleh sejawat perawat2 lainnya.
    Anda GA MALU apa sebagai perawat SpKMB namun buka praktek akupuntur
    Apa iya saudara dapat izin dari PPNI dan depkes untuk melakukan praktek akupuntur mengingat ijazah saudara itu keperawatan medikal bedah ?
    apakah anda diajari akupuntur saat belajar KMB ?
    Kalau mau dapat banyak uang maka sebaiknya anda berganti profesi saja sebagai pengusaha
    OK

  12. buat pa nardi, anda itu perawatkah atau fisioterapist kah ? atau ahli akupuntur-kah atau ahli pengobatan tradisional-kah atau dukun-kah ?
    saya jadi bingung nee

  13. sabar maaasss jgn esmos, ……….. kliniknya boleh juga, tapi udah bener nih bentuk praktik mandiri perawat demikian ?? kok kayak orang bingung sih sampeyan ?

  14. Mundur dong kalo gitu model prakteknya, dan jadi bahan ejekan khususnya dari kalangan dokter.
    Perawat jangan terlalu memikirkan praktek keperawatan mandiri, karena masyarakat kita di indonesia belum mau bayar kalo hanya konsultasi doang. Lain halnya diluar negeri…. kan sistem asuransi

  15. PERHATIAN
    kalian disini semua perawat ataukah fisioterapist ?
    atau kalian ini sinshe ? herbalist ?
    ataukah nutrisionist ?
    ataukah akupunturist ?
    ataukah dukun ?
    ataukah ahli ilmu kebathinan ?
    jika anda perawat jadilah perawat yg profesional berdasarkan keahlian kalian sbg perawat ter-registrasi
    Jika anda masih perawat spk, upgrade donk ilmunya ?
    andaikan anda masih perawat akper, udah ketinggalan mas…
    lalu jika anda perawat Skep, kenapa malu dikritik ? ngaca dulu dech…..
    jaman gini ga mau dikritik en dikasih saran…..
    keep a professional nursing !!! don’t be ambivalence like a nurse sometime like a fisiotherapist sometime akupunturist sometime nutrisionist or sometimes a doctor…..!!!!

  16. Mas, saya mau konsultasi dpt tugas buat askep tp bingung nee, riwayatnya seperti ini 3 minggu yg lalu pasien laki2 umur 17 thn diagnosa medisnya sindroma antibodi antifosfolipid karena tiba2 menderita kelumpuhan sebelah kiri dan pelo; 2 minggu yang lalu diagnosa medisnya anemia hemolitik dan malaria tropika karena hasil labornya dan 3 hari yang keluar juga hasil labornya dan diagnosa medisnya bertambah dgn talasemia beta minor-nya; yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa judul askepnya ? masalahnya banyak sekali ?
    2. Sepertinya mirip dgn stroke,bisa askepnya kita buat demikian ?
    3. Punya saran daftar pustaka-nya mas ?
    Semuanya sulit mencari askep di buku2 dan internet.
    Sebelumnya terima kasih mas

  17. Suami saya terkena serangan jantung satu minggu yang lalu akibat penyempitan pembuluh darah. itu kata dokter internist yang menangani. sekarang masih dalam pantauan dokter dan masih minum obat yang dianjurkan dari dokter. Apa boleh minum herba HPA untuk mengurangi dan menyembuhkan penyakit tersebut. suami juga menderita asam urat, kolesterol dan diabetes dan asma. apa therapi dan sinergi Herba HPA yang cocok dan waktu yang tepat untu minumnya ?

  18. kalau kita generalisasikan bahwa semua perawat bisa melakukan apa saja maka tidak berarti bahwa seorang perawat itu melakukan praktek apa saja,oleh karena perawat itu berhadapan dengan MANUSIA yang juga harus dijunjung martabat dan haknya sebagai konsumen,karena itu diperlukan hukun dan undang-undang yang mengatur kebebasan seorang perawat itu praktek, jadi perawat itu tidak bisa sebebas-bebasnya melakukan praktek seperti sirkumsisi, pemberian obat, dan tindakan invasif lainnya, hal ini akan berpotensi menimbulkan malpraktek. Dalam pendidikan kesehatan sudah ada akademi gizi yg bertugas menangani gizi, akademi fisioterapi yg bertugas dalam tindakan rehabilitasi medis, akademi rontgen,akademi rekam medis dan lainnya. Jadi seyogyanyalah bahwa perawat itu dapat berpraktek sesuai dengan ijazahnya sebagai profesi perawat dan untuk itu sudah ada aturan hukumnya, saya kira tuan daenk termasuk perawat yang buta dengan hukum dan tidak peka dengan sosiokultural.Trims

  19. Dunia perawat carut marut dan hal tersebut berkaitan dg banyaknya jumlah S1 keperawatan yang tugasnya banyak menjadi dosen ketimbang tenaga kesehatan di rumah sakit. Hal inilah yang menurunkan citra dunia keperawatan oleh karena kebanyakan para skep tersebut tidak saja terlalu banyak berteori namun juga banyak tuntutan. Kita tahu bahwa perawat itu suatu profesi yang sangat memerlukan ketrampilan klinik ketimbang menabung ‘teori’. Sehingga banyaknya tenaga skep menurunkan “SKILL” perawat yang terjun ke dunia klinik. Dan fakta ini sangat erat sekali dengan banyaknya tenaga skep yang tidak mau terjun menjadi perawat yg mau belajar untuk menambah ketrampilan kliniknya. Banyak mereka yg skep maunya kalau kerja menjadi BOS tidak mau terjun ke bawah dan bisanya cuma cuap2 alias ber-teori saja. Inilah yg menurunkan martabat perawat dimata masyarakat bahwa perawat S1 itu banyak yg tidak bisa apa2 selain banyak tuntutan,karena itulah maka pemerintah membuka D4 yg difokuskan kepada ketrampilan klinik alias SKILL dan bukan membuka lowongan kerja PNS buat perawat yg S2 dan S3 dan hal itu sudah sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap perawat yang sangat terampil dan cekatan serta tidak butuh perawat yg terlalu banyak TEORI.

    • setuju..

  20. maju terus jangan minder N rendah diri ,keritikan adalh pegas kita menuju kesukssan N biasanya orang yang mengkridik tanpa tau isi zat yang dikritik umumnya dinamakan bakteri tong kosong nyaring bunyinya.lanjut terus ilmu kedokteran moderen yg kita nikmati jaman ini ,dulu nya dieropa juga adalah ilmu perdukunan hasil dari riset/penelitian yang panjang &ketekunan para ahli zaman itu akhirnya ilmu perdukunan mereka diakui sebagai ilmu kedokteran yang kita kenal sekarang&diakui seluruh dunia.N jadi melihat sejarah perkembangan ilmu perdukunan di eropa apa salahnya kiata yang mempunyai segudang ilmu pengobatan trdisional dengan aneka metode kita gali dan kembangkan bersama -sama dengan penuh keiklasan ketekunan kejujuran insya allah suatu hari ilmu pengobatan tradisional dapat terangkat drajatnya maupun keilmiahaannya dan diakui seluruh penjuru dunia sebagai ilmu kedokteran tradisional indonesia.dan dijadikan baru meter pengkajian ilmu keshatan &penelitian penyakit & penyembuhan penyakit oleh para ilmuan cendikiawan pencinta ilmu keshataan diseluruh belahan dunia ini.amin.salm traditional doctor tabib djohan Akp SSiakhir kata maju terus anda tidak sendiri ribuan praktisi metode pengobatan tradisional akan mendukung anda.http://www.geocities.com/traditional_doctor/baby.html

  21. ditujukan pada lkpai:
    Mana sumber rujukan yg anda baca bahwa “ilmu perdukunan mereka diakui sebagai ilmu kedokteran” …??
    Kalau anda mau cari rejeki,silahkan saja dg metode pengobatan tradisional,namun apa ada bukti ilmiahnya dg hasil pengobatan tradisional anda ?
    Contoh; anda sakit gigi,apakah sakit gigi anda hilang cukup dengan mengunyah garam ? lalu istri atau anda sendiri hamil sungsang dan terlilit tali pusar,lalu apakah ada bukti bahwa cukup dengan minum 2 gelas air sirih maka masalah hamil sungsang dan terlilit tali pusatnya menjadi hilang seketika ? Kemudian saudara anda tiba2 menjadi psikopat apakah masalah psikopati menjadi hilang hanya dengan mengunyah rumput hijau punya tetangga ? Lalu anda menderita hipertensi,apakah cukup makan mentimun maka hipertensinya sembuh ? bagaimana dosis mentimunnya,perlu satu kilo-kah makan mentimun sehingga hipertensinya sembuh ?Sungguh anda adalah seseorang yg tidak punya dasar ilmu sama sekali bahwa setiap tindakan itu harus ada tanggung jawabnya seperti malpraktek dlm pengobatan tradisional berarti itu masalah hukum, tidak sembuhnya penyakit setelah menjalani pengobatan tradisional itu berarti masalah kurangnya ilmu kedokteran anda, jadi sebaiknya anda merenung diri terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu itu apakah anda sudah layak memberikan pengobatan tradisional ? apakah anda mau bertanggung jawab bila menyebabkan kerugian pada pasien yg anda obati ? dan terakhir 100 orang yg anda berikan pengobatan tradisional,berapa persen menjadi sembuh ? berapa persen gagal ? berapa persen mendapat efek sampingnya ?

  22. Komentar ditujukan pada lkpai ttg sejarah ilmu kedokteran yang benar dan lurusnya :
    Kedokteran (Inggris: medicine) adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.
    Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada umumnya adalah tradisi kedokteran yang berkembang di dunia Barat sejak awal zaman modern. Berbagai tindakan pengobatan dan kesehatan tradisional masih dipraktekkan di seluruh dunia, di mana sebagian besar dianggap terpisah dan berbeda dari kedokteran Barat, yang juga disebut biomedis atau tradisi Hippokrates. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu . Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Ilmu kedokteran yang seperti dipraktekkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran “ilmiah” (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).
    Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.
    Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.
    Pusat dari praktek kedokteran adalah hubungan relasi antara pasien dan dokter yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.
    Dalam praktek, seorang dokter harus:
    membangun relasi dengan pasien
    mengumpulkan data (riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik dengan hasil laboratorium atau citra medis)
    menganalisa data
    membuat rencana perawatan (tes yang harus dijalani berikutnya, terapi, rujukan)
    merawat pasien
    memantau dan menilai jalannya perawatan dan dapat mengubah perawatan bila diperlukan.
    Semua yang dilakukan dokter tercatat dalam sebuah rekam medis, yang merupakan dokumen yang berkedudukan dalam hukum

  23. Ha..ha..kenapa berbicara masalah undang-undang, bukankah selama ini juga undang-undang kesehatan tidak pernah jelas. Paranormal aja bisa praktek…apalagi notabene seorang perawat yang mempunyai ilmu pengetahuan dan skill??
    Yang terpenting adalah semua aturan tentang pendirian klinik telah terpenuhi baik itu syarat maupun orang yang memberikan therapy

  24. Buat toto on September 14, 2008 at 8:54 am
    Lho apa maksud anda bahwa Undang Undang Kesehatan selama ini tidak jelas ?
    Padahal paradigma keperawatan bermula dari Lokakarya Nasional Keperawatan I tahun 1983, dalam pertemuan itu disepakati bahwa keperawatan adalah pelayanan profesional.lalu Kemana anda perawat sekalian saat UU Kesehatan disusun ?
    Jangan2 saat UU Kesehatan disahkan, mas toto belum jadi perawat kan ? atau mas toto menjadi perawat karena pelarian saja.
    Bertambah lagi satu perawat yg juga BUTA HUKUM.
    Yang tidak jelas itu adalah PROFESI PERAWAT, sebagai suatu profesi yg katanya ngaku profesionalisme namun tidak punya :
    1. Standar Profesi
    2. Standar Kompetensi dan Uji kompetensi
    3. Pedoman Praktek Keperawatan
    4. Konsil Keperawatan
    5. Undang-undang keperawatan
    Sehingga ada perawat yang sudah spesialis mengajukan surat permohonan izin praktek perawat namun pelaksanaannya buka praktek HERBALIST, apa itu ngawur namanya ?
    Apa praktek herblist itu bagian dari ilmu pengetahuan dan skill-nya perawat ?
    Coba anda baca lagi Surat Keputusan Walikota tentang izin praktek perawat yang telah dikeluarkan,apa iya sudah termasuk Praktek Herbalist ?

    Karena profesi perawat itu tidak punya standar kompetensi profesi maka ada perawat yg sudah spesialis menjalankan praktek tidak sesuai dg ilmu keperawatan apalagi skill sbg spesialis KMB ?

    Apakah penjelasan diatas tidak cukup untuk membuktikan bahwa profesi perawat itu yang sebenarnya tidak jelas ?

    Undang-undang kesehatan itu sudah jelas dan disepakati oleh semua profesi kesehatan,yaitu dokter,farmasi,fisioterapist, refraksionist,nutrisionist,bidan dan perawat. Dan sampai sekarang semua profesi kesehatan tidak ada yang protes dan komplen, namun anda sebagai perawat kenapa baru sekarang bilang UU Kesehatan itu tidak jelas ?

    • ian-sh
      nafas ian bau bgt ih
      jgn terlalu banyak ngomong ya!!
      gak kuat aku sama nafasmu

  25. UNTUK SAUDARA IAN-SH…..
    TERIMA KASIH PADA SAUDARA ANDA SUDAH BANYAK MASUKAN DAN KRITIKAN TERHADAP BLOK SAYA………….TETAPI TIDAP PERLU ANDA SEAKAN-AKAN PERAWAT SALAH SEMUA…………SAYA MENGAJUKAN IJIN PRAKTEK INI DENGAN MAKSUD BAIK TIDAK ADA TENDENSI APAPUN JADI TIDAK PERLU ANDA KOMENTAR NEGATIF TERUS.

    DARI TULISAN ANDA SAYA TAHU ANDA, PINTAR HUKUM…..KALU ANDA PINTAR APAKAH SELAMA INI ANDA JUGA MEMBUAT KRITIK DAN MASUKAN YANG SAMA TERHADAP PROFESI LAIN DAN JUGA DEPKES. CONTOHNYA:
    1. DEPKES SUDAH TAHU UU SISDIKNAS NO.20/2000 BAHWA INTINYA PENYELENGGARA PENDIDIKAN TIDAK BOLEH DILAKSANAKAN OLEH DEPRTEMEN TEKNIS, SEPERTI DEPARTEMEN-DEPARTEMEN, TETAPI SAMPAI SAAT INI DEPKES MEMBUAT PENYELENGGARAAAN PEDIDIKAN YANG BANYAK SEKALI DAN MENERIMA MAHASISWA DARI SMA (UMUM), KALAU PENDIDIKAN KEDINASAN MUNGKIN ITU YANG BISA….BAGAIMANA ADVOKASI SAUDARA TERHADAP RAKYAT YANG NOTABENE SECARA UU SUDAH SALAH TETAPI MASIH TETAP DILAKSANAKAN
    2. CONTOH LAIN: PENDIDIKAN BIDAN YANG KURIKULUM BANYAK BERHUBUNGAN DENGAN BAGAIMANA MENOLONG PARTUS/PERSALINAN DAN KESEHATAN ANAK BALITA TETAPI KENYATAAN DILAPANGAN BIDAN BOLEH PRAKTEK, BOLEH DISPESING OBAT DAN BOLEH MEMBERIKAN OBAT TERMASUK GOL.G, DAN BIDAN BOLEH MELAKUKAN SEMUA JENIS PENGOBATAN DAN PENYAKIT SEPERTI TBC, HIV, LANSIA ANDA BISA BAYANGKAN BAGAIMANA JADINYA ……..KURIKULUM YANG SEDIKIT ITU BEGITU LULUS BISA MELAKUKAN SEGALANNYA….BAGAIMANA ADVOKASI SAUDARA TERHADAP RAKYAT DENGAN KONDISI ITU

    IAN-SH ….SAYA TIDAK MENCARI KAMBING HITAM, SAYA TIDAK MENCARI KESALAHAN PROFESI LAIN, DARI KEDUA CONTOH TERSEBUT SUDAH ADA PENYIMPANGAN DAN PENBODAHAN RAKYAT TETAPI SAMPAI SAAT INI TETAP DIANGGAP LEGAL DAN SYAH-SYAH SAJA……BAGAIMANA ADVOKASI ANDA, JADI KAMI YANG KECIL-KECIL INI TIDAK PERLU ANDA KRITIK HABIS DAN ANDA SALAHKAN …PENGARUHNYA TIDAK SIGNIFIKAN, JUSTRU KAMI INGIN BERBUAT BANYAK UNTUK RAKYAT…………DISINI TIDAK ADA YANG DITIPU DIRUGIKAN DAN LAIN-LAIN.

    JADI JANGAN NGOMONNG NGALOR-NGIDUL YANG SEBETULNYA KAMI SUDAH MEMAHAMI ITU…..WONG INSTITUSI SEBESAR DEPKES SAJA MELANGGAR…………..PIKIRKAN SAJA….Jawaban sdr pasti berkelit, mari sama-sama terbuka saja……kegagalan menciptakan hidup sehat bagi rakyat tidak berasal dari praktek keperawatan yang saya dirikan, Jadi sdr tidak perlu mencemaskan praktek seperti saya…….kalau anda keberatan datang saja, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya selama ada rakyat yang saya berikan tindakan komplen dan merasa dirugikan…….kalau tidak kenapa anda yang ribut, control anda lebih baik anda berikan pada hal-hal yang lebih besar…..seperti advokasi terhadap rakyat dari kedua contoh diatas…………!!!!!!!!!!!

  26. Trims atas masukan dan infonya dan keluhan soal advokasi tersebut sudah kami layangkan sama profesi bidan hanya saja mereka tidak punya blog yg bisa kelihatan dan dikomentari langsung, maaf saya keberatan kalau dibilang ngalor ngidul karena pendidikan saya S2 dan tentunya komentar saya berdasarkan fakta dan hukum yg berlaku, temen2 sejawat dari hukum sudah juga meneliti persoalan yg saudara pikirkan, hanya saja sangat disayangkan perawat seperti saudara dg level Strata 2 berbicaranya yg justru emosional dan ngalor ngidul dan ingat apa prinsip saudara sendiri dlm blog ini :”Tentunya anda lebih pinter dan tahu zamannya sudah zaman demokrasi, transpransi,,,,,keterbukaan jadi kalau salah akui salah….kalau benar akui benar. NURANI YANG BICARA BUKAN NAFSU MENJATUHKAN PROFESI LAINNYA>”
    Tampaknya anda tidak konsistensi dg motto hidup anda sendiri bahwa dalam klinik keperawatan yg anda buka tidak sesuai dg motto hidup anda yaitu tidak transparansi dan tidak ada keterbukaan…..Saran saya buat saudara nardi seharusnya anda mengajukan surat permohonan lagi buat legalisasi praktek herbal sehingga ada 2 papan praktek ditempat saudara.

  27. Kepada Ian-SH, Emosional bagi manusia wajar……karena ada sebab yang membuat saya emosional…kadang orang bicara hanya melihat satu sisi, kaku dan sempit……tidak melihat sisi yang baik dan manfaatnya, Jadi wajar tho klau saya kadang emosional……mudah-mudahan kritik dan saran anda bermanfaat bagi saya dan juga Teman sejawat saya………………………….
    Yang terakhir saran anda juga saya sedang pikirkan tetapi lagi-lagi saya terbentur dengan aturan yang seperti anda bicarakan dalam kritik saudara………Memang perawat seakan tidak diberi Peluang untuk berbuat lebih banyak……..Trims

  28. salam kenal….
    perkenalkan nama saya Rafika Dora dari Ilmu Keperawatan UGM. Saya lulusan tahun 2004 Prodi Ilmu Keperawatan, tapi sedang menjalani masa profesi. Mohon bantuannya terkait informasi lowongan pekerjaan sebagai pengajar. Saya tunggu informasinya Pak Nardi. terimakasih atas kerjasama dan informasinya, sekses selalu…

  29. Salam kenal Juga Untuk Ners Dora…….Kalau untuk mengajar kayaknya banyak lowongan …….tetapi banyak didaerah-daerah yang baru mendirikan STIKES-STIKES baru…….untuk informasi tempat saya tidak punya…OK semoga berhasil. Trims

  30. Praktek Mandiri Perawat itu cuma wacana lama dan tidak begitu populer, apa yg bisa dilakukan oleh perawat saat praktek mandiri ? Perawat yg praktek mandiri cuma perannya sebatas health educator alias penyuluhan, dan perawat itu cuma trampilnya di hospital oleh karena adanya kolaborasi dan delegasi dari dokter nah kalau perawat sudah praktek mandiri berarti tidak ada kolaborasi dan delegasi dari dokter maka perawat tidak bisa melakukan tindakan medis walau terbatas dan lalu APA LAGI YG BISA DILAKUKAN PERAWAT YG PRAKTEK MANDIRI ?

  31. wah mancing nih…. =p

  32. Trima kasih Pak Nardi. atas bantuannya membuka situs ini. sehingga banyak sekali membantu siswa 2 dalam mencari materi pelajaran. Selamat mengajar and sukses selalu.

  33. jadi perawat jangan seperti kaum bani israil di al-quran…lakukan apa yang kita bisa buat masyarkat,gk perlu terlalu banyak tanya…apalagi selalu mengaitkan dengan undang-undang.hal itu malah membuat kita vacum dan tidak berkembang.di banjarmasin belum ada perawat S2 seperti anda.mungkin mas berminat membangun karir di banjar?salam sejawat dari banjarmasin

  34. Dear All,

    Salam ‘peace’ untuk semua. Pertama saya ucapkan selamat pada pk nardi dengan klinik dan juga bloknya. Untuk komentar2 baik positif dan negatif mudah2an menjadi bahan untuk pendewasaan diri dan profesionalisme. Memang sudah saatnya ‘kita’ yang merasa ‘paham’ membicarakan bersama secara terbuka, ilmiah, dan tentunya aspek hukumnya, apa yang kita maksud dengan praktek keperawatan dan bagaimana menjalankanya. Siapa yang ingin menginisiasi? Semoga masyarakat Indonesia mendapat pelayanan keperawatan sesuai dengan yang kita harapkan.

  35. apakah anda benar2 n benar2 tapi tidak sebenarnya.mending praktek buka tempat pelacuran aja deh.banyak duit,usaha lancar.gmna???anda tertarik???

    • sabar, Mas. jangan sampai keceplosan hingga dapat memprovokasi keadaan, kita diberi ilmu sebaiknya dibarengi dengan iman bahwa ilmu yang kita punyai hanya stetes air di lautan dibanding ilmunya Alloh ta’ala, jadi siapa pun kita dalam menyikapi perbedaan marilah kita bijak dan melihat dari berbagai sisi, waspadalah nafsu syetan menjerumuskan hati kita terhadap penyikapan sesuatu yang tidak pakai iman, Ok semoga bermanfaat

    • komentar R324x menarik nih saya sarankan mas atau pak nardi nih jika itu berdiri saya yakin r324x jadi pelanggan pertamanya haha good..good…goood

  36. pak nardi terus, bergerak melalui media apapun untuk sosialisasi apa yang menurut kita baik untuk masyarakat kesehatan indoneisa. semakin banyak orang pintar, secara politik, pemerintah semakin banyak pilihan untuk sharing tanggungjawab terhadap masalah kesehatan di indonesia.

    pak mohon dibuat link ke blog saya di http://www.masfuri.wordpress.com terima kasih

  37. TO Uh-Oh@nyet2.com
    R324X

    Komentar anda tidak membagun, tidak profesional, tidak bermoral dan pelecehan terhadap profesi, silahkan sya terbuka terhadap kritikan tetapi seperti ini bukan kritikan tetapi pelecehan, siapapu dia yang bernama R324X (dokter, priofesi lain) anda adalah pecundang

    saya sampaikan kepada teman-teman yang membuka blog ini, inilah contoh pelecehan profesi……saya sengaja menampilan komentar yang kurang ajar ini…agar kita sadar bahwa profesi lain terhadap kita sangat kurang ajar……mari kita sportif, asertif untuk bersama-sama melakukan yang terbaik untuk negeri………

    • sabarlah mas nardi, ini ujiannya kalo mau lulus dalam percaturan hidup. Tenang aja setan/iblis atau yang sejenisnya jangan disalahkan karena manusia seperti r324xlah yang dapat menggelontorkan kata-kata tidak senonoh, memalukan tidak bermoral, tapi saya juga mohon maaf pada r324x sekaligus berterimakasih sebab saya mau ga mau jadi nanggapi juga. terima kasih sebab ujiannya memang agak berat tapi hikmahnya bagus. sudahlah damai semua masyarakat indonesia . saya prihatin melihat pertempuran ini. maafkanlah semuanya

  38. untuk Ian SH,,,

    teman saya pernah bilang dan kasih tau fenomena pengacara…

    bapak tau lagu maju tak gentar bikinan Simanjuntak:
    saya kasih tau y syairnya..

    maju tak gentar..
    membela yang bayar…
    maju tak gentar…
    psti kubuat menang..

    bener ga pak,,,?…

    itu kata survei yang sya lakukan dikabupaten bekasi dan jakarta lho…

    bisa bpk merubah imej itu?…

  39. saya rasa anda semua termasuk gol manusia yg munafik, survei dilapangan telah juga membuktikan bahwa banyak juga perawat yg “mencuri” obat ASKES baik miliknya sendiri maupun milik pasien lain diambil oleh perawat dan dijual di pasar pramuka dan banyak juga perawat yg menjual obat sama pasien baik di rumah sakit, klinik2 maupun puskesmas dengan dalih Caring atau mau menolong orang lain tapi sebenarnya mau anda itu mau cari DUIT juga bukan ? Telah banyak juga perawat seperti pak mantri di kampung buka praktek dengan dalih “menolong” tapi sebenarnya mencari DUIT dg cara tidak terpuji dan sangat tidak terhormat, berapa banyak perawat di klinik maupun praktek dokter yg dg mudah dikasih DUIT bisa duluan tanpa antri,..ah kalian perawat jangan MUNAFIK sok mau MENOLONG namun ujungnya juga DUIT….!!!! Sebaiknya kalian para perawat itu INTROSPEKSI DIRI…

    • Banyak sekali komentar..saya termasuk yang mendukung pak Nardi..hanya saja hati-hati sekali ya..
      Menanggapi komentar dari ‘ANONIM’..weleh..weleh..emosi sekali ?? jangan-jangan baru diputusin pacarnya yang seorg perawat nih..hehe..nyantai ajalah nim..
      jangan hanya menyudutkan satu sisi aja dunk..profesi manapun juga bisa berlaku sama..ga mau aja buka aibnya nim..kalau anonim tau justru profesi yang kelihatannya diagungkan banget ternyata busuk banget didalamnya..kasus malpraktik oleh profesi lain juga banyak yang saya saksikan sendiri hanya saja ga enak buka di forum..pilih mana? malpraktik atau duit ?…apalagi kalau pasien ga ngerti n dari desa..abis deh..
      Anonim sendiri kalo dikasih duit mau ga?? hayo…ga muna sih nim..kita emang kerja buat cari uang..CARING ITU DALAM PELAKSANAANNYA sekali lagi..Caring itu dalam pelaksanaannya..tapi tetep aja setelah itu kita harus minta bayaran nim..namanya juga kerja..kita sekolah n milih profesi tertentu karena ujung-ujungnya emang duit nim..
      emang anonim ga kerja?
      Survei di lapangan mana nim ? sepak bola madiun ?…kalo mau bilang survei anda harus punya data jelas dunk..jangan-jangan hanya dari omongan mulut ke mulut..kekecewaan dari segelintir org.
      Mencuri obat ASKES ?..taukah anda seluk beluk obat ASKES ?..
      Think before talk..be wise man..
      Ga minta-minta sih nim..suatu saat anonim sakit n lumpuh..coba ja ga libatkan perawat, biar dokter aja yg urus anonim..kebutuhan BABnya, BAKnya, dll…bayar aja dokter untuk mengerjakannya..mungkin lebih baik buat sdr anonim terkasih..

      Salam Sukacita buat Anonim

      Tina

  40. Untuk Yang terhormat anonim

    Anda mengatakan semua perawat…….saya rasa anda salah mengatakan semua perawat tetapi kalau anda mengatakan oknum mungkin benar dan bila saya katakan benar bila anda menpunyai data jelas……anda ngomon kan menurut persepsi saudara….saya tahu andapun ataupun semua orang diIndonesia juga munafik……katanya menolong eh…ujungnya duit juga…..saya tahu anda domisili dijakarta…..tetapi namapun anda sembunyikan dengan sebutan anonim……saya rasa andalah yang munafik…..tidak mau terus terang dan sembunyi…dibalik profesi anda…..Jadi tolong dengan justifikasi saudara yang bilang semua perawat salah…….anda mungkin punya pengalaman tidak menyenangkan dengan perawt anda….teteapi ingat tidak semua, saran anda untuk introspeksi diri itu akan kami lakukan setiap saat jadi……silahkan anda juga introspeksi diri juga……semua yang berbau kesehatan,hukum, politik di negeri ini semua pelakunya juga banyak oknum yang munafik (saya bilang oknum) tidak semua, makannya rakyat ini tidak sehat-sehat atau hukum diIndonesia semrawut dan banyak contohnya……….MARI SAMA SAMA INTROSPEKSI DIRI PROFESI ANDA JUGA HARUS INTROSPEKSI, BENARKAH ANDA MENGOBATI atau pembela hukum KARENA RAKYAT INGIN SEHAT/taat hukum ATAU HANYA KARENA INGIN MEMPERKAYA DIRI…..RENUNGKAN…NEGERI INI HANCUR KARENA KEMUNAFIKAN SEMUANYA….LIHAT PROFESI ANDA JANGAN LIHAT PROFESI ORANG LAIN

  41. saya setuju dg ANDA bhw ada OKNUM di semua profesi, jadi kepada noname, saya tahu bahwa anda berprofesi perawat yg ngaku terhormat dan mulia namun sangat disayangkan bahwa anda sbg perawat yg merasa MULIA bilang semua pengacara membela yg bayar, itukah cara perawat yg merasa berprofesi terhormat dan mulia menyampaikan keberatan anda pd profesi penegak hukum ?

  42. Assalamualaikum..Pak Nardi Yth.Sy sbg perawat bangga ats inisiatif,kreasi bpk di blog ini ataupn ditempat anda praktek.Saran sy maju terus,chayoo!Biarkan respon negatif dtg tp please berikan energi positif dr diri dan ilmu yg bpk miliki.Jgn terpancing untuk memberikn masukan negatif spt org lain menilai bpk.Ok pak,slamat bjuang..Majukan keperawatan kt melalui blog anda.Wassalam..

  43. Kepada Dian Rahayu……

    Terima kasih Dukungannya untuk semua perawat Indonesia, mar bersama-sama memajukan baik ilmu dan pelayanan masyrakat berikan yang terbaik bagi masyrakat walaupun banyak orang tidak baik dengan profesi kita….semoga perawat Indonesia jaya

  44. KPD YTH BPK NARDI.sukses selalu.dan pada para jenius human seperti yg ber inisial :ian sh dalam tulisan anda katanya s2.setau saya kalangan s2 hukum gelarnya mh kenapa anda cuma sh saja dan kenapa anda mencecar bpk nardi yg jelas visi misinya baik.apa anda tak ada klien sehingga menekan bpk nardi terus,bijaksanalah sedikit katanya s2.difakultas s2 kan pendaleman ilmu filsafat dikupas habis2an,agar kita lebih bijak dalam mengamalkan ilmu yg kita dapat di pasca sarjana begitu kira2 mungkin maksud para prof yang mengajar di s2saya kebetulan masih sekolah ,kenapa masih sekolah?karna saya selalu bodoh ,mohon dimaafkan jika tulisan saya memnuat anda gusar dan esmosi .salam kenal untuk rekan2 yg mendukung bpk.nardi,mahasiswa pasca sarjana jurusan sosial kemasyarakatan dan agama unhi dps bali indonesia

  45. KPD YTH BPK NARDI.sukses selalu.dan pada para jenius human seperti yg ber inisial :ian sh dalam tulisan anda katanya s2.setau saya kalangan s2 hukum gelarnya mh kenapa anda cuma sh saja dan kenapa anda mencecar bpk nardi yg jelas visi misinya baik.apa anda tak ada klien sehingga menekan bpk nardi terus,bijaksanalah sedikit katanya s2.difakultas s2 kan pendaleman ilmu filsafat dikupas habis2an,agar kita lebih bijak dalam mengamalkan ilmu yg kita dapat di pasca sarjana begitu kira2 mungkin maksud para prof yang mengajar di s2.tip untuk menghancurkan human yg berprofesi pengobat tradisional:kepmenkes 2003 ,dibaca yah tuan pengacara yang super jenius.saya kebetulan masih sekolah ,kenapa masih sekolah?karna saya selalu bodoh ,mohon dimaafkan jika tulisan saya memnuat anda gusar dan esmosi .salam kenal untuk rekan2 yg mendukung bpk.nardi,mahasiswa pasca sarjana jurusan sosial kemasyarakatan dan agama unhi dps bali indonesia

    • pak johan jangan emosi juga pak. saya respek pada anda, yang diomongkan oleh sdr. ian,sh itu ada benarnya loh. tapi anda juga benar kenapa? karena benarnya sdr. ian,sh untuk dirinya, sedangkan benarnya sampeyan untuk manusia
      sdr.ian -sh met berjuang untuk diri sendiri ya teruskan!!!!!

  46. Kepada p.Djohan………..

    Terima kasih dukungannya, dan kepada semua yang mendukung atau mencela, pro-kontra…..semua saya akan pelajari dan terima dan mungkin harus dipikirkan secara bijak, Republik ini masih membutuhkan orang-orang yang taat hukum, bermoral dan bijak dalam mensikapi segala masalah, Republik ini hancur karena semua memanipulasi kegiatan, baik hukum, kesehatan, pendidikan dan segala lini kemasyarakan……..Mulailah dari kita sendiri…..untuk lebih taat hukum, bermoral dan bijaksana sehingga rakyat dan negeri ini lebih bermartabat.

    Apa yang saya lakukan hanya untuk bagaimana umat/rakyat mendapatkan sesuatu yang harusnya mereka dapatkan…walupun kecil usaha saya…….mudah-mudahan Allah mendengar, melihat niat tulus saya…..sekali lagi terima kasih dukungannya

    Sunardi

  47. pak Nardi, tukeran link yuk…
    http://www.perawatonline.com
    http://ilmukeperawatan.wordpress.com
    nah yang ini blog saya pak…
    http://doni.perawatonline.com

  48. gila….. saya sering dengar hampir disetiap ketemu teman sejawat perawat / dokter, baik di kampus ataupun RS selalu bilang ” hati – hati banyak Sh nganggur”
    sampai direktur RS tempat sy bekerja juga bilang begitu.
    Saran sy buat pemerintah: buka lowongan untuk SH, Krn banyak lulusan tp gak dapet kerjaan. ya jadinya begini. gak karuan!!!
    Pernah juga pasien sy yang kebetulan MHs JUr hukum cerita bahwa menurut dosennya hukum di indonesia bukan hitam atau putih tapi abu2.

    ORANG YG MERASA PALING BENAR ADALAH ORANG YANG PALING BODOH

    • saya pras,,,
      Bwt saudara benu saya sependapat dengan anda semua itu hanya semu semata” untuk menjathkan salah satu pihak dan metuskan hub baik dokter perawat,,,untuk pak nardi tanggapilah argumentasi yang sekiranya perlu dijawab,,,

      • Bapak/Mas semuanya, terima kasih atas komentarnya……..sewaktu saya membuka blog ini….hanya ingin memberikan informasi dan pembelajaran apa itu keperawatan,,,,,,Yang tidak habis pikir ternyata lebih dari itu……..semoga saya diskusi maupun pencerahan di blogini dapat bermanfaat untuk kita menambah wawasan yang lebih baik tentang dunia keperawatn dan diluar keperawatan….ya ternyata ada dunia yang menurut kita tidak memahami kita, ada dunia yang sangat memahami kita…….semoga semua menjadi pencerahan…..

  49. sekedar uneg2 dari diriku ttg kemandirian perawat:
    Pertanyaan yg sulit dijawab: Kemandirian perawat di Rumah Sakit hanyalah mimpi belaka, otoritas penuh terhadap pasien tetap ada di tangan dokter, hanya disini letak pentingnya peran perawat “perawat terlatih untuk melakukan beberapa tindakan keperawatan yg memiliki efek mengobati”. Pwt setelah mendiagnosa keperawatan, tidk bisa langsung begitu saja memberikan intervensi yg sipafnya mengobati harus mendapatkan intruksi dulu dari dokter yg merawat. Hanya perawat mandiri dalam membantu pasien dalam melakukan aktifitas sehari hari selama di rumah sakit ( hlping patient in ADL). Kecuali di beberapa negara lain sudah mulai memberikan peran/tugas dari undang undang menjadi perpanjang tangan dokter untuk memeriksa pasien, membuat permohonan pemeriksaan lab dan menulis resep obat sebagai bentuk intervnesi mandiri pwt terhadap pasien (artinya ada undang undang yg mengijinkan pwt bertindak seperti dokter, dan tdk perlu menunggu dokter). Sedangkan pendidikan pwt modern di Indonesia diarah pwt menjadi perawat bukan menjadi pengobat. Fungsi pwt di Indonesia menjadi sangat sederhana, sebagai pengobservasi pasien, memberikan obat atas instruksi dokter dan membimbing pasien. Sangat mustahil pwt melakukan intervensi berdasarkan penyakit, sebaiknya berdasarkan ketidak mampuan pasien dalam melakukan ADL, perawat lah berperan secara mandiri ada disamping pasien seperti yg dilakukan para pendahulu Florence N. Hanya sejarah pendidikan pwt pada awalnya bukan asli menjadi pwt, tapi menjadi pembantu dokter dilapangan dalam mengobati pasien yg tdk terjangkau oleh dokter, hingga materi pendidikan keperawatan diwarnai oleh ilmu yg dipelajari oleh dokter, akhirnya apa yg terjadi pada pwt kita, dibilang Pwt faktanya banyak pasien yg kurang terurus di Rumah sakit, jadi pengobat sudah dilarang oleh undang undang.

  50. Pertanyaan yg sulit dijawab: Kemandirian perawat di Rumah Sakit hanyalah mimpi belaka, otoritas penuh terhadap pasien tetap ada di tangan dokter, hanya disini letak pentingnya peran perawat “perawat terlatih untuk melakukan beberapa tindakan keperawatan yg memiliki efek mengobati”. Pwt setelah mendiagnosa keperawatan, tidk bisa langsung begitu saja memberikan intervensi yg sipafnya mengobati harus mendapatkan intruksi dulu dari dokter yg merawat. Hanya perawat mandiri dalam membantu pasien dalam melakukan aktifitas sehari hari selama di rumah sakit ( hlping patient in ADL). Kecuali di beberapa negara lain sudah mulai memberikan peran/tugas dari undang undang menjadi perpanjang tangan dokter untuk memeriksa pasien, membuat permohonan pemeriksaan lab dan menulis resep obat sebagai bentuk intervnesi mandiri pwt terhadap pasien (artinya ada undang undang yg mengijinkan pwt bertindak seperti dokter, dan tdk perlu menunggu dokter). Sedangkan pendidikan pwt modern di Indonesia diarah pwt menjadi perawat bukan menjadi pengobat. Fungsi pwt di Indonesia menjadi sangat sederhana, sebagai pengobservasi pasien, memberikan obat atas instruksi dokter dan membimbing pasien. Sangat mustahil pwt melakukan intervensi berdasarkan penyakit, sebaiknya berdasarkan ketidak mampuan pasien dalam melakukan ADL, perawat lah berperan secara mandiri ada disamping pasien seperti yg dilakukan para pendahulu Florence N. Hanya sejarah pendidikan pwt pada awalnya bukan asli menjadi pwt, tapi menjadi pembantu dokter dilapangan dalam mengobati pasien yg tdk terjangkau oleh dokter, hingga materi pendidikan keperawatan diwarnai oleh ilmu yg dipelajari oleh dokter, akhirnya apa yg terjadi pada pwt kita, dibilang Pwt faktanya banyak pasien yg kurang terurus di Rumah sakit, jadi pengobat sudah dilarang oleh undang undang.

  51. pak bagus tuh model bisnisnya.
    bisakah kirimkan kan ke email saya model bisnisnya. saya juga mau membuka praktek klinik keperawatan biar perawat indonesia maju dari segi ilmu maupun pengakuan masyarakat (terutama finansial hehe)

    bulan februari nanti saya akan mengikuti kelas akupuntur di jakarta (saya ada di kalimantan sekarang jadi dijamin tidak akan menjadi kompetitor pak nardi)

    any way Thanks ya pak informasi di blog ini sangat menginpirasi saya…. biar aja respon yang lain gak karuan (UU lah , Kepmenkes ).

    Ingat perawat sekarang bukan perawat dahulu yang cuma lulusan SPK gampang dibodohi sekarang perawat telah berkembang pesat..

    SIPP

  52. aris, paradigma keperawatan itu adalah “CARE” dan bukan “CURE”….nah apa tujuan anda kursus akupuntur ? Apakah ada asuhan keperawatan akupuntur thd suatu penyakit ? Apa maknanya itu bukannya lebih kearah asuhan kedokteran ? kembali lagi arti dan tujuan anda kursus akupuntur sebenarnya adalah memberikan CURE thd suatu penyakit dan bukan memberikan CARE pd klien berdasarkan KDM-nya melalui akupuntur, sebab akupuntur itu mempunyai tujuan adalah sbg bgn dari CURE dan bukan CARE…dengan demikian ARIS,sangat disayangkan sekali ternyata Anda tidak tahu perbedaan Domain Kerja Dokter dan Perawat…lagian sebagai perawat yg kursus akupuntur dan prakteknya telah mengkhianati peran perawat yg bukan Domain-nya. trims

  53. Maju terus buat pak nardi. Berpikir dan berbuat untuk kebaikan. Semoga sukses.Saya mau tanya dimana di karawang pelatihan untuk bekam dan akupuntur? Terima kasih

  54. Pak Nardi bila anda memang di jalan yang benar kenapa harus takut, semakin orang diberi kepercayaan tentu nya tidak semudah membalik telapak tangan, cari hikmahnya, maju terus

  55. Halo para pengomentar semuanya, kalo boleh mengingatkan dulu mungkin sodara saat kecil jika sakit ya dibawa ke PERAWAT/ MANTRI, bukannya ke DOKTER?

    Anda masih tetap sehat khan sampe sekarang?

    Semoga Tuhan memberi Anda semua kesehatan melalui tangan-tangan Petugas Kesehatan, dan
    Semoga para petugas kesehatan diberi kekuatan dan pahala yang berlimpah. SIAPAPUN ANDA!

  56. Buat semuanya aja yang udah kasih komentar.
    Satu hal yang mungkin kita lupakan, bahwa sebenarnya ada satu pihak yang cukup berkepentingan dan bertanggungjawab dengan apa yang terjadi sekarang, yaitu DEPARTEMEN KESEHATAN … eh keliru …. DEPARTEMEN KEDOKTERAN.
    Sodara mungkin bisa membayangkan mengapa PERAWAT saat ini sebagian memberikan PENGOBATAN. Jangan lupa bahwa tempo doeloe saat dokter masih minim dan tersentral di kota besar, PERAWAT/MANTRI dan BIDAN lah yang paling berjasa dan menggerakkan roda pelayanan kesehatan di Indonesia. Mereka lah yang telah memberikan pelayanan Optimal sehingga derajad kesehatan masyarakat menjadi baik. Mereka memberi obat, menyuntik, dan mengatasi masalah kesehatan sebagian besar masyarakat — saat DOKTER tidak ada/ belum ada DI TEMPATNYA — Dan ini menjadi konsekuensi logis di tengah masyarakat bahwa yang disebut “MANTRI/ PERAWAT” dalam IMAGE masyarakat adalah Tenaga Kesehatan Penyembuh/ pemberi pengobatan.
    Sampe sekarang di Puskesmas/ Balai Pengobatan pun banyak dokter yang lepas tangan tidak memberi pengobatan langsung, diserahkan ke PERAWAT/MANTRI!

    Lha Sekarang DEPKES Pikun kali ya…..
    Begitu DOKTER banyak, dengan seenaknya mau mengkebiri apa yang sudah berkembang di masyarakat….dengan bermacam regulasi dan kebijakan.. LUPA YA AMA JASA PERAWAT/ BIDAN??….

    Sudah semestinya DEPKES (BUkan DEPKED) juga bijak sana – sini! Buang arogansimu! Karena tidak akan berjalan semua programmu selama ini tanpa KERJA KERAS dari KAMI, Para PERAWAT yang selama ini kalian pandang dengan sebelah mata!

  57. Mas, tanya ya …. Kalo dokter spesialis mata boleh tidak ngobati orang sakit typoid?
    Lha kenapa S-2 Medikal bedah tidak boleh praktik keperawatan umum ya?

  58. Regulasi, APAPUN itu!
    yang namanya Undang-Undang, Keputusan, Peraturan, de el el . . . .
    Yang Buat Manusia Juga . . . .
    Bisa dibuat, tentu bisa diubah . . . .
    Bentul?????

  59. Terima kasih yang berkomenar, Saya merasa gembira karena semua sudah bangun, salam hormat, salam semangat dan salam perawat.
    berkaitan dengan klinik keperawatan….Memang kalau kita tanggapi dunia kesehatan dan terutama tenaga perawat di Indonesia seperti Bicara dengan Tembok Tebal dan besar…….Kita harus menyikapi dengan bijak, sopan, berwawasan ILmu yang kita miliki sehingga semua masalh kita bisa teratasi……

    Komentar teman-teman memang ada benarnya…….saya rasa ada kepengan besar yaitu kepentingan meniadakan hak bagi perawat yang seharusnya bisa dilakukan…Wong kita punya Ilmu, punya jenjang pendidikan yang jelas…Punya kompetensi walupun masih dalam proses…..yang alot……

    Coba kita pikir sekarang seperti PONARI justru pemerintah dalam hal ini depkes tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam padahal itu tamparan keras bagi pemerintah khususnya depkes…………Jadi saat ini masyrakat kita butuh pelayanan yang lebih baik, cepat dan gratis………

    OK teman-teman…..saya harap semua sudah bangun dan mari kita membangun….Aminnnnnn

  60. Kritik thd ansa atas sejarah perjuangan para dokter di indonesia :
    Sejarah RSUPN Dr Ciptomangunkusumo, tidak terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena perkembangan kedua instansi ini adalah saling tergantung dan saling mengisi satu sama lain.

    Pada tahun 1896, Dr H.Roll ditunjuk sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia (Jakarta), saat itu laboratorium dan sekolah Dokter Jawa masih berada pada satu pimpinan.

    Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa diubah menjadi STOVIA, cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

    Pada tanggal 19 November 1919 didirikan CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis) yang disatukan dengan STOVIA. Sejak saat itu penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kedokteran semakin maju dan berkembang fasilitas pelayanan kedokteran spesialistik bagi masyarakat luas.

    Bulan Maret 1942, saat Indonesia diduduki Jepang, CBZ dijadikan rumah sakit perguruan tinggi (Ika Daigaku Byongin).

    Pada tahun 1945, CBZ diubah namanya menjadi “ Rumah Sakit Oemoem Negeri (RSON), dipimpin oleh Prof Dr Asikin Widjaya-Koesoema dan selanjutnya dipimpin oleh Prof.Tamija.

    Tahun 1950 RSON berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP).

    Pada Tanggal 17 Agustus 1964, Menteri Kesehatan Prof Dr Satrio meresmikan RSUP menjadi Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo (RSTM), sejalan dengan perkembangan ejaan baru Bahasa Indonesia, maka diubah menjadi RSCM.

    Pada tanggal 13 Juni 1994, sesuai SK Menkes nomor 553/Menkes/SK/VI/1994, berubah namanya menjadi RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo.

    Nah…pada tahun 1908 tercatat ada 3 dokter : dr. Roll, dr. Tjipto dan dr. Douwes Dekker….

    o ya ansa…siapa perawat yg anda kenal pd tahun 1908 di Indonesia ?

    Dan prestasi seorang dokter yaitu dr. Cipto Mangunkusumo tlah Berhasil membasmi wabah pes (1910) di Malang

    Bagaimana dg sejarah perawat di Indonesia ? Apa prestasi kerja perawat tempoe doeloe ?

    Di jaman penjajahan belanda, perawat itu disamakan dg suster biarawati yg tugasnya sbg pembantu dokter…lalu diberikan pendidikan kedokteran oleh para dokter zaman dulu sehingga perawat itu mengerti ilmu kedokteran lalu apa namanya kalo perawat sbg mantri yg bisa ngobati di desa itu kalau tidak sama dg kacang lupa sama kulitnya…?

    Dan atas jasa dr. cipto maka rumah sakit tempat sdr nardi bertugas ini dan tempat perawat lain menimba ilmu perawat tidak lain karena jasa dan perjuangan para dokter bukan para perawat !!!

    • wah ni mas pasti tau ya..kalo rs sebagian besar isinya perawat..andai aja tuh dokter cipto kerja sendiri ..pasti sekarang namanya rumah kedokteran cipto..trus isinya dokter semua..
      kalo suatu saat mas wisnu sakit minta dokter aja yang merawat 24 jam..jadi gak usah ada profesi perawat..okeh mas..semoga sehat selalu

  61. semoga kesuksesan selalu mengiringi profesi yg mulia ini. sabar dan terus berjuang….. ketulusan dan keikhlasan berbagi informasi dan pengetahuan akan bermanfaat bagi masyarakat dan kita semua. Mas Nardi…kita terus support.

  62. Diperlukan survey terlebih dahulu bagi perawat yg layak dan kompetensi buat praktek keperawatan…karena tidak semua perawat itu bisa buka praktek keperawatan semaunya….Dan tanggapan atas pak ansa diatas…Bila kita melihat kurikulum SpKMB itu tidak ada mata kuliah yg diajarkan terhadap akupuntur, herbal dan kiropraktik sehingga tidak wajar apabila ada SpKMB yg buka praktek keperawatan umum namun kenyataannya melayani akupuntur, herbal dan kiropraktek..koq gak nyambung ya…??? buat pasien koq coba-coba…coba diakupuntur biar sembuh eh belum tentu…dicoba lg dg herbal eh juga belum tentu sembuh dan kiropraktek pun tidak menjamin sembuh….dan inilah gunanya regulasi agar pihak yg praktek agar dapat bertanggung-jawab dg tindakannya itu sudah benar atau kagak sih…??? dan buat ansa,kayaknya anda itu sok tahu seolah2 anda itu sudah tahu padahal anda itu tidak tahu apa-apa……dan atas nama pasien…anda agar tidak lugu atas penerimaan tindakan pengobatan atas nama siapa saja baik ponari atau perawat…yg penting bila perlu kalau mau berobat dg pak nardi slalu didampingi pengacara dan ada perjanjian hitam-putihnya (inform consent) antara anda sbg pasien dg pak nardi sbg SpKMB yg prakteknya bukan dg ilmu keperawatan karena prakteknya ini sangat rawan Malpraktek…!!!

  63. kami dukung perawat dan sampai kapanpun perawat akan sangat dibutuhkan masyarakat luas. tanpa perawat dunia kesehatan takkan berarti apa2. kami berani buktikan 100% bahwa perawat adalah segalanya.berjuang terus perawat, bangkit ayo bangkit perawat,tugas muliamu selalu di tunggu.

  64. kami dukung perawat dan sampai kapanpun perawat akan sangat dibutuhkan masyarakat luas. tanpa perawat dunia kesehatan takkan berarti apa2. kami berani buktikan 100% bahwa perawat adalah segalanya.berjuang terus perawat, bangkit ayo bangkit perawat,tugas muliamu selalu di tunggu. telp 081234 64 8080 / email : suprianto377@yahoo.co.id

  65. Kepada Semuannya terutama kepada warta…..
    Anda tidak baca di blog ini……disini tidak ada yang coba-coba….semuannya dilandasi ILmu, Saya sudah belajar Herbal, Kiropraktik, dll dan saya mempunyai sertifikasi untuk melakukan itu….dan untuk Akupuntur dilakukan oleh akupunturis….bukan bidang saya…….anda baca lagi Kalau anda mau berobat silahkan bawa sekalian polisi ……jangan cuma pengacara….tidak ada unsur memaksa dan menipu masyarakat datang kesaya…..kita membantu menyelesaika maslah kesehatan agi masyrakat yang memerlukan…….kalau yang datang mau silahkan gak juga gak apa2…..Nama klinik saya Mandiri Care dan melayani beberapa kompetensi yang sekiranya bisa membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalh kesehatan….jadi bukan OBAT….Pengobatan…..Prinsipnya adalah Naturalism dan Caring…..Silahkan anda berpendapat macam-macam dan kalau perlu datnag biar uenak diskusinya….dan temen-temen lain terima kasih mari kita berjuang untukmasa depan perawat….PERAWAT JAYA…

  66. yth. pak nardi….sbg perawat anda sudah pasti bahwa bukan OBAT yang anda tawarkan namun adalah CARING oleh karena itu konotasi praktek anda itu banyak interpretasi yg berkembang dlm masyarakat dan itu wajar…apalagi pasien setelah berobat ke tempat praktek anda itu diberikan “OBAT” walaupun kata anda itu bukan obat tapi produk HERBAL dan ini menyesatkan masyarakat…lagian masyarakat sudah tahu koq bahwa perawat itu selama ini identik dg pak mantri yg suka ngasih OBAT…sehingga produk praktek keperawatan anda tidak begitu berbeda dan tidak populer karena orang tahu PERAWAT KOQ MELAKUKAN PRAKTEK AKUPUNTUR, HERBAL ATAU KIROPRAKTEK…apa gak salah tuh…katanya perawat itu CARING koq jadi CURING…??????

  67. Saya…Sudah sampaikan beberapa kali kita melakukan praktek sebagian adalah complementary nursin pengembangan-pengembangan dari ilmun yan telah didapat….dan semua itu kita sudah punya sertifikat..kalau pertanyaan anda selalu perawt kok melakukan praktek tidak pada semestinya………harusnya pertanyaan itu juga diajukan kepada praktisi-praktisi selainperawat yang mengembangkan berbagai macam pengobatan……..dan lagi apakah selama beberap tahun ini saya melakukan praktek merugikan dan melakukan malpraktek pada masyrakat, kalau ada silahkan dilaporkan, saya hanya Heran kalau perawat mengembangkan keilmuan selalu ditanya-dikerdilkan-dianggap mencaplok lahan orang…..saya gak gerti Negeri apa ini kesehatan mejadi tanggung jawab semua warga negara Indonesia……dan semuanya bisa diatur dalam UU….Ini yang sekarang sedang diperjuangkan……Jangan Terlalu Apriori terhdap perawat….Saat ini Globalisasi sudah mendekati titik punjak, paradigma dunia dankeilmuan juga sudah bergeser……..apa lagi yang anda perdebatkan…..Jangan hanya perawat yang selalu dijadikan kambing HItam…..BAnyak praktek-praktek pengobatan yang tidak sesuai aturan……toh dibiarkan dan dipelihara…..Saya hanya memberikan paradigma baru dalam Complementary nursing di INdonesia…….Dan Perawat Saat ini sedang megodok semua aturan yang anda Kuatirkan melalap lahan anda….Hal ini tidak akan terjadi……anda bicara tetang mantri/Perawat zaman dulu…..ya karena dulu daerah terpencil, kondsi transportasi/komunikasi tidak semodern saat ini ya pasti beda, kalau dulu perawat bisa memberikan obat karena semata-mata menolong dan tidak ada lagi tenaga kesehatan lain didaerah itu, dan sekarang saya membuka praktek disamping saya juga ada pengobatan gratis yan dilakukan oleh Dokter…..Toh noproblem…jadi jangan bicara aturan kalau memang tidak bisa membuat aturan

  68. kpd pak nardi….
    saya hendi, saya mhs kep. djangan nyerah cuma sampe disini… mari kita kembali ke cara-cara pengobatan yang di sunnahkan Rasulullah… kita padukan dengan ilmu keperawatan yang kita dapat, jangan terbelenggu dengan dunia kedokteran barat!!
    sebenarnya mereka lah yang konvensional…
    dan buat para ahli medis lain (Dokter,etc) janganlah saling mencela, kita harus punya missi sama untuk memejukan kesehatan bangsa ini… INGAT!!! kita saling ketergantungan satu sama lain, kalau perawat udah ga mau ngurusin pasien, saya jamin betapa kalang kabutnya para dokter ngurusin pasien… teruskan perjuangannya pak, ALLOH ada di hati kita…
    HPA=JIHAD Allahuakbar!!!

  69. untuk pak warta…
    saya fikir anda terlalu meragukan kami khusus nya kaum perawat…
    pa… harus bapak tahu, herbal ini bukan hanya herbal biasa yang sering di jual mbok jamu atau MLM yang menawarkan ketidak jelasan produk nya dan entah halal atau tidaknya… saya berani jamin, karena saya tahu bagaimana herbal ini di buat, herbal ini suci… halal… karena pengolahnnya pun di lakukan dengan cara yang suci pula, dan untuk pengobatan seperti Bekam ini adalah tekhnik pengobatan yang di lakukan dan di sunnahkan Rasulullah… kalau memang mas seorang muslim, apakah mas akan sangsi dengan segala apa yang di sunnahkan nabi???

  70. Saya sangat mengerti dg penjelasan sdr sekalian, tapi anda tahu gak perbedaan antara pendidikan formal dg pendidikan nonformal…anda mengerti gak dg eksistensi dan tugas dari kolegium pendidikan terutama kolegium pendidikan SpKMB…sebaiknya anda konsultasi dulu dg bagian kolegium saudara sendiri yaitu pendidikan SpKMB apakah kolegium mengakui bhw praktek keperawatan saudara nardi itu sudah sesuai dg kompetensi saudara sbg SpKMB..bahwa anda mendapat sertifikat akupunturis atau herbalis itu diluar dari pendidikan SpKMB…anda paham itu tuan…??? dan apakah sertifikat akupunturis,herbalis atau sbg kiropraktisi yg anda milikki sudah diakui eksistensinya oleh kolegium pendidikan SpKMB…??? Tolong ya…anda jangan terlalu gampang mengatakan komentar orang lain itu apriori sebelum bercermin diri terlebih dahulu…dan sepertinya anda keliru memahami filosofis ilmu keperawatan tentang Complementary nursing tersebut….lagian kolegium anda sendiri tidak mengakui adanya praktek complementary nursing sbg bagian dari praktek keperawatan SpKMB…dan seandainya saja anda tidak mencantumkan praktek keperawatan dlm papan praktek yg campur sari itu maka its no problem if you do it…go a head with your practice but there’s different when you bring your nursing as herbalist and so..that is Malpractice….

  71. Kami disini ingin memberi kesempatan Peluang Bisnis Produk Herbal Untuk Anda,
    seperti mengajak Anda untuk bergabung menjadi Member / Agen di Naturlite Sejahtera.

    Contoh Peluang Bisnis yang saya tawarkan :
    – Bisnis penjualan langsung yang menggunakan System Jaringan dimana Anda akan mendapatkan
    Keuntungan Ganda, yaitu :
    1. Keuntungan Diskon Langsung Harga Agen ( 50% )
    2. Komisi Bulanan dari Omzet Perbulan dan Jaringan

    Disini ada 2 (dua) System Perhitungan yang digunakan, yaitu :
    System 1 : Diskon Agen 50% dari Harga Ritel
    Komisi 5% s..d 25% dihitung dari Harga Agen
    System 2 : Diskon Agen 25% dari Harga Ritel
    Komisi 3% s..d 30% dihitung dari Harga Ritel

    Cara Bergabung

    1. Paket Reguler ( PR ) = Rp 1.500.000,-
    • Gratis biaya Registrasi
    • Kartu Tanda Member / Agen
    • Produk senilai Rp 3.000.000,- (system 1)
    • Brosur produk
    • Brosur formulir pendaftaran agen baru
    • Marketing Plan + Tehnik Jualan

    Untuk Keterangan Lebih Lanjut Hubungi :
    Helmi Setya,
    0856.1929.216
    021 9614.0763
    021 3330.5698

    Terima Kasih

  72. pengalaman orang lain adalah guru terbaik bagi yang mendengarnya.

    kritik dan saran yang mendasar adalah obat pemacu kesuksesan

    jika masyarakat yang merasa dirugikan dan merasa kecewa dengan suatu pelayanan,jangankan dengan instansi swasta bila instansi pemerintah sekalipun tidak baik dalam melayani masyarakat wajib dikritissisasi agar pelayanan itu lebih baik,
    siapa lagi yang mengontrol jasa pelayanan baik milik pemerintah maupun milik suasta ???yang mengontrol adalah masyarakat (dari rakyat untuk rakyat)
    jika adanya tindakan yang merugikan masyarakat selaku konsument dari suatu usaha penjual jasa , wajib pihak berwajib membantu rakyat tersebut .
    kenapa pihak berwajib wajib melindungi si pemakai jasa/pembeli jasa kesehatan maupun jasa lainnya ? sebab adanya instansi keamanan dibentuk untuk melindungi rakyat dan negeri ini dari hal yang merugikan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri(aparat keamanan lahir dari rakyat ,untuk melidungi rakyat banyak)
    # jika masyarakat merasa dirugikan dan tidak boleh ataupun dilarang bicara / mengumumkan apa yang dialaminya artinyakan kemerdekaan manusia tersebut sudah terbantai dinegeri ini,kecuali ,masyarakat/orang tersebut menulis sesuatu cerita bohong yang tak pernah dialaminya tetapi mengarang suatu cerita agar seseorang / suatu instansi tertentu menjadi tercemar , itu baru menurut saya salah artinya orang tersebut profokator/penyebar fitnah wajib hukumnya instansi yang berwenang menangkap dan menhukumnya,
    akan tetapi kasus yang dialami ibu prita mulyasari sepertinya perlu dikaji ulang .kenapa perlu dikaji ulang oleh semua pihak yang berkepentingan mengelola negeri ini,

    alasanya adalah apapun alasannya dari pihak pelapor ,perlu direnungi oleh semua pihak :
    kenapa ibu prita menulis email curhat pada teman2nya hal yang tidak memuaskan pelayanan dari suatu instansi kesehatan swata?

    apakah salah jika seseorang yang merasa tidak puas pada suatu produk lantas cerita pada teman2nya ?

    akhir kata mari kita doakan agar ibu dari dua anak balita tersebut jangan sampai dizolimi dalam mencari keadilan dinegeri kita yang AGAMAIS ini, dan semoga semua pihak yang memiliki kekuasaan dinegeri ini dapat segera turun tangan melidungi ibu prita dari kesombongan sekelompok orang ,saya yakin seyakin yakinnya bapak presiden jika mau turun tangan , sekali perintah saja dengan suara yang lembut tidak perlu berteriak pasti ibu prita dibebaskan dari segala tuduhan yang sebenarnya tak layak dipikulnya ,
    amin ya robal alamin,
    taukah makna bismilah nirohman nirohim ? maknanya adalah allah mengajarkan umat manusia untuk saling sayang mennyayangi , agar umat manusia saling kasih mengkasihi (wassalam ,lahaulah walaquwata ilahbillah)

  73. Perlu dipertanyakan apa kerja perawat selama menjaga 24 jam ibu Prita…? Disini jelas perawat tidak mengerti dengan kasus ibu prita yang seolah-olah perawat itu tidak ada kaitannya dan lepas tangan saat ibu Prita membutuhkan kenyamanan selama perawatan di bangsal….sehingga ada beberapa kemungkinan :
    1. Perawat tidak tahu apa yg mau dijelaskan sama ibu prita saat ibu prita dirawat dan bertanya sama suster jaga
    2. Perawatnya tahu tapi pura2 tidak tahu oleh karena ada kebencian dan sifat sentimentil perawat terhadap profesi dokter dan dalam kasus ini..seolah2 perawat punya kesempatan ‘membalas dendam’ sama dokter dan tiba2 menjadi pahlawan dan ini sesuai dengan komen diatas…lalu perawat minta disahkan UU Keperawatan berdasarkan banyaknya kasus malpraktek dokter..yang seolah2 bahwa dg UU Keperawatan maka perawat mampu sbg advokator pasien yg melindungi pasien dari malprakteknya dokter..

    Terlepas apa yg terjadi dengan perawat saat itu dapat disimpulkan bahwa:
    Ada dan tidaknya UU Keperawatan tidak serta merta dapat menghilangkan malpraktek dokter karena tidak semua perawat berkompetensi secara merata dan mampu sbg advokator yg terdistribusi diseluruh tanah air dan ditambah adanya kesenjangan antara ilmu kedokteran dengan keperawatan yang sangat jauh sekali sehingga tidak semua perawat memahami arti dan makna dari diagnosa dan terapeutik ilmu kedokteran di lapangan dengan berbagai jenjang pendidikan perawat yang masih banyak vokasional dalam menghadapi berbagai kompleksitas kasus penyakit pasien yang multi-etiologi selama dalam perawatan di rumah sakit yang pada akhirnya menimbulkan berbagai tafsiran dari berbagai perawat itu sendiri yang justru menimbulkan multi-tafsir dari pasien maupun keluarga penderita ketika perawat melakukan fungsi advokatornya.Yang sudah pasti adanya multi tafsir ini merupakan benih kecurigaan pasien terhadap dokter melalui fungsi advokator dari perawat.

    Dan sudah selayaknya perawat berkompetisi secara ilmiah apabila dirasakan bahwa semua perawat mampu berperan sebagai advokator dengan menunjukkan data statistik secara signifikan menunjukan bahwa terbukti adanya indikator dari peran perawat memang telah mampu dan layak kepada masyarakat sehingga dengan adanya bukti ilmiah inilah dapat mewujudkan eksistensi profesi perawat apakah melalui form UU Keperawatan ataukah dengan cara lain yang sangat terhormat dan bukan dengan komentar murahan para perawat terhadap profesi dokter dibalik kasus malprakteknya.

  74. selamat ya dah buka praktek keperawatan…
    ntar tak cuba didaerahku….
    dewi ma shinta mah sama aja …..
    kagk suka leat profesi dapat uang…. payah….
    dari pada tugas cuma nimpal taex….

  75. MOHON PENJELASAN :

    Apakah TENAGA PERAWAT dapat dikulifikasikan sebagai TENAGA KERJA atau PEKERJA sebagaimana dimaksud dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ?

    Apakah Hubungan TENAGA PERAWAT dengan RUMAH SAKIT merupakan HUBUNGAN KERJA sebagaimana dimaksud dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ?

    Atas penjelasan diucapkan terimakasih.

    Sukses Untuk Tenaga Perawat.

    • Menjawab pertanyaan sdr………Barita Tambunan
      Sebelumnya mungkin kita akan melihat apa itu Tenaga kerja dan pekerja sesuai UU No.13 Tahun 2003
      Tentunya sdr tahu bahwa pada pasal 1 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa:
      Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat sedangkan Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain dan Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hokum atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
      Bila melihat pernyataan UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan tersebut, menurut saya bahwa PERAWAT Tidak masuk dalam aturan UU tersebut karena kalau kita amati Perawat tidak masuk dalam dalam Tenaga kerja, apalagi buruh……..karena seperti halnya profesi kesehatan lainnya; dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya, karena sebelum UU No.13 tahun 2003 keluar, tenaga kesehatan telah mempunyai UU tenaga kesehatan No.6 tahun 1963…..pada UU no.6 tahun 1963 tentang tenaga kesehatan dinyatakan pada pasal 2: jenis-jenis tenaga kesehatan dinyatakan ada sarjana, sarjana muda kesehatan termasuk PERAWAT dan di undang-undang tersebut diatur Tugas pekerjaan tenaga kesehatan bagi tenaga kesehatan yang dimaksud.
      Dan undang-undang tersebut diperkuat saat ini oleh PP RI No.32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan yang sebelumnya PP tersebut mengacu pada UU No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan, dimana pada UU kesehatan No.23 tahun 1992 dinyatakan pada pasal 32, ayat (2) bahwa penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan dengan pengobatan dan atau perawatan, ini artinya bahwa melaksanakan upaya kesehatan dan pemulihan kesehatan dengan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan dan ini artinya kedua keilmuan ini mempunyai dasar keilmuan dan pendidikan yang jelas, dan sekali lagi boleh saya bilang UU No.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan tidak tepat diterapkan bagi tenaga kesehatan karena kita bekerja pada institusi penyelenggara kesehatan adalah sarana kesehatan dalam rangka malaksanakan Upaya kesehatan, dimana di UU No.23 tahun 1992 Tentang kesehatan dan juga PP No.32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan, dinyatakan bahwa:
      Pasal 1
      (2): Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihra da meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat
      (3): Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
      (1): Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
      Pasal 2 : Jenis tenaga kesehatan, yaitu: tenaga medis, tenaga keperawatan (perawat dan bidan), kefarmasian, kesmas, gizi, keterapian fisik, keteknisian medis
      Bila dilihat dari beberapa ayat tersebut sudah jelas bahwa PERAWAT Merupakan Tenaga kesehatan yang secara undang-undang syah dan kita sebagai profesi layaknya profesi kesehatan lainnya yang diatur dalam Undang-Undang yang jelas dan bila di Tanya bagaimana hubungan dengan Rumah Sakit maka hubungannya adalah hubungan professional yang bekerja sama untuk menciptakan upaya kesehatan dengan baik, tidak seperti tenaga kerja/pekerja yang bekerja pada suatu perusahaan…..Oleh karena itu di dunia Keperawatan masih kurang untuk mengatur keberadaan perawat yaitu perlunya UU keperawatan atau praktik keperawatan seperti halnya dokter yang mempunyai UU Praktik kedokteran, karena kita Perawat merupakan profesi yang mandiri dan body of knowlegenya jelas. Dan dari pihak pelayanan/penyelenggara upaya kesehatan atau fasilitas kesehatan, seperti RS harus mempunyai undang-udang yang jelas dan mengatur bagaimana penyelenggaraaan upaya kesehatan yang jelas dan terstandar……..dan sampai saat ini masih belum ada masih dalam bentuk rancangan tentang RUU perumahsakitan, yang saat ini sepengetahuan saya sedang diusulkan oleh pemerintah (depkes), jadi penerapan dan aplikasi UU No.13 tahun 2003 tidak layak diterapkan bagi tenaga kesehatan termasuk bagaimana aturan hubungan tenaga kesehatan dengan RUMAH SAKIT, harus diatur karena tenaga kesehatan menurut undang-undang tidak hanya dokter tetapi ada tenaga keperawatan yaitu PERAWAT, Dan RUMAH SAKIT Bukan merupakan Perusahaan/Institusi Profit tetapi lebih kepada sosial institusional yang berupaya menciptakan kesehatan yang disebut dalam UU No.23 tentag kesehatan.
      Oleh karena itu merupakan urgensi kenapa UU Keperawatan sangat mendesak karena disitulah akan diatur keberadaan tenaga perawat yang bannnyak ini dan memang saat ini ada kepmenkes 1239 tahun 2001, hal itu tidak cukup menjamin keberadaan PERAWAT…….
      Itulah mungkin penjelasan yang bisa saya sampaikan berdasarkan beberapa analisa baca saya dari Undang-undang yang ada di Indonesia, mungkin banyak kekurangan tetapi itulah kelemahan saya……..Terima kasih atas pertanyaannya SEMOGA MEMBANTU

      SALAM Ners Indonesia – TK

  76. tujuan khusus pemberian obat secara nebulizer

    • Terima kasih pertanyaannya:

      Tujuan Pemberian obatnya Tergantung jenis obat yang dipakai……Paling sering adalah obat-obatan yang mempunyai efek brongko dilator atau memberikan efek pelebaran pada pembuluh-pembuluh2 pada brongkus yang targetnya adalah adanya aktifasi dari lendir/skret dapat lepas atau keluar dengan aktifitas obat yang diberikan, sedang pemberian secara nebulizer untuk mendapatkan dampak pemberian yang efektif dan cepat sesuai organ target yaitu area respirasi….sepanjang saluran pernafasan akan cepat teraktifasi sesuai tujuan pemberian obat, proses kerjanya adalah sederhana obat yang diberikan terhirup dan menempel disepanjang saluran nafas dan ini akan mencapai target yang cepat sesuai keinginan,

      Semoga membantu
      TK

  77. semangat ya pak..!!! doakan anak tingkat3 lulus smua…amien,,..

  78. Assalamualaikum salam kenal dari abu naufal, sy perawat bekerja di departemen kesehatan kuwait sy mendukung sepenuhnya langkah saudara membuka praktek keperawatan selama dalam lingkup tdk melanggar koridor hukum.jangan dengarkan kata2 pesimis karna to say is easy,to do is difficult.to understand more difficult.lanjutkan…salam dari kuwait.

  79. Perlu dipertanyakan tentang orientasi praktek keperawatan mandiri khususnya yg dilakoni oleh Sdr. Nardi seperti komentar dari Abu Naufal seperti :
    1. Apakah praktek keperawatan mandiri yg di lakukan oleh Sdr. Nardi dapat menilai mutu layanan kesehatan secara umum dan juga apakah mencerminkan suatu jaminan alternatif dari mutu layanan kesehatan secara khusus ?
    2. Apakah praktek keperawatan mandiri yg dilakukan oleh Sdr. Nardi dapat mempengaruhi atau bahkan menurunkan angka mortalitas dan morbiditas suatu penyakit ?
    3. Lalu apa sebenarnya parameter mutu layanan praktek keperawatan mandiri Sdr. Nardi sehingga komentar yang diberikan oleh Mr. Abu dari kuwait sana sangat mendukungnya ? Apa yg Sdr. Abu harapkan ? Eksistensi profesi keperawatan ataukah eksistensi mutu layanan kesehatan dari profesi perawat ?
    4. Dapatkah Sdr. Abu Naufal memberikan parameter apa saja dari mutu layanan kesehatan yg diharapkan dari profesi keperawatan baik yg praktek mandiri maupun di pelayanan kesehatan lainnya ?

  80. Asslkm. Pak nardi, keep fighting… pohon yang tinggi mendapatkan terpaan angin yang lebih kencang…..

  81. suc*k alumni almamater gw tercinta FIK UI dijelek2in kaya gini….

    Semangat Pak….!!!!!!!!!!

    hapus aja deh, comment2 dari sucker kaya mereka.
    They tryin’ to make you down…T,T

  82. Assallamu’alikum

    Terima kasih untuk semuannya, baik kritikan dan juga dukungan……Biarkan saja semua bicara, justru akan menambah wawasan, pelajaran, dan juga terbuka hati kita…..justru adanya komentar yang negatif itulah Opini yang ada dimasyarakat tentang keperawatan…..yang jelas semua belum tentu benar….karena kebenaran yang hakiki adalah dari ALLAH

  83. Assalamu’alaikum
    Tak terasa hampir satu jam saya menikmati blog ini. Saya sangat bersyukur bisa menemukan blog ini, karena banyak hal saya bisa belajar disini dan saya anggap sebagai tutorial Mata Kuliah Keperawatan Profesional. Dari sini dapat saya temukan 10 karakter komentator, baik dari sisi sifat dan kepribadian, profesionalitas, kematangan ke ilmuan, bisnis, pembelajar, humor, toleran, futuristik dan manajemen diri.
    InsyaAlloh akan saya jadikan bahan diskusi dengan temen2 di Manila.
    Terimakasih Ilmunya

    Moh. Afandi
    Master of Art in Nursing (MAN)
    Manila Philippine
    www. mohafandi.wordpress.com
    +639298043052

  84. Wass, Mas Moh Afandi, Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, semoga semua bisa menjadi pembelajaran, evaluasi, mawasdiri, perjuangan, kewaspadaan terhadap profesi keperawatan yang ada diIndonesia, ini semua menjadi dapat dijadikan tempat bercermin diri siapa perawat dan profesi keperawatan Indonesia yang sadar maupun tidak sadar masih dibawah garis kemiskinan……so bukan konotasi yang lain….kemiskinan penghargaan dan pengakuan….Ok…salam utuk teman yang ada di Manila…….

    TK

  85. sebenarnya mas afan yth…adanya konflik komentar diatas sumbernya berasal dari nardi sendiri….beliau terlalu percaya diri dg praktek keperawatannya yg katanya sendiri layak mendapat pengakuan dan penghargaan tanpa diuji materi prakteknya…dan ini adalah proses pembodohan pada masyarakat yg notabene tidak mengerti dengan kerja perawat apakah praktek keperawatan sdr. nardi itu pantas atau tidak untuk dihargai hanya karena melakukan praktek herbal ataukah kiropraktek….dan adalah wajar bila menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat yg beragam profesi dan pekerjaan atau variasi latar belakang kesarjanaan…nah berdasarkan ini semiua …terlepas apakah praktek keperawatan sdr nardi pantas diberikan penghargaan dan pengakuan maka sudah seharusnya sdr. nardi memberikan bukti ilmiah bahwa praktek sdr itu sudah berlandaskan keilmuan khususnya ilmu keperawatan…sehingga semua masyarakat terkagum2 dg bukti ilmiah yg sdr berikan…dan sebaiknya tunjukkan saja bukti ilmiah dari praktek keperawatan yg sdr. lakukan ini bagaimana ? sekaligus menjawab pertanyaan diatas bahwa ilmu keperawatan itu tidak hanya punya body of knowledge namun juga punya evidence based-nya. Misalnya apa ada bukti ilmiahnya bahwa praktek keperawatan herbal itu mampu mengatasi gangguan kesehatan pasien ? Tunjukkan saja hasilnya dalam odd ratio, NNT dan likehood ratio -nya bahwa bermakna dan sangat signifikan serta mempunyai level evidence yg tinggi (level A)
    Bagaimana sdr. nardi ….? Apakah sdr. bisa memberikan bukti ilmiahnya kepada kita ?
    wassalam

  86. Apapunyang anda katakan Kang Ropi, saya sama dengan yang lain membuat blog untuk pencerahan, pengyegaran, tentang klinik keperawatan yang saya maksud walaupun ada beberapa kegiatan seperti herbal, tibbun nabawi dll yang sekirannya didasari oleh sertifikat yang saya pegang dan juga ada yang kompeten bekerja diklinik saya……..tidak perlu saya sampaikan lagi/saya buat blog/tidak di kelompok anda pasti akan membuat opini yang selelau mendiskriditkan keperawatan………….
    kalau anda tanda tanya justifikasi ilmiah silahkan kita diskusi lebih banyak diforum yang lebih luas, untuk evidance based, bisa saya katakan berdasarkan penangganan pasien yang datang keklinik saya dari 50 orang mersakan kemamfaatan dari herbal…tetapi perlu diingat herbal merupakan bagian kecil dari aktifitas saya, jadi seperti komunikasi-pendkes menjadi fokus keperawatan yang saya lakukan………..

    Anda selalu apriori dan mengadakan pembodohan masyarakat….dari mana anda mengatakan itu kalau anda ketemu dan datang ke klinik saya tidak pernah……hanya melihat blog yang saya tampilkan anda sudah apriori dengan kegiatan saya lakukan…………bukankah dinegara ini lebih banyak orang dan ilmuan….seperti anda sering melakukan pembodohan rakyat dengan berkedok dasar keilmuannya……Hukum di Indonesia Rusak karena orang yang tahu tentang hukum, Penegakan hukum rusak karena aparat penegak hukum, ekonomi rusak karena adanya ekonon…..dan lainnya………jadi boleh anda beropini……silahkan tanpa mendiskriditkan suatu profesi seperti profesi keperawatan……dan kalau anda ingin evidance based apa yan saya lakukan saa memiliki dokumentasi yang lengkap dan tidak perlu say ungkap dimedia ini

  87. Intinya saya sepakat dengan kang ropi….dan sangat subjektif sekali data keberhasilan anda dengan mengatakan bahwa 50 pasien bermanfaat atas pengobatan herbal dan komunikasi-pendkes yg anda lakukan…semua itu sangat tidak mengambarkan keilmuan saudara yg notabene seorang perawat spesialis….seharusnya anda paparkan saja parameter statistik respon pengobatan herbal yg anda lakukan sangat berkorelasi dengan komunikasi-pendkes yg saudara terapkan mempunyai nilai signifikan yang bermakna dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Adalah wajar jika ada yang meminta bukti ilmiah mengingat saudara adalah seorang perawat spesialis..sehingga sangat lucu sekali kalau praktek keperawatan yang saudara lakukan itu sangat tidak ilmiah dan lalu apa gunanya anda menyandang gelar SpKMB bila tidak mencerminkan nuansa keilmuan keperawatan ataukah memang ilmu keperawatan itu tidak punya basis evidence atau bukti ilmiah sehingga anda tidak mampu menampilkan bukti ilmiah yang anda lakukan dalam praktek keperawatan saudara…???? sportif donk….

  88. Berikut ilustrasi kasus yg penting sebagai sharing adanya respon kegagalan pengobatan dengan terapi herbal :

    “Seorang wanita 37 tahun,dirawat di RS Pemerintah dengan keluhan leher kiri yang makin membengkak sejak 4 hari sebelum masuk RS sehingga sulit membuka mulut dan tidak bisa makan. Demam tidak terlalu tinggi, sesak nafas yang bertambah berat disertai bengkak dikaki, buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) biasa.
    Sejak tiga tahun yang lalu pasien mengeluh sakit di tulang belakang menjalar ke pinggul kanan sehingga berjalan pincang. Tak lama kemudian bahu dan tulang iga kiri dan kanan sakit. Selama ini pasien berobat di klinik herbal dan pijat refleksi selama 1 tahun, dan disarankan selama konsumsi herbal tidak boleh makan obat dokter karena dikhawatirkan timbul interaksi negatif antara obat dengan herbal. Namun setelah 1 tahun ini tidak kunjung sembuh, kemudian pasien berobat ke puskesmas dan disarankan rawat inap. Dari hasil pemeriksaan di laboratorium RS dan pemeriksaan penunjang lainnya ditegakkan masalah fraktur patologis serta gagal ginjal kronik. Dari hasil biopsi pada benjolan leher tak ditemukan keganasan.”

    Penggunaan herbal terhadap gangguan kesehatan haruslah berdasarkan evidence based yang tepat karena hal tersebut penting untuk menilai respon pengobatan herbal. Penggunaan herbal yang tidak berdasarkan bukti ilmiah tidak bisa dinilai respon pengobatan yang diberikan herbal apakah telah berhasil ataukah sebaliknya. Kegagalan terapi herbal tanpa didasari kekuatan ilmiah sangat merugikan pasien karena bisa menimbulkan kelainan ginjal, hati dan otak.
    Berikut salah satu contoh bukti ilmiah dari penggunaan teh hijau sebagai terapi herbal :
    Taylor dan Wilt (1999) melaporkan timbulnya stroke non haemorhagik pada penderita sindroma hughes yang diberikan teh hijau 3 gelas per hari selama 2 bulan.
    Ulbricht dan Basch (2005) melaporkan adanya kasus syok hipoglikemia pada penderita diabetes tergantung insulin akibat pemberian teh hijau.
    Varilek GW et al (2001) membuktikan bahwa teh hijau bisa memicu penyakit autoimun seperti SLE.
    Priyardashi S et al (2003) menyarankan agar teh hijau tidak dikonsumsi pada penderita hipertensi, aritmia cordis, penyakit hati menahun, anxiety disorders dan insomnia.

    Semoga membantu.

  89. aku seorang mantri ndeso
    sumantri S.Kep. Ners namaku
    aku praktek mantri
    yang jauh dari dokter jaga
    pasienku wong ndeso
    kalo nggak disuntik tidak marem
    datang ke rumah langsung tengkurep
    minta disuntik bokongnya
    orang-orang tidak mampu pasienku
    sampai pejabat tingkat kecamatan
    “yang penting berobat ke pak Mantri sumantri sembuh”
    dan biayanya murah….

    mau ke kota yang ada dokter
    dah jauh bayarnya mahal

    sehingga
    pak mantri sumantri
    jadi primadona di daerah terpencil

    pak mantri sumantri agak berfikir
    kalau aku tidak praktek begini
    bagaimana nanti anakku bisa kuliah tidak ya
    biar jadi dokter
    tidak seperti ayahnya yang jadi mantri yang bernama sumantri
    dan pak mantri sumantri menoleh ke sekelilingnya
    “kalau aku tidak praktek mantri, kemana orang-orang itu akan berobat orang desa bilang
    “kemana akan suntik”

    diantara kegalauan ingin meninggalkan profesi menjadi mantri ndeso
    karena takut undang-undang dan hukum
    yang dibaca di internet dan ditulis oleh ian SH
    yang pinter hukum

    pak mantri sumantri berdoa :
    ya Allooh
    berilah hamba rizki yang banyak
    supaya bisa bikin klinik keperawatan
    seperti pak noerdin

    atau bisa bikin klinik beneran
    biar pak dan bu dokter yang pada bekerja
    di klinik saya……

    demikian
    saya pak mantri sumantri
    sedikit menulis

    kenyataan yang ada dan di hadapi
    di tanah air tercinta ini

    salam kenal buat pak nordin
    dan pembaca semuanya
    dari pak mantri sumantri

    maturnuwun

  90. Selamat dan sukses buat pak nurdin
    semoga panjang umur
    dan bisa memajukaan dunia keperawatan

  91. Klo soal artikel ini bagaimana pak???
    Mohon tanggapannya dong…..
    Aku juga lagi butuh cepat pengurusan SIP, bisa ngurus dimana yach???
    Aku tinggal di Jakarta tapi kuliahnya di Bandung.
    “Sebuah kenyataan yang sangat menarik untuk kita renungkan bersama”

    Sebagai perawat, sudah selayaknya kita bangga karena profesi keperawatan telah diakui dan dilindungi dengan adanya KepMenKes RI no 1239/MenKes/SK/IV/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. Legalitas perawat ini menjadi sebuah keharusan dimana setiap perawat hendaknya mengurus Surat Izin Perawat (SIP). Untuk mendapatkan SIP, kita wajib menjalani sebuah Uji Kompetensi. Namun, proses ini sepertinya belum terwujud secara sempurna. Selain itu, perawat dapat mengurus Surat Izin Kerja (SIK) sebagai bukti tertulis bahwa kita secara hukum dapat menjalankan peran sebagai perawat, dalam hal ini perawat ditatanan pelayanan. Di samping SIP dan SIK, perawat juga dapat memiliki Surat Izin Praktik Perawat (SIPP). Dengan memiliki SIPP, kita dapat melakukan praktik pemberian asuhan keperawatan mandiri baik secara perorangan maupun berkelompok.

    Namun, pada kenyataannya, pelaksanaan legalitas ini masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Seperti yang kita ketahui, belum semua perawat yang bekerja di tatanan rumah sakit, klinik, dan puskesmas memiliki SIP, tapi toh mereka masih diperbolehkan bekerja. Kenyataan ini merupakan salah satu bentuk ketidak-konsistenan pelaksanaan satu aturan di negara kita. Selain itu, di negara kita, sepertinya SIP tak tersosialisasikan urgensinya, padahal di negara lain, seperti Filipina, India, dll. proses legalitas perawat ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Proses legalitas perawat di negara-negara tersebut mewajibkan perawat memiliki nursing licence sebagai syarat utama perawat dalam menjalankan profesinya. Memang sepertinya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, tetapi kok terlambatnya jauh amat, ya?

    Selain itu, kita juga dapat menemukan banyak ketidak-konsistenan dalam pelaksanaan pengurusan SIP. Kondisi ini mungkin diperparah dengan penyakit kronis dalam tubuh birokrasi kita, yang terkadang masih memegang semboyan: “Selama masih bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?”

    Hal ini tercermin dalam ketidakseragaman prosedur untuk mendapatkan SIP di tiap-tiap daerah, yang semuanya terasa begitu complicated sehingga berkesan mempersulit. Sebenarnya, masalah ini tampak sederhana, asalkan ada niat yang tulus, jelas, dan tegas dari pemerintah dan para birokrat yang duduk di Depkes, Dinkes, dan PPNI untuk membantu agar profesi ini dapat berdiri tegak dan dinamis dalam menghadapi era globalisasi yang mensyaratkan surat izin/lisensi. Dengan demikian, para perawat pun dapat bekerja di era globalisasi dengan tenang.

    Contoh ketidak-konsistenan tersebut dapat kita jumpai di setiap wilayah dengan kebijakan yang beragam adalah seperti contoh kasus ketika rekan sejawat kita mengurus SIP di Dinkes di salah satu daerah di Jawa Tengah. Kebijakan di wilayah tersebut mensyaratkan para perawat yang ingin mendapatkan SIP menjalani semacam ujian kompetensi di salah satu lembaga yang telah ditunjuk. Kemudian, surat rekomendasi lulus dari lembaga itulah yg dipakai sebagai syarat utama mengurus SIP di kantor Dinkes tersebut. Sepertinya, jalur ini “lurus-lurus saja” – untuk meraih SIP memang harus melalui ujian kompetensi – ASALKAN kebijakan tersebut resmi dari Depkes, yang seragam dengan kebijakan di semua wilayah di Indonesia. Namun, jika kita menilik wilayah lain, kita pun menemukan kebijakan yang lain pula. Di satu wilayah, kita melihat perawat bersusah payah menghadapi birokrasi yang rumit demi mendapatkan SIP, sedangkan di wilayah lain, seperti di pusat pemerintahan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, misalnya, kita dapat melihat bahwa perawat lebih mudah mengurus SIP. Cukup dengan melampirkan ijazah perawat, surat keterangan bekerja, surat keterangan sehat, dan beberapa dokumen lain yg mudah diurus, mereka sudah mendapatkan SIP, tapi dengan catatan waktunya lama dan tidak menentu. Satu kebijakan terkait SIP, tetapi pelaksanaan di lapangan berbeda-beda, format blankonya pun beragam – kok bisa, ya?

    Tentu saja, kondisi ini akan semakin memperumit pencapaian cita-cita yang selalu ditanamkan ke otak perawat, yaitu menjadi perawat yang semakin profesional. Masih banyak hal yang perlu segera diperbaiki, yang dimulai dari pentingnya sosialisasi sejak dini tentang regristrasi dan legalisasi praktik perawat sehingga kita terlindungi oleh hukum dan klien pun merasa aman karena ditangani oleh perawat yang secara hukum telah sah untuk memberi asuhan keperawatan. Selain itu, semrawutnya prosedur yang berbeda antarlini perlu segera dirapikan karena ke depan, tuntutan akan semakin berat. Jika pembenahan tidak dilakukan segera dari sekarang, PR kita ke depan semakin banyak, yang tentu saja akan memengaruhi nasib generasi perawat selanjutnya.
    Oleh karena itu, Bapak dan Ibu pemegang kebijakan serta rekan-rekan sejawat, kita harus segera memainkan peran kita masing-masing. Bagi rekan-rekan yang belum memiliki SIP/SIK, segeralah mengurusnya. Bagi yang sudah memiliki SIP/SIK, cobalah untuk menstimulus rekan satu tim Anda. Bagi Bapak/Ibu pemegang kebijakan, kami sangat berharap agar Bapak/Ibu segera memfasilitasi dan mensosialisasikan perihal urgensi lisensi ini sesuai prosedur yang berlaku (diharapkan sesuai aturan yang ada yang memang terkadang antardaerah akan berlainan). Semoga profesi kita bisa segera menjadi lebih profesional sehingga dapat menciptakan daya saing yang sehat di Indonesia maupun di dunia internasional, toh semua ini demi kemajuan kesehatan masyarakat kita.

    • Yth Petrus…..Kita semua menyadari bahwa berdasarkan kemnekes 1239 th 2000 entang registrasi perawat diatur, harus ada SIP, SIK, SIPP tetap dala pelaksanaannya sudah 10 tahun masing-masing daerah tidak sama dalam menerapkannnya karena berkaitan dengan dinas kesehatan bukan hanya organisasi profesi dan inti dari kepmenkes tersebut adalah untuk meregistrasi secara administrasi dan belum jelas dalam sangsi bila tidak meregistrasi, dan diluar negeri sangat beda karena mereka sudah punya UU praktek keperawatan yang dalam meregistrasi mempunyai dampak terhadap administrasi dan kompetensi profesi atau yang disebut RN.

      dan sekarang sudah ada aturan baru tentang peraturan menteri yang menyempurkan tentang registrasi perawat (STR) n0.10 tahun 2010 dan perawat mendapatkan STR apabila sudah melalui uji kompetensi profesi…..dan sekarang sedang diatur pelaksanaannya.

      saran untuk anda tolong SIP biasanya yang mengajukan adalah asal sekolah setempat, tetapi apabila sekarang anda sudah dijakarta…….minta saja rekomendasi PPNI JKarata tempat anda tinggal untuk mengajukan SIP

      TK

  92. Pro : sumantri S.Kep. Ners

    Saya tidak melihat praktek keperawatan yg sdr lakoni sehingga praktek anda itu tidak menunjukkan eksistensi dunia keperawatan

    Praktek anda malah mengaburkan praktek keperawatan yg sesungguhnya dg mencampurkannya dg praktek kedokteran seperti memberi suntikan dan obat-obatan.

    Apakah sudah demikian krisis citra diri di dunia keperawatan ?

    Apa dan bagaimana sesungguhnya wujud praktek keperawatan itu ?

    • Mas Mantri……..Jangan Anda apreaori terhadap pratek yang saya jalankan……Justu setelah heboh praktek yang saya jalankan ini maka saat ini sudah keluar peraturan menteri kesehatan NO.HK.02.02/Menkes/148/I/2010 yang berkaitan dengan Izin dan penyelenggaraan praktik perawat yang merupakan bentuk aturan yang menyempurnakan kepmenkes 1239 tahun 2000, dari semula kehebohan praktek saya adalah menjalnkan praktek komplementary nursing yang mana secara keilmuan kita dan pengembangannya sudah ada diluar negeri di Indonesia saja yang tidak ada………Oleh karena itu pada peraturan menteri yang baru tersbut pada pasal 8 ayat (3) c. bahwa pelaksanaan tindakan keperawatan komplementary di izinkan……coba anda baca, tetapi demikian semuanya memang harus juga diatur lebih lanjut……tentang tindkan komplementar keperawatan termasuk obat tradisional, dan anda juga perlu baca dalam perturan menteri yang baru tersebut bahwa perawat dapat memberikan obat bebas dan bebas terbatas……..silahkan anda baca dan kita diskusi lagi…..Jadi istilah mengaburkan praktek keperawatan tidak ada justru saya ingin menyatakan bahwa praktek komplementar diijinkan

      sekali lagi terima kasih dengan pernyataan saudara…………

      Salam Perawt Indonesia

    • PAk Nardin dan Mas Ganda
      Saya sekarang masih home visit sebagai pak mantri….
      karena praktek keperawatan yang betul2 mandiri sulit.
      Saya Punya SIP dan STR perawat. tapi tak bisa digunakan alasan dinkes belum ada UU Keperawatan.
      Akhirnya saya bikin Klinik Rawat Inap dan Rumah Bersalin sebagai badan lembaganya.
      Klinik Keperawatan belum ada…..ijinnya
      Karena tempat kami rame ada lain profesi kita yang iri dan ngincer.

      yah kita kita kerjasama…. dokter yang jaga….. kita pengelola.

      Mas Nardin gambaran praktek keperawatan mandiri itu seperti apa to ?
      obat apa yang diberkan ?
      apa cuman penyuluhan …….

      kalau kita praktek perawat obat herbal yang diberikan itu bukan praktek perawat mas (menurut saya)

      makasih atas tanggapannya

      semoga perawat semakin jaya……!!!!!!

      • Ners Sumantri saya mengapresiasi apa yang anda lakukan pratek bersama dengan profesi lain lebih bagus……..Klau untuk label praktek keperawatan sebetulnya aturan sudah jelas dan ada, sayangnya aturan-aturan itu tidak teraplikasikan dengan baik pada level jajaran dibawah terutama dinkes tk II, janganka tingkat II tingkat satupun tidak tersosialisasikan….pokoknya apapun yang berhubungan dengan perawat agknya sosialisasi kurang………peraturan menteri yang baru pun sudah ada th 2010 dan jelas disitu diatur……bagimana praktik mandiri dan berkelompok……..

        Jadi tidak perlu menunggu undang-undang…….aturan sudh ada, klau berkaitan dengan herbal memang itu bukan praktikkeperawatan tetapi dalam keilmuan keperawatan ada berkembang namanya komplementary nursing dan didalamnnya salah satunya ada berkaitan dengan herbal……oleh karena itu harus diatur lagi dengan profesi supaya lebih jelas………….

        semoga sukses

  93. Saya masih penasaran:
    Apakah ijin praktik keperawatan bisa didapatkan dengan cara seperti yang tertera pada SK menkes no 129 tentang praktik keperawatan. Apakah ada kendala mengenai perijinan?
    Apaka dapat membuka murni praktek keperawatan?
    Apakah sistem rujukan pelayanan keperawatan sudah berjalan, seperti apa bentuk/wujudnya?
    Bagaimana pelayanan murni praktik keperawatan mandiri yang dapat dilakukan(contoh)?
    Semoga rasa penasaran saya dapat terjawab di blog ini.

    best regard
    ida

    • Maksud Ida Kepmenkes 1239….bukan 129, Ngomomng-ngomong sudah dibaca belum, karena bentuk praktek yang dimaksud sudah ada disana………Yaitu membrikan asuhan keperawatan Baik dalam praktik mandiri/perorangan maupun dalam kelompok sesuai dengan keilmuannya, saat ini justru dipertegas lagi dengan adanya peraturan menteri kesehatan No.HK02.02/Menkes/148/I/2010 dan sudah ditanda tangan menteri…….disini diperjelas lagi bentuk-bentuk tindakan keperawatan, salah satunya boleh memberikan obat bebas dan bebas terbatas, juga bentuk Tindakan komplementary nursing dan ini tugas profesi untuk membuat aturan bagaimana yang dimaksud dengan komplementari nursing.

      Untuk sistem rujukan kalau memang sudah ada bentuk praktiknya dan banyak perawat yang praktek otomatis akan berjalan sesuai kaidah rujukan

      sedang bentuk praktik mandiri murni praktik keperawatan adalah melakukan pengkajian mandiri berdasakran keilmuannya (Mengukur TD, dll) memeriksa Gula darah dll bisa, dan tindakan yan paling bisa dilakukan adalah pendkes, rawat luka, merujuk pasien ke RS (sebagai contoh dikit aja)…lainnya banyak

      moga sedikit dapa menjawab penasarannya…….Baca aturan dan UU Kesehatan yang paling uptudate…..

      Salam perawat

  94. Makasih penjelasannya Mas Nardin
    semoga selalu sukses.
    dari Pak Mantri Sumantri

  95. om nardi ,salut pada anda maju terus om perawat harus eksis.

  96. bos klinik anda mulai di ijinkan oleh dinkes setempat tahun berapa ya ? wah ni gue juga lagi mengarah kesana lagi siap siap untuk perijinan .semoga ners ners yang lain segera mengikuti untuk pengembangan klinik keperawatan.biarlah mereka komentar “biarlah anjing menggonggong kapilah tetap berlalu “hanya Tuhan yang tahu bos.bravo Nurse.

    • Saya sudah memulainya sejak 2006…dan sekarang masih berjalan…….walaupun saya sudah mengurus ijinnya melalui PPNI DKI Jakarta Pusat, terus ke dinkes………..Mereka belum memberikan ijin tetapi hanya mengakui keberadaan kliniknya saja…………………..Dasn menurut Permenkes No.148 tahun 2010 semua sudah terjawab dan boleh tyinggal pengaturan selanjutnya……..Makanya nanti ada seminar di Jakarta Tgl 28 – 29 April 2010 tentang Implementasi Praktek mandiri perawat sesuai permenkes tersebut……..New tenan….ok good luck n sukses…

  97. thanks mas anda menjadi motivator saya untuk terus melangkah ,karena di daerah saya sangat sulit untuk menembus perijinan jangankan perijinan praktek perawat pengakuan keberadaaan perawat aja masih selalu manjadi bahan perdebatan oleh profesi lain,yang katanya perawat rasa dokter , perawat sok keminter perawat makan rejeki profesi lain perawat gak punya standart profesi …………lah……banyak tanggapan yang negatif terhadap profesi kita.tapi biarlah ………..yang penting kita punya niat tulus untuk membantu sesama.saya cerita sedkit aja mas,kenapa saya memilih menjadi perawat.Awalnya ketika itu telinga saya kemasukan serangga oleh orang tua ,saya di bawa ke dokter setempat jawabnya ga bisa harus ke RS ,kemudian saya di bwa ke UGD di RS Setempat dan di tolong perawat jaga untuk di ambil .ketika serangga itu bisa diambil oleh perawat jaga malam dengan mata masih kelihatan mengantuk yang saya rasakan Alhamdulillah,Subhanalloh betapa bahagianya aku jika kelak bisa menolong orang seperti ini.Akhirnya setelah aku wawancara sebentar dengan perawat tersebut sekolah dimana namanya apa aku memutuskan saat itu juga aku ingin menjadi perawat karena pekerjaan yang mulia ini.Subhanalloh………….semga kita semua tetap dalam lindungannya untuk tetap pada tugas mulia.amin.good luck for mas nardi n nurse semua.

  98. teruskanlah2x hidup perawat mandiri

  99. aslm… semuanya.. , sy lg browsing cari materi kuliah.. trus liat blog p nardin… subhanallah… terbukti lho pak semakin tinggi pohon… semakin kencang anginnya.

  100. assalamua’laykum. sangat tertarik dengan klinik nya nurse. Saya juga punya impian untuk buka klnik yg betul2 mengimplementasikan bidang kita..dan saya juga ingin membekali diri dengan herbalis, thibbun nabawi, bekam dan ETN..yg bisa mendukung untuk praktek kemandirian perawat tanpa medikasi…suatu saat bisa sharing pengalamankan nurse?syukran

    • Salam kenal kembali……bisa saja nanti share silahkan keemail saja bila ada yang ditanyakan…..share pengalamannya….ardi_kmb@yahoo.co.id TK

      • praktik mandiri perawat jaya

  101. assalamu’alaikum wr wb..
    kpd pak nardi…

    keep ur spiriT…
    perawat jga pnya kompetensi kok dlm thpan kesehmbuhan klien…

    buktinya perawatlah yg dri awal hingga akhir mengurus pasien..

    perawat itu bkn pembantu,,, tpi “REKAN KERJA”..

    bayangkan deh klo semua perawat ngk ada… apa bisa kerja sendiri….

    intinya ketika tidak ada mslh n masyrkt tidak merasa dirugikan atas praktik pak nardi… kenapa hruZ diperdebtkn>>>

    bekerja bersama-sam lebih baik,, daripd saling menjatuhkan…

    mahluk sosial tak dapat hidup sendiri,, menjadi org yg berguna bagi org lain itu impian saya juga…

    Tetap berjung pak nardi.. selama itu Baik.. yok kita tingkatkan n kembangkan!!!!

  102. MasyaAllah, inilah dunia yg sesungguhnya.
    Saya seorang perawat Puskesmas di kecamatan yg jauh dr kota tlah menempuh Pnd. profesi Ners. Membaca dan menyimak komentar ini terutama yang kontra bisa tutup semua puskesmas di daerah saya, Puskesmas induk rata2 mmpunyai 3 pusk pembantu dan 7 bidan desa harus membuka balai pengobatan (ada target kunjungan dari Dinkes) padahal hanya dengan 1 dokter sbgai kepala pusk yg kegiatan seabrek. Memang ada protap pemberian terapi dan rujukan Dinkes, sebagai ilustrasi jika dalam sehari terdapat 250 total knjungan dengan 60 pasien harus dirujuk ke dokter (sesuai protap) karena keterbatasan sarana hal ini tidak bisa dilakukan, bahkan kadang dokter kami mendapat tugas keluar kota selama 5 hari……..dilema.
    Profesi perawat memang profesi yang masih muda yang dalam proses tumbuh dan berkembanganya harus melalui beberapa ujian, bahkan ada yang tidak mengakui keberadaannya meskipun sangat dibutuhkan. Saya salut dengan Ns. Nardi dengan keberanian dan inovasinya, dengan banyaknya komentar baik yang pro maupun kontra sedikit terlihat akan dibawa ke mana profesi ini, bagaimana harus berinteraksi dengan profesi lain baik medis, hukum dll. Perlu dilakukan riset yang terus menerus untuk memantapkan profesi perawat sehingga keberadaanya diakui oleh masyarakat dan profesi lain.
    Menanggapi komentar yang kontra seyogyanya dengan kepala dingin, mereka bkomentar dari sudut pandang yang berbeda dan itu menjadi masukan yang berarti bagi profesi perawat jadi jangan diabaikan. Yang penting jangan melanggar norma2 dan hukum yang ada.
    Untuk praktek keperawatan mandiri sudah ada undang-undang yang mengaturnya jadi tidak usah diributkan. Yang lebih penting sebenarnya bagaimana agar undang-undang ini bisa mensejajarkan profesi perawat dengan profesi lain dalam segala hal.
    Salam, Ns. Jack.

  103. pak nurdinurses lanjutkan perjauangan saya masih semester 5, nanti saya akan mendirikan klinil/ praktik mandiri do’akan sukses ya pak amain

  104. Ass..Ummzz semua pendapat semua komentar banyak warnanya semoga menjadi motivasi kemajuan positif buat perawat di indonesia..sekedar berbagi pengalaman aku sekarang bekerja di jepang di sebuah rumah sakit jompo dan klinik..dilihat dan dibaca dan dipelajari hukum dan undang” perawat disinih lebih terorganisir dan terpapar lebih jelas sehingga dari atas sampai bawah dalam pelaksanaan praktik keperawatan tanpa ada tumpang tindih dengan profesi lain sesama profesi saling mendukung dan bersikap profesionalisme sebagai jiwa perawat..tapi kenapa halnya di indonesia antar profesi perawat juga saling tusuk dan saling tendang dan lebih parah lagi isi undang” praktek keperawatannya yang tidak bersikap tegas lugas dan jelas..Mohon Jadi pertimbangan buat semua teman profesiku perawat..Bersikaplah bijaksana dalam mengambil sikap dan berwibawa tinggi mana profesi kita dan mana profesi orang lain..wassalam..!!

    • setuju…brow,..iraha balik to indonesia (sazoem)?. bawa oleh-oleh yach biar bisa di share di indo,… sekalian deh klo ada simposium keperawatan bisa bagi-bagi pengalaman kerja di jepang,… (home care n hospital),…okay brow…… dukung selalu kemajuan profesi kita… semangat!!!!

  105. Ass. Salam HIPMEBI Pak Nardi…..
    Saya salut dengan perjuangan anda pak…., hampir 2 jam saya membaca blog pak Nardi yang isinya ada yang pro dan ada pula yang kontra. Prinsipnya mereka yang kontra hanya bisa berkomentar secara teoritis tanpa melihat kenyataan dilapangan oleh karena itu terus berjuang, memang demikian kodrat kehidupan : semakin tinggi pohon itu dapat tumbuh semakin keras pula terpaan angin yang di dapatkannya. buat teman sejawat : mari ini semua kita jadikan cambuk untuk mewujudkan profesi keperawatan yang bermartabat dan profesional. Saya sendiri sedang merintis pendirian praktik keperawatan : wound care dan hypno nursing. selamat berjuang…..MAJU TERUS PERAWAT INDONESIA….

    Salafudin Yusra, S.Kep.Ns.,M.Kes.,CWCC.
    Certified Wound Care Clinician

  106. yth pak nardi dan rekan sejawat yang saya cintai
    semua pendapat kritik dan saran yang berkaitan dengan profesi kita itu sah sah saja silakan berpendapat sepanjang itu bersifat membangun demi exsistensi profesi kita. Rekan sejawat mari kita rapatkan barisan dan mari kita saling menhargai antar profesi dan lain profesi demi terwujutnya pemerataan derajad kesehatan yang setinggi tingginya saya yakin pemerintah tdk akan manpu memberi pelayanan kesehatan keseluruh lapisan masyarakat tampa di dukung kita2 dan saya ucapkan apresiasi setinggi2 nya kepada masyarakat yang mau memikirkan atau peduli terhadap masalah kesehatan terlepas dari imbalan jasa dsb .jangan hanya bangga apabila seolah olah pendapat kitalah yg benar dan budaya saling menjatuhkan .dg demikian profesi kita tdk dianggap profesi yang murahan yang selalu tidak kompak. Mari berjuang demi kemajuan dan kemaslakatan umat. sy dukung terus untuk rekan sejawat semuanya. saya berharap pemerintah propinsi kabupaten maupun kota peduli terhadap sistem perijinan SIP maupun SIPP tidak di persulit. jangan kuatir kita pasti berkompetisi yang sehat
    salam kushudi aswoko SSt.

  107. Luarbiasa,…Lanjutkan Pak dan Semakin di kembangkan Praktek Mandiri Keperawatan, Hebat..Pionir selalu mendapatkan pro dan kontra.
    Saya mengampu mata kuliah praktik mandiri keperawatan dan Topik yang saya kembangkan untuk membuka wawasan untuk outcome PBL ini adalah mhs menggunakan salah satunya konsep “herbal” dalam pelaksanaan praktek mandiri keperawatan. Perawat di Cina menguasai akupunctur,..Indonesia, dokter ambil sub spnya akupunctur, Perawat kalah duluan..Herbal tidak lama lagi akan di klaim jugalah he he he he
    Kalau saja dekat, saya berharap mhs saya bisa praktek di klinik Bapak… supaya lulus mereka tidak hanya berpikir kerja di RS atau Pendidikan tetapi dapat Praktek Mandiri yang dapat di pertanggungjawabkan… Sukses ya Pak

  108. semangat pak nardi, saya jg tertarik dengan jejak bapak mohon arahanya.. jangan terprovokasi ama komentar yang menyudutkan, itu adalah komentar orang berpikiran sempit…

  109. Salam kenal pak nardi,,i have to say ” i am proud being a nurse” karna satu2nya profesi yang dealing wth life dan bisa memberikan pelayanan holistik. Tapi pak saya hanya mau menanggapi pemberian neb,,menurut saya itu sudah tindakn kolaborasi dengan profesi dokter. saya mendukung blog bapak semoga melalui ini,profesi keperawatan makin maju di indo,karena profesi kita sangat kurang di hargai di negara kita,pak,saya juga sanagt menyayangkan perawat di indo ada yang di hargai RP 200rb per bulan,,sedih sekali…

  110. semua pekerjaan mengandung resiko yg menjadikan orang lain terancam jiwa, tdk hanya perawat & dokter ,bahkan seorang pilot,nahkoda,masinis, sopir bus & ahli bangunan bisa mengorbankan puluhan bahkan ratusan jiwa manusia, itu sdh menjadi resiko, tp bukan berarti hrs ditinggalkan profesi tsb. tentu manfaat yg diharapkan masyarakat akan lebih banyak, coba perhatikan banyak manfaat yg dirasakan masyarakat hasil dari tangan2 trampil & kecerdasan perawat, malah bisa melebihi apa yg bisa dokter kerjakan akibat keterbatasannya. siapa yg memberikan pengobatan masyarakat dipelosok-pelosok desa, berapa bnyak anak2 kecil dpt dikhitan oleh perawat. sungguh amat membantu dlm pelayanan masyarakat yg begitu banyak keterbatasan SDM maupun fasilitas. sudah saatnya perawat mendapat perlindungan hukum & kebijakan wewenang yg adil dari para penguasa ,karena perawat sekarang semakin luas pengetahuannya .tdk sekedar melayani kebutuhan dasar manusia saja. semua ilmu didunia milik Allah AWT, manusia hanya merekayasa aturan & kebijakan saja. trim,s buat pa nardinurse atas inovatif & kretifnya. semoga perawat indonesia semakin dibutuhkan keilmuannya.

  111. ass. mantep pak ,… btw tu (toyib aja) adik kelas ane,..mantep iri juga die bisa kerja di jepang,….semangat bro,…!!!! intinya kita memberikan pelayanan yang positif dan gak merugikan orang,.. kalo toh memang kondisi konsumen (pasien) yang datang ke klinik pak nardi sudah dengan kondisi yang ga memungkinkan (low life hope) pasti di rujuk ke RS toh,… bwt yang komen negatif (coba deh kuliah keperawatan agan-agan bakal ngerti seluk-beluk susah-senang dan indahnya menjalani profesi ini),..bicara masalah oknum (ah… jaman sekarang profesi/bidang kerjaan mana sih yang gak ada oknum nya?????)…. yang jelas hanya Alloh SWT yang tahu segalanya,. maju perawat Indonesia,….from ((s.s perawat rs di bandung))

  112. Jd,kalau mau buka praktek seperti itu,apa saja di butuhkan?ngurus surat ijin dari dinkes?

  113. emm..sedih juga dengan keadaan tenaga kesehatan di indonesia ini..bukan kerja sama dalam mewujudkan masyarakat indonesia yang sehat..malahan saling sikut menjatuhkan masing2 profesi..!! bagi yang merasa takut lahan kerjaannya tergusur dengan keberadaan praktek2 lain ya tingkatkan donk mutu pelayanan kalian jangan hanya saling menjatuhkan…masyarakat juga berhak memilih kepelayanan kesehatan mana dia akan mencoba demi kesembuhannya toh kalaupun praktek yang beliau dirikan bermanfaat dan masyarakat merasa tertolong dengan adanya praktek ini so what…???

  114. luruskan niat dalam setiap perbuatan. merdeka!!!!!

  115. Yah. sya seorang perawat . malah pengen jadi ahli akupuntur yg aturanya tdk ribet . tapi dmna tempat kursus di lampung

  116. tidak perlu terlalu banyak komentar, Ini contoh2 praktik mandiri perawat murni keperawatan yg sudah eksis:
    http://www.perawatluka.com/
    wocare-clinic.co.cc
    greencareaskep.com
    http://www.therapiluka.co.cc/
    http://dharmamuliacare.wordpress.com/dharma-mulia-care-dhalia-care
    omset sudah ada yg mencapai puluhan juta/ bulan.

    so, talkless do more

  117. Profesi – Adalah suatu panggilan yang memerlukan pengetahuan keahlian, khusus dan persiapan. Suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan dan itu tumbuh dari kebutuhan masyarakat untuk layanan khusus.
    pasal 1 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa:
    Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat sedangkan Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain dan Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

    menurut saya setiap orang yang menekuni suatu pekerjaan secara profesional adalah pekerja berdasarkan undang undang tenaka kerja dan pengertian profesi. perawat adalah pekerja yang bekerja sesuai dengan profesi dan keilmuannya

  118. salut buat keperawatan yg masih lurus….keperawatan kalu dibil nggak maju…karena internal or eksternal..sengja atau tidak sengaja…
    internal..byk suhu2 cuma berpikir teoritis tidk aplikatif..oportunistik..
    eksternal…ini cuma masalah pembagian roti yg tidak mau dibagi…sekolah udah pada tinggi..tpi maunya tetap disuruh jadi babu..kampret deh….kadnng berpikir..udah RS dibuang semua ja perawatnya…..suruh aja element lain yng ngurus ….nggak ada suzter2nya…

  119. Bagaimana Perawat akan bersatu jika begini terus sikonnya???… sama sama perawat tapi saling menjatuhkan… seharusnya kita mendukung jika salah satu teman sejawat memiliki kemampuan, dan mengkritik dengan arif dan bijak (tidak media publik). tidak heran jika kemajuan profesi lain lebih pesat daripada kita. jika teman kita mencari uang, so what???… memang seharusnya kita perawat yang harus sejahtera… masalah konsekwensinya serahkan pada masing2 individu, yang penting kita sudah mengingatkan, dan saya yakin, apa yang sudah dikerjakan tentu sudah dipikirkan dan di analisis terlebih dahulu… dan kembali saya ingin mengingatkan, area kita (perawat) adalah Bio-Psiko-Sosio-Kultural-Spiritual…

  120. hahahahaha tanggapan2 di blog ini asyik untuk dibaca dan direnungkan, bingung, senang,marah, jengkel dkk campur aduk jadi 1… dulu tahun 2008 sy pernah posting komentar disini dan ini tanggapan yg sy terima dari org yg bernama DANU “saya kira tuan daenk termasuk perawat yang buta dengan hukum dan tidak peka dengan sosiokultural.Trims”… butuh waktu bertahun2 akhirnya saya memutuskan utk melanjutkan pendidikan S2 saya dibidang administrasi kesehatan, 1 hikmah yg bisa sy ambil dari cemooh pak Danu ini bahwa sy punya spirit utk melanjutkan pendidikan namun dibalik itu ada hikmah yg tiada nyaman bahwa terkadang begitu sangat mudah kita mencemooh org lain yang belum tentu kita kenal, segampang itu Pak Danu mengetahui bahwa saya buta dengan hukum hehehe … Alhamdulillah semoga Pak Danu gak buta Hukum, ada hal yang lebih baik sekiranya kita hanya saling mengingatkan dan bukannya saling mencaci maki dan mencemooh, sukses deh buat Pak Nardi, sukses juga buat semua Profesi yg turut posting komentar di blog Pak Nardi ini… Wassalam DAENK/ ABDULLAH RAMLI,SKM,SST,M.ADM.Kes (bukan pamer gelar bpk/ibu ya? sekedar mengingatkan bahwa kita belum tentu tahu siapa org yg berdiri didepan kita saat kita berbicara)…salam hangat semuanya, wassalam

  121. Tempat praktek kamu ok,saya juga seorang perawat. Saya jd terinspirasi buat bikin tempat praktek kayak kamu.makasih ya

  122. Ikut komen yah…
    Perawat itu tenaga kesehatan yg diakui profesinya dlm undang2…tugasnya bukan hanya pada promotive, preventive, dan rehabilitative tp pada curative pula. Jika dlm faktanya tidak di beri kewenangan dari salah dari ke empat tgs itu. Kenapa ada kurikulum pendidikan ilmu penyakit dan obt2n. Jika keilmuan perawat itu di sangsikan kenapa sebagian besar pelaksanaan pelayanan di puskesmas2 yg ada di indonesia itu perawat. Dari penomena ini jelas ada deskriminasi kewenangan trhdp perawat.

  123. Perawat jangan miris dg hukum krn pada intinya setiap pekerjaan apa saja beresiko dg hukum. Kesimpulanya selagi msh dibutuhkan masyarakat dan dimintai pertolonganya kenapa takut untuk menolong. MAJU TERUS PERAWAT !! Krn andalah MEDIS SEJATI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: