Ima Sp.Kmb

LOGO UI                       Logo KMB                                                                                

FALSAFAH PENDIRIAN IMA SP.KMB

Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan bmempunyai peranan penting dalam membantu mencapai derajat kesehatan yang optimal dengan mempertahankan status kesehatan individu, keluarga dan masyarakat pada tingkat yang paling tinggi. Bentuk profesionalisme keperawatan salah satunya ditunjukkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Asuhan keperawatan merupakan pendekatan ilmiah dan rasional dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang ada.  Praktek keperawatan sebagai suatu pelayanan profesional diberikan berdasarkan ilmu pengetahuan, menggunakan metodologi keperawatan dan dilandasi kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan mengatur hubungan antara perawat dan pasien, perawat terhadap petugas, perawat terhadap sesama anggota tim kesehatan, perawat terhadap profesi dan perawat terhadap pemerintah, bangsa dan tanah air. Pada hakikatnya keperawatan sebagai profesi senantiasa mangabdi kepada kemanusiaan, mendahulukan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi, bentuk pelayanannya bersifat humanistik, menggunakan pendekatan secara holistik, dilaksanakan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan serta menggunakan kode etik sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan profesional. Profesionalisme diartikan sebagai karakter, semangat dan metode profesional, yang mencakup kegiatan-kegiatan yang terdapat pada kelompok profesi yang anggotanya berkeinginan secara ”Profesional”. Aktifitas intelektualnya berdasarkan kaedah keilmuan yang digunakan untuk tujuan praktek/pelayanan pada masyarakat dan dapat diajarkan secara terorganisir baik secara internal dan external, serta bersifat altruistisme. Sebagai salah satu bagian kelompok profesional yang saat ini sedang menjalani proses profesional berdasarkan standar keilmuan profesi yang telah ditetapkan, sudah sewajarnya kita mengembangkan diri dan memperluas pelayanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan serta pengembangan keilmuannya dan tetap berpedoman pada aturan, peran dan fungsi profesi. Program kekhususan KMB, merupakan salah satu program spesialisasi dalam bidang keperawatan  yang saat ini merupakan angkatan pertama yang diselenggarakan oleh FIK-UI.  Program ini harus juga mendukung kemajuan pelayanan keperawatan. Sebagai mahasiswa Sp.KMB yang nantinya akan menjadi pengampu dalam  bidangnya maka sejak saat ini wajib mengembangkan keilmuan dan menerapkan teori-teori yang didapat. Baik dengan memberikan informasi, pengenalan program dan kegiatan lainnya. Pemikiran dasar dalam ide pendirian ikatan ini adalah bagaimana saat ini mahasiswa KMB dapat berperan aktif dan ikut serta dalam kegiatan memajukan keperawatan Indonesia dan mengenalkan kepada masyarakat umum dan profesi lain atas keberadaannya sebagai salah satu patner kerja dalam bidang spesilisasinya dan organisasi ini dapat menjadi cikal bakal dari terbentuknya kolegium KMB. 

TUJUAN 

Umum:

Terbentuknya Ikatan Mahasiswa Sp.KMB dan sebagai cikal bakal dari pembentukan kolegium Spesialis Keperawatan Medikal Bedah sehingga keberadaannya diterima oleh masyarakat dan profesi lain. 

Khusus:

1.      Dapat memperkenalkan Program Sp.KMB pada masyarakat umum

2.      Dapat memperkenalkan Keberadaan Sp.KMB pada profesi lain dan sejawat perawatan baik yang ada di pendidikan dan pelayanan

3.      Dapat menjalankan proses kegiatan selama masa belajar dengan baik

4.      Dapat mengembangkan keilmuan dibidangnya, yaitu keperawatan medikal bedah

5.      Dapat berkompetensi dalam praktek keperawatan sesuai spesialisasinya

 Pengurus Ima Sp.Kmb, AD/ART

GERAKAN 12 MEI 2008

TUJUAN ADALAH MEWUJUDKAN RUU KEPERAWATAN MENJADI UNDANG-UNDANG KEPERAWATAN SEMUA MENJADI TITIK KULMINASI UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA SEHAT BILA UNDANG-UNDANG KEPERAWATAN DAPAT DIPERCEPAT UNTUK DISYAHKAN PROFESI PERAWAT  DAN MASYARAKAT YANG DILAYANI JUGA MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM. DAN INTINYA ADALAH PERAWAT INDONESIA MENDAPAT PENGHARGAAN DAN KESEJAHTERAAN YANG LAYAK SEJAJAR DENGAN PROFESI KESEHATAN LAIN

IMA Sp.KMB MENDUKUNG PENUH GERAKAN 12 MEI 2008 DAN SIAP BERSAMA-SAMA BERGERAK MENUJU KE DPR UNTUK BERSAMA MEMPERJUANGKAN PROFESI KEPERAWATAN INDONESIA……..MARI BERJUANG MARI BERKONSOLIDARI DENGAN EMAN SEJAWAT LAINYA…………..SELAMAT BERJUANG…………………..

UCAPAN SELAMAT BAGI LULUSAN SPESIALIS KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 2008 ANGKATAN 2005

SAYA SELAKU KETUA IMA.Sp.KMB periode 2007-2008 mengucapkan selamat bagi teman-teman yang telah selesai menempuh program spesialis pada tahun ini dan semoga semua ilmunya mendapat hidayah dan inayahnya. orang bijak berkata bila ilmu tidak diterapkan atau diaplikasikan kepada yang membutuhkan berarti ilmu tersebut belum ada gunanya, oleh karena itu mari kita bersama-sama sepakat untuk mengamalkan ilmu kita kepada yang yang membutuhkan tidak saja pada bidang akademik tetapi juga klinik mari kita meluangkan waktu kita ditatanan klinik yaitu RS……..karena kaidah utama spesialis berada pada pelayanan yaitu menjadi perawat dan mengembangkan perawatan di RS bagi pasien.

Memang saat ini kita merupakan lulusan pertama yaitu sebanyak 18 orang, suka atau tidak kita mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan keperawatan di Indonesia, oleh karena itu sebagai tanggung jawab terhadap keilmuan kita harus selalu menunjukkan profesionalisme kita dan selalu menundukkan kepala/mawas diri / rendah diri tidak sombong atas ilmu yang kita peroleh tetapi sebaiknya kita harus menjadi penyemangat atas ilmu yang kita peroleh.

Selanjutnya Selamat bekerja pada daerah masing-masing dan ingat jangan lupakan klinik…….karena kedepan kita harus menunjukan eksistensi keperawatan melalui pemberian perawatan langsung pada pasien.

 

RANCANGAN PEMBENTUKAN ORGANISASI (KOLEGIUM KEPERAWATAN)

SUDAH SAATNYA KITA SEMUA BERFIKIR UNTUK DAPAT MENGORGANISISIR DIRI DENGAN LEBIH BAIK, ORGANISASI PROFESI YANG SAAT INI ADA MEMBUTUHKAN KOMPONEN-KOMPONEN PENGUAT YANG MEMANG DIDALAM SUATU PROFESI ADA BEEBRAPA PEMINATAN KEILMUAN. YANG JELAS KEPERAWATAN MERUPAKAN PROFESI YANG PROFESIONAL PUNYA BODY OF KNOWLEDG YANG JELAS, JENJANG PENDIDIDIKAN YANG SUDAH MULAI JELAS DAN TERATUR DAN SUDAHMENGIKUTI KAEDAH SUATU KEILMUAN PROFESI.

OLEH KARENA ITU SAATNYA BILA KEILMUAN SUATU PROFESI BERKEMBANGAN DIBUTUHKAN WADAH ORGANISASI PROFESI KEPERAWATAN YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI DAN SESUAI DENGAN CABANG KEILMUANNYA……….OLEH KARENA ITU SAYA BERHARAP KEPADA TEMAN-TEMAN KHUSUSNYA SPESIALIS KEPERAWATAN BEDAH MARI KITA SUDAH MULAI MERANCANG KOLEGIUM KITA UNTUK DAPAT MEMAKSIMALKAN DALAM MENGAPLIKASIKAN ILMU KITA KEPDA MASYARAKAT DAN LEBIH DAPAT BERBUAT BANAK UNTUK KEPENTINGAN UMAT…….

SALAM KMB

SUNARDI ……LIHAT BLOG SPKMB DI http://www.spkmb.blogspot.com

Responses

  1. Dear Ima, pertama salam kenal and selamat udah SpKMB. kapan mo laukan praktek keperawatan mandiri ? BTW tinggal dimana? satu hal yang kamu perlu tau :
    Untuk kompetensi kamu pasti OK, sayangnya birokrat enggan mengakui keberadaan kita, yo berjuang untuk buktikan bahwa kita dapat diandalkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Atu lagi….. jangan lupa hub saya jika ada kegiatan keperawatan ok, Bye

  2. Assalamu’alaikum pak nardi…,saya mau nanya :
    1. Apa standar kompetensi keperawatan medikal bedah ?
    2. Apakah tindakan pak nardi memberikan pelayanan pengobatan akupuntur dan herbal di kliniknya sudah sesuai dan sangat berkompetensi dengan spesialisasinya sebagai SpKMB ?
    3. Apakah tindakan tersebut bisa dikategorikan ‘malpraktek’ mengingat bapak itu lebih berkompetensi dalam tindakan keperawatan ketimbang tindakan pengobatan yg harusnya kompetensinya seorang dokter ?
    4. Apakah sudah ada dasar hukumnya ?
    5. Mohon komentarnya ya…
    Terima Kasih

  3. Buat pak nardi dan chandra, aku mau nanya ya:
    1. Apakah sudah ada standar pendidikan profesi keperawatan medikal bedah ?
    2. Apakah sudah ada standar kompetensi profesi keperawatan medikal bedah ?
    3. Anda tahu malpraktek keperawatan ?

    Trims ya…

  4. kalo udah Sp.KMB tu gajinya lebih besar gak….?

  5. perawat sekarang kwalitasnya buruk semua…..!!!

  6. SpKMB apaan tuh kayak dokter aja tuh…
    lho itu spesialis apaan ?

  7. sekarang ini perawat itu kwalitasnya buruk semua…..!!!

  8. buat noviarta and faisal, sory bro kok pesimis, ndak usah dimirip – miripin, saya yakin blog ini dibikin buat pencerahan demi keperawatan. tk bro selamat berkarya, gaji besar atau tidak masyarakat yang melihat, karena profesi jasa yang dilihat kata orang marketing adalah persepsinya dulu, nah itu yang lagi kita bangun sekarang

  9. novi & faisal, kalian perawat bukan ?? kayaknya lg frustasi nih ! kasih saran & kritik yg membangun dunk, jg sinis begitu gak baek kalee….

  10. Kepada yth. Bpk/ibu Pejabat PB PPNI Pusat
    Saya hanya mau mengetuk hati nurani Bpk/Ibu tentang nasib perawat.
    Apa yang telah diusahakan oleh PPNI terhadap kesejahteraan perawat ? Bagaimana dg nasib perawat di masa mendatang ? Soal pendidikan, honor, gaji, wewenang kerja ? semua ada permasalahan. Salah satu contohnya saja adalah mengenai pendidikan keprofesian perawat (Nurse,Ns) yang biayanya sangat melangit dan tidak sesuai dengan pendapatan perawat yg kerja sambil menempuh pendidikan S1 dan akan mengambil program keprofesian perawat (Ns) yang biayanya sama dengan mengambil S2-magister seperti program M.Kes, M.Si, MM, MBA atau magister lainnya.
    Sedangkan Ns itu sendiri tidak diakui sebagai S2. Pada kenyataannya bahwa banyak teman2 perawat yg mengmbil S1 keperawatan itu sbg perawat dengan gaji honor baik di rs negeri dan swasta yg mana dan kebanyakan sudah pula berkeluarga. Sehingga menjadi pertanyaan besar bahwa kalian yang berada di PPNI Pusat itu tidak adakah hati nurani sedikitpun berjuang paling tidak menurunkan biaya pendidikan Ns yg sampai 20 juta dg masa pendidikan cuma 9 bln. Kalaupun anda2 yg duduk di PPNI tidak ada perjuangan paling tidak janganlah membuat suatu peraturan bahwa perawat yg cuma S1 (Skep) tanpa embel2 Ns tidak mempunyai fasilitas apa2 seperti tidak bisa PNS, tidak bisa kerja di RS dan cuma bisa jadi dosen itupun dg keterbatasan materi. Sedangkan mau meneruskan Ns butuh biaya yg besar, darimana duit ? Kemudian andaikan selesai pendidikan Ns, tidak pula ada penyesuaian gaji karena Ns tidak diakui sebagai S2 sehingga gaji atau honor tidak ikut naik. Sehingga pada akhirnya banyak teman2 yg meneruskan S2-magister non keperawatan seperti M.Kes, Msi,MM atau lainnya. Dan akhirnya timbul pertanyaan:
    Apakah masih ada rencana kaderisasi S2-keperawatan, kalau terlalu banyak persyaratan terutama finansial yg harus dijalankan perawat yg ingin meng-upgrade pendidikannya ?
    Dan cobalah dewasa sedikit bahwa ada ketegasan yg mengatur soal program profesi Ns, seperti cukup perawat reguler saja yg diwajibkan mengambil program nurse oleh karena mereka tamatan SMA,sedangkan perawat dari AKPER yg sudah mengambil Skep seharusnya sudah nurse (Ns) oleh karena mereka sudah kenyang dengan praktek pada saat mahasiswa akper dan otomatis menjadi Ns.
    Demikian kiranya agar kita perawat jangan saling ‘membunuh’ dimana perawat yg S3 ‘membunuh’ perawat S2, selanjutnya perawat S2 ‘membunuh’ perawat yg S1 dan seterusnya.
    Mohon komentar teman2

    • PPNI BANCI TIDAK BISA MELINDUNGI DAN MENAUNGI ANGGOTANYA SEHARUSNYA DI PERJUANGKAN NASIBNYA AGAR TIDAK TERJAJAH OLEH PROPESI LAINNYA KASIHAN PERAWAT MASIH MENJADI TUKANG PEMBANTU PROFESI LAIN KACIAN, SAYA JUGA KORBVAN DARI PELECEHAN PERAWAT

      • Mas Wawan….Bila mas wawan bagian dari Profesi mustinya tdak bicara sekaasar itu……tetapi dapat dimaklumi…..terutama kondisi diIndonesia yang acak kadul bukan hanya profesi perawat…..tetapi profesi lain kemungkinan juga begitu, tentunya dalam mengkawal profesi untuk sesuai on the track tidak mudah…..banyak hal yang musti dipahami……melihatnya tidak boleh hanya satu sisi, harus dilihat dari berbagai sisi, sperti, pemahaman dari kita sendiri sebagai profesi, pendidikan, pelayanan, pandangan masyarakat dan juga profesi lain terhadap perawat……mengkawal profesi juga tidak semudah membalikan tangan, apalagi di INdonesia tercinta ini……

        saya sendiri pengurus PPNI Pusat sebetulya juga prihatin dan bgm mengkawal profesi perawat tanpa menimnulkan hal-hal yang negatif, saran saya semoaga kita semua perawat dapat bersatu dan juga menjadi perawat yang cerdas dan SMART tentunya terhaddap kewajiban profesinya….dan juga lingkungannya

        semoga bisa menccerahkan…Terima kasih

  11. Dalam suatu penulisan ilmiah itu mengandung tata cara yg ilmiah pula dan implikasinya bahwa suatu pernyataan yg dikutip itupun harus memenuhi sarat ilmiah. Dan tentunya pula konsekuensinya bahwa pendapat pribadi tentu tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah apalagi ditulis secara ilmiah dlm bentuk tulisan ilmiah. Pendapat pribadi yg ilmiah adalah pendapat dari seorang peneliti yg tulisannya dikutip salah satu pernyataannya berdasarkan hasil risetnya sendiri dan dipublikasinya sendiri dlm bentuk tulisan-tulisannya. Pertanyaannya, apakah ada perawat itu punya riset sendiri tentang tb paru ? Jika ada perawat yg melakukan penelitian tentang tb paru maka sah saja pendapatnya dikutip namun bila tidak ada maka kesannya adalah tulisannya sarat dg ‘kecap’ alias dibuat-buat dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Lalu wajar saja kalau kita bandingkan dgn tulisan ilmiah dan pendapat dokter yg ahli oleh karena dokter tersebut banyak melakukan riset dan sumbangsih penelitiannya untuk kemajuan ilmu pengetahuan maka perawat pun harus mencoba paling tidak tulisannya sangat sesuai dg kaidah ilmiah,seperti mencantumkan sumber rujukan tulisan agar perawat itu tidak dicap sbg perawat bodoh yg tidak mengerti tata cara penulisan ilmiah serta perawat “ASBUN” alias asal bunyi yang tidak tahu kaidah ilmiah dan sehingga tulisannya sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Salam takzim.

  12. friendEks00, kamu hantu atau manusia ?
    khusus fery nich:
    kalian disini semua perawat ataukah fisioterapist ?
    atau kalian ini sinshe herbal ?
    ataukah nutrisionist ?
    ataukah akupunturist-kah ?
    ataukah dukun ?
    ataukah ahli ilmu kebathinan ?
    jika anda perawat jadilah perawat yg profesional berdasarkan keahlian kalian sbg perawat ter-registrasi
    Jika anda masih perawat spk, upgrade donk ilmunya ?
    andaikan anda masih perawat akper, udah ketinggalan mas…
    lalu jika anda perawat Skep, kenapa malu dikritik ? ngaca dulu dech…..
    jaman gini ga mau dikritik en dikasih saran…..
    keep a professional nursing !!! don’t be ambivalence like a nurse sometime like a fisiotherapist sometime akupunturist sometime nutrisionist or sometimes a doctor…..!!!!

  13. salam perawat senior ima Sp.Kmb perjuangan rekan2 di jakarta pada saat demo di hari perawat se dunia kemarin bagaimana? apa ada tanda2 pencerahan untuk kedepannya….
    saya memang masih muda, tetapi saya sangat ingin maju menjadi perawat yang handal menyaingi anda..GBU

  14. mas, saya mau nanya dlm RUU Keperawatan (draft 19), BAB III,pasal 4d tentang Lingkup Praktek Keperawatan dikatakan bhw: “Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep”:
    1. Tindakan medis apa yg boleh perawat lakukan dan yg tidak boleh dilakukan ?
    2. Apakah perawat mampu memberikan pertolongan persalinan normal ?
    3. Apakah perawat bisa menulis resep obat ?
    Contoh kasus begini :
    Seorang ibu hamil primipara aterm 9 bln datang ke tempat praktek perawat mandiri dgn keluhan sakit perut hebat dan muntah2 setelah makan ikan laut.
    Bagaimana kita perawat mau melaksanakan ilmu keperawatan terhadap kasus tersebut ?
    -tindakan medis apa yg bisa perawat lakukan ?
    -seandainya ibu tersebut mau melahirkan apakah boleh kita lakukan persalinan yg kita sendiri blm yakin ini mau melahirkan ataukah keracunan
    -andaikan kita anggap keracunan, apakah kita boleh memberikan resep obat pd ibu tersebut ? terus obatnya apa yg mau kita resepkan ?
    -Kesimpulannya apa yg sebenarnya perawat bisa lakukan terhadap ibu tersebut bila datang ke tempat praktek perawat mandiri ?
    Terakhir,apakah kita perawat sudah siap buka praktek ? seperti sudahkah kita perawat trampil dan cekatan melakukan persalinan normal ? apakah kita perawat sudah mampu memberikan obat via resep yg kita tulis ?
    apakah semua perawat sudah mampu melakukan pengkajian fisik dan menyimpulkannya secara tepat dlm diagnosa keperawatan kita ?
    Dan andaikan kita perawat tidak cekatan dlm melakukan persalinan normal yg menyebabkan bayinya meninggal, kita kena tuntut ga’ ?
    Dan andaikan kita salah memberikan obat yg mengakibatkan ibunya pingsan atau bayi dlm perutnya meninggal,bisa dituntut ga’ kita perawat yg praktek itu ?
    Tolong donk mas gimana pendapatnya.

  15. hai… bang erwin…. gimana kapan selese Sp.KMBnya….. Bagi-bagi ilmunya donk ma adkmu ni….. Kalo bisa buka praktek sama2

  16. Perawat tahun 70 berbeda dg tahun 80, 90,2000 dan 2008,terutama skillnya. Pada tahun 70, seorang perawat itu skillnya banyak dan hebat serta menguasai hampir semua bidang,namun perawat tamatan 1990-2008 skillnya minim sekali cuma bisa nyuntik,ganti perban dan kadang2 pasang infus. Perawat tamatan D3 skillnya beda dg S1 reguler dari SMA soal ketrampilan kliniknya, namun ilmu-nya juga kurang walaupun sudah sarjana, sedangkan perawat itu tidak dilihat degree-nya tapi skillnya, karena itu wajar kalau orang memandang rendah perawat, apanya yg mau dipuji atau dikasih honor ? Makin tinggi skill perawat tentu makin tinggi jasanya bukan ilmunya dan contohnya perawat di LN, mereka tidak ada istilah sarjana keperawatan tapi konsil keperawatan atas reward skill yg dimilikkinya. Jadi buat pak daenk anda itu termasuk perawat yg dusun semua dikerjakan dg terpaksa bukan anda itu perawat yg ahli terus dikatakan pintar juga tidak,dikatakan punya skill juga tidak, sebab masalahnya di dusun itu sumber daya manusianya minim tidak mengerti dg kesehatan apalagi hukum, nah kalau anda dikota,jangan coba2 hanya dg perawat bisa melakukan tindakan sirkumsisi karena ada hukumnya dan anda bisa dituntut bila terjadi kesalahan oleh karena dikota besar tindakan sirkumsisi tidak bisa dilakukan oleh perawat, saran saya anda banyak2 baca dan ikut pelatihan2 buat input neurokorteks anda agar skill dan ilmu anda sebagai ‘perawat dusun’ tidak ketinggalan informasi dan jangan gunakan korteks mamalia dan reptil anda dalam praktek perawat, karena objek perawat itu adalah MANUSIA sama dengan anda dan bukan BINATANG yg semau anda saja perlakukan sebagai uji coba ilmu perawat anda.

  17. buat mbah keok , sak karep mu mbah maklum wong tuwo, sing dikarepke ojo pesimis mas, masalah sekolah bar lulus Sp ne UI mas. trus baca nursing tradisional mas, waktu saya ke thailand; herbal, akupuntur memang wis dikenal ke, la njenengan ae sing telmi ( telat informasi) he he he he he

  18. Dunia perawat carut marut dan hal tersebut berkaitan dg banyaknya jumlah S1 keperawatan yang tugasnya banyak menjadi dosen ketimbang tenaga kesehatan di rumah sakit. Hal inilah yang menurunkan citra dunia keperawatan oleh karena kebanyakan para skep tersebut tidak saja terlalu banyak berteori namun juga banyak tuntutan. Kita tahu bahwa perawat itu suatu profesi yang sangat memerlukan ketrampilan klinik ketimbang menabung ‘teori’. Sehingga banyaknya tenaga skep menurunkan “SKILL” perawat yang terjun ke dunia klinik. Dan fakta ini sangat erat sekali dengan banyaknya tenaga skep yang tidak mau terjun menjadi perawat yg mau belajar untuk menambah ketrampilan kliniknya. Banyak mereka yg skep maunya kalau kerja menjadi BOS tidak mau terjun ke bawah dan bisanya cuma cuap2 alias ber-teori saja. Inilah yg menurunkan martabat perawat dimata masyarakat bahwa perawat S1 itu banyak yg tidak bisa apa2 selain banyak tuntutan

  19. kebanyakan perawat itu tidak tahu batas ilmu keperawatan, baru tahu sedikit saja ilmu kedokteran sudah merasa jadi dokter, baru tahu sedikit saja tentang modalitas terapi lalu menjadi ‘ahli fisioterapi’, baru tahu sedikit saja soal gizi sudah ngomong banyak soal nutrisi seolah2 ahli gizi, kemudian ada perawat yg belajar akupuntur lalu merasa sebagai ahli akupuntur….jadi wajar saja kalau profesi lain memandang peran perawat itu sangat minimal…perawat itu kebanyakan tidak tahu filosofis ilmu keperawatan orisinal itu yang mana….,buktinya saja tulisan2 mas iwan dlm blog ini sangat rancu…tidak punya jatidiri kuat sebagai perawat..jadi jangan salahkan orang lain memandang perawat itu rendah ya..salahkan dulu kita yg perawat2 ini sok tahu segala2nya….mending bener eh tahunya salah semua…..ok cuma curhat aja kagak ada maksud ape2.

  20. saya punya teman perawat akper lulusan tahun 2000 an, diminta nyunat eh nggak bisa,beberapa bulan kemudian baru bisa nyunat dengan cara “laser” katanya, beda dengan kakak perempuan saya, walaupun lulusan SPK tapi lulusan tahun 70 an, skillnya ok benget, tapi walau begitu tetap selalu berkonsultasi dan meminta pendapat dokter kalau ada kasus2 tertentu, jadi nggak “pinter sendiri”

  21. Nurse is always life with or without PPNI…..
    The most important think is we must to show our knowledge, skill and credible personal to the word.

  22. Hlo herbal life,tolong donk hrgnya difresh lg supaya bs terjangkau oleh masyarakat

  23. Mb’ Widhy…maaf kami tidak menyediakan dan berhubungan dengan herbal life, yang kami sediakan adalah herbal HPA (herbal penawar Al wahida)………dan saya rasa herbal HPA lebih terjangkau…….ya, Tq

  24. assalamualaikum semua
    Sepertinya pada seru2 ne komentarnya.
    Saya perawat lulusan SPK tahun 1999 dan ikut Progsus D3 keperawatan. Dari lulus SPK sampai sekarang aku kerja, aku menemukan untuk para junior yang baru lulus AKPER banyak tingkahnya n gayanya. Suka cuek dg tugas dan sok lebih tinggi pendidikan. Aku setuju dengan hal bahwa kita, para perawat harus meningkatkan SKILL bukan hanya teori doang. Tempat tugasku jauh diperbatasan bagian utara Indonesia, disini perawat n bidannya bisa mengalahkan dokter.Hal ini kalau kita kaitkan dengan batasan praktek perawatan jelas salah tapi keadaan kami dengan lingkungan dan geografis yang demikian menuntut untuk bisa bertindak sebagai dokter juga. Karena kecendrungan yang seperti itu, menyebabkan skill keperawatan jadi terlupakan.Untuk saya pribadi sangat menyayangkan ini. Saya masih ingin melanjukan hinggake jenjang S.Kep. Ns. Hanya saja kesempatan belum berpihak kepada saya.
    Semoga pencerahan untuk Profesi Perawat dimasa mendatang jauh lebih baik dengan perawat2 profesional yang punya SKILL, bukan hanya menguasai teori2 doang.

  25. wa…sy salut…ternyata bidang keperawatan sangat luas dari yang saya pikirkan.bahkan ada yang sudah jadi prof.keperawatan..salah satu prof nya alumni dari kampus saya.
    maaf…nyombong dikit ah…
    mungkin dimata teman2 yang tidak paham tentang keperawatan akan menilai seorang perawat hanya bagian kecil dari faktor seseorang bisa sembuh.tapi coba teman-teman bayangin juga seandainya satu hari saja seluruh perawat indonesia mogok,apakah teman-teman berfikir siapa yang akan memberi makan pasien stroke yang keluarganya sudah tidak mau ngurus???
    bisa jadi pasien tersebut hanya tinggal nama keesokan harinya.
    cayyo…perawat indonesia…terus berjuang..

  26. mantap blognya…..

  27. I delight in, cause I discovered just what I used to be having a look for. You’ve ended my 4 day lengthy hunt! God Bless you man. Have a nice day. Bye

  28. tolng di infokan universitas mana saja yang ada PPS Magister Keperawatan + Spesialis Medikal Bedah ?

    • Terma kasih…..Bisa saya infokan spengetahuan saya yg sudah ada Pendidikan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah di FIK UI dengan akreditasi A,
      saat ini untuk pendidikan sp. blum ada yang lain tetapi direncanakan sp terutama peminatan KMB akan dibuka dibeberapa Universitas, diantaranya dijakarta UMJ, St Carolus Jakarta, sedang diluar Jakarta USU, UNAIR, dan mungkin makasar…mudah-mudahan informasinya benar>>>>>>>>

      Terima kasih

  29. salam kenal buat pak nardi, lihat koment pro n kontra miris sekali hati ini, buat yg pro mju terus berjuang dmi kjayaan profesi kita kalo perlu menimba ilmu ke LN untuk masalah praktik mandiri keprwatn shg dpt dijadikan bahan pertimbangan undang2 kprwtn, untuk yang kontra semoga Allah SWT membuka pintu hati mereka,…_mahris

  30. I got what you mean, appreciate it for putting up. Woh I am happy to find this website through google.

  31. I genuinely enjoy reading on this internet site, it has good articles.

  32. Thank you for creating this website so easy to find information. good stuff. Saving this one for later.

  33. Excellent website. Lots of useful info here. I’m sending it to some buddies ans also sharing in delicious. And naturally, thanks for your sweat!

  34. buat mas nurdin, maju terus tetap semangat. apapun bentuk komentar yang ada jadikan cambuk untuk tetap berkarya…..

  35. heran deh kpd profesi yg satu ini, kalo perawat periksa sampe 100 orang perhari malah lebih di puskesmas tidak pernah usil malah kesenengan. Tapi kalo perawat prkatek mandiri di ributin kaya dunia mau kiamat besok…. Saya Mendapat gelar Dokter Padahal pendidikan saya Perawat ( sy tidak bangga tuh di panggil Dokter…) Jadi menurut saya ga usah lah di ributin masalah perawat praktai mandiri dukung aja kalo ada yang kurang tolong di bantu untuk di lurusin kan yang di untungkan masyarakat…. Rejekiga bakalkemana asalkita ihtiar…

  36. ASs..
    mohon pencerahannya apakah Sp.KMB itu sudah di akui oleh profesi lain spt dr..spesialis?? beda keahliannya dengan perawat generalis bagaimana??? Berapa lamakah pendidikan Ns.Sp?? Golongng kepegawaiannya bagaiman?? sma kah dengn dr.Sp??? yang Pddknya cukup lama tdk kurang dri 4 tahun???
    Wasslm Trims…

    • Secra keilmuan sdh berbeda, diklinik semua spesialis sdh diakui terutama di RS-RS Bsar…dan dg perawat generalis berbeda…termasuk ketrampilannya, masalah biaya relative…..dan srcara kepegawaian perawat spesialis sdh diakui….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: